KLATEN — Sekertaris Komisi Rekomendasi Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten Pendeta Harno Sakino mengatakan bahwa keberadaan pusat edukasi kerukunan umat beragama di komplek Ghra Bung Karno Klaten menjadi sarana belajar membangun kebersamaan menguatkan kerukunan dan toleransi bagi anak usia dini.Anak-anak sekolah yang mengikuti kegiatan outing class dapat belajar membentuk karakter dan akhlaq budi pekerti bagi anak yang terbuka dan menerima perbedaan.Hal itu disampaikan Harno Sakino saat menerima kunjungan anak-anak dari SD d’VASTU Klaten di pusat edukasi kerukunan umat beragama komplek Grha Bung Karno Klaten, Rabu ( 4/2/2026).Menurutnya dengan mengenal berbagai rumah ibadah berarti mereka secara langsung belajar tentang kerukunan dan toleransi yang dapat meningkatkan kemampuan sosial dan empati anak serta mengurangi kemungkinan terjadinya konflik dan perpecahan di masa depan.”Kegiatan outing class seperti ini dapat membantu anak memahami nilai-nilai keberagaman dan kesetaraan serta meningkatkan kualitas hidup anak dan masyarakat sekitar” katanya.Dengan belajar kerukunan dan toleransi sejak dini , anak-anak dapat tumbuh menjadi individu yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih siap menghadapi tantangan global.Sebanyak 53 anak dan 8 guru pendamping dari SD d’VASTU Klaten melaksanakan kegiatan outing class di Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama komplek Ghra Bung Karno Klaten pada Rabu, ( 4/2/2026 ).Kedatangan anak-anak ini disambut sejumlah pengurus FKUB Kabupaten Klaten dan sejumlah Pangurus rumah ibadah masing-masing di Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Klaten yakni Pendeta Harno Sakino, H. Suharjo, Ibu Adri, Ibu Arum serta petugas dari FKUB di komplek Grha Bung Karno Klaten.Dalam kesempatan itu Harno Sakino dan H. Suharjo dari FKUB Kabupaten Klaten memberikan apresiasi terkait ikhtiar merawat kerukunan bagi anak-anak SD d’ VASTU Klaten dengan kegiatan outing class di pusat edukasi kerukunan di Grha Bung Karno KlatenHarno Sakino dan H. Suharjo menyampaikan pesan-pesan kerukunan tersebut kepada anak-anak Klaten yang didampingi sejumlah guru pendamping.Ketua Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Perempuan Kabupaten Klaten, Hj Istikomah, M, Pd di tempat yang sama memberikan apresiasi atas kunjungan anak-anak SD d” VASTU Klaten di Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama Klaten ini.“Kunjungan ini diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai kerukunan dan toleransi bagi anak-anak PAUD. Dengan adanya kegiatan seperti ini, anak-anak dapat memahami pentingnya hidup berdampingan dan menghargai perbedaan. Semoga kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain untuk mempromosikan kerukunan dan toleransi di kalangan anak -anak” ujarnya.Istikomah mengatakan, kegiatan seperti ini membantu anak-anak tumbuh menjadi individu yang lebih peduli dan menghargai perbedaan, sehingga dapat menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan damai.“Oleh karenanya, PKUB Perempuan Kabupaten Kĺaten mendorong sekolah-sekolah PAUD, SD, SMP dan seterusnya untuk dapat menyampaikan arti pentingnya kerukunan antar umat beragama dengan mengajak para siswa datang ke Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama di komplek Gedung Grha Bung Karno Klaten ini,” pungkasnya.Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama di Grha Bung Karno (GBK) Klaten, berlokasi di Kelurahan Buntalan, Klaten Tengah, merupakan pusat edukasi toleransi dengan enam rumah ibadah berdampingan: Masjid, Gereja Katolik, Gereja Kristen, Vihara, Klenteng, dan Pura.Tempat ini diresmikan untuk membumikan moderasi beragama, meningkatkan toleransi, dan menjadi simbol keharmonisan bagi masyarakat serta generasi muda. Informasi Penting Pusat Edukasi Kerukunan GBK Klaten:Fasilitas Lengkap: Terdapat enam rumah ibadah yang representatif dan kantor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Klaten.Fungsi Utama: Digunakan untuk kegiatan peribadatan masing-masing agama dan sebagai sarana edukasi kerukunan nyata.Lokasi: Berada di Kawasan Grha Bung Karno (GBK), Buntalan, Klaten.Miniatur Kerukunan: Mewujudkan miniatur kerukunan umat beragama yang sesungguhnya di Kabupaten Klaten.Tujuan: Meningkatkan nilai toleransi, menciptakan masyarakat damai, dan tempat belajar moderasi beragama. Kawasan ini diharapkan dapat menjadi role model dalam menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat kebersamaan, khususnya bagi generasi milenial dan Gen Z. ( *Moch.Isnaeni* )
