KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi dan rombongan melakukan silaturahmi Natal dan Tahun Baru 2025 dengan mengunjungi ke rumah pimpinan umat Katholik dan Kristiyani yang tergabung di FKUB Kabupaten Klaten, Minggu dan Senin (29 dan 30/12/2024).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus FKUB Kabupaten Klaten untuk mempererat persaudaraan yang selama ini telah terjalin dengan baik. Hal lain yang diharapkan dalam pertemuan ini adalah untuk penguatan kerukunan di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Klaten yang plural.
Ketua FKUB Kabupaten Klaten KH.Syamsuddin Asyrofi mengungkapkan pentingnya menjaga komunikasi antar tokoh lintas agama yang tergabung di FKUB dan PKUB serta para pimpinan-pimpinan agama dalam kebersamaan agar kerukunan warga bangsa Indonesia dapat terus terpelihara dengan baik.
“Kita tahu bahwa warga kita sangat majemuk secara etnis bahkan dalam internal kami sendiri sangat majemuk. Kami sampaikan bahwa kami ini sangat beragam dan majemuk karena di dalamnya hampir terhimpun semua potensi yang ada dari semua agama y ada di Klaten,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa untuk mewujudkan kerukunan di masyarakat memang diakui media Silaturahmi ini menjadi sangat penting untuk terus dimanfaatkan sebsik-baiknya.
“Jadi semuanya ini sama-sama sebagai tokoh lintas agama dan hampir semua pimpinan tokoh agama ada di FKUB dan PKUB kita ini, sehingga semua memiliki peran yang sangat strategis dalam merawat kerukunan dan keharmonisan dalam hubungan antar umat beragama ” katanya.
Sementara itu, Oendeta Harno Sakino atas kehadiran pengurus FKUB Kabupaten Klaten yang dipimpin KH.Syamsuddin Asyrofi ini Harno Sakino mengapresiasi atas terlaksananya Silaturahmi Natal dalam pertemuan di rumahnya.
Pertemuan Silaturahmi Natal ini merupakan ajang untuk membawa misi untuk menyebarkan nilai-nilai kerukunan di akar rumput.
“Rukun itu adalah nilai (nilai) dan tidak mengatur (diatur) maka melakukannya dengan etika. Makanya tidak ada orang yang tidak menjalankan agamanya dan ditangkap polisi.
Etika tersebut, menurutnya harus didorong oleh seluruh Masyarakat dan harus menjadi contoh bahwa FKUB merupakan Lembaga utama yang menjadi figur untuk mengerahkan seluruh upayanya untuk membangun kerukunan.
“Seluruh perwakilan tokoh agama khususnya di FKUB adalah bagaimana bisa menjadi sebuah figur dan contoh untuk merawat dan membangun kerukunan-kerukunan itu,” paparnya.
Sebab, kerukunan di Indonesia menjadi salah satu komitmen sejak awal kemerdekaan. Tidak ada pendiri bangsa Indonesia ini yang mentapkan bahwa negara Indonesia ini milik satu agama tertentu. Negara Indonesia ini adalah milik seluruh warga negara yang ada di dalamnya.
“Indonesia bukanlah negara agama, tetapi agama harus diurus oleh negara agar supaya berjalannya bersama-sama untuk menuju kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya.


Leave a Reply