KLATEN – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan bahwa kerukunan umat beragama merupakan modal sosial utama untuk mewujudkan masyarakat Klaten yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Pernyataan itu disampaikan saat memberikan pengarahan dan penguatan dalam acara Sarasehan Paguyuban Kerukunan Umat Beragama ( PKUB ) Kecamatan dan Desa/Kelurahan se Kabupaten Klaten di Pendopo setempat, Selasa ( 9/6/2026 ).
Menurutnya penguatan peran tokoh lintas agama dalam merawat kerukunan di masyarakat dirasa sangat penting untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis, aman dan kondusif.
Kegiatan kolaborasi FKUB Kabupaten Klaten dengan Badan Kesbangpol Pemkab Klaten ini digelar untuk melakukan penguatan peran -peran tokoh lintas agama di Kabupaten Klaten.
“Kerukunan merupakan modal sosial untuk mewujudkan masyarakat yang maju sejahtera dan berkelanjutan. Tanpa kerukunan, program pembangunan sebagus apapun akan sulit jalan. Investor tidak akan masuk ke daerah yang konflik. Karena itu, kerukunan bukan biaya, tapi investasi masa depan Klaten,” ujar Bupati Hamenang.
Senada dengan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten H. Khumaidin, S.Ag, M.Ag menyebut kerukunan sudah menjadi kebutuhan mendasar.
“Kerukunan merupakan suatu kebutuhan: sebuah paradigma baru merawat kebhinekaan di Kabupaten Klaten. Kita harus naik level dari toleransi ke kerukunan produktif,” tegasnya.
Ketua FKUB Klaten KH. Syamsuddin Asyrofi menambahkan, tugas merawat kerukunan tidak bisa dibebankan ke pemerintah saja.
“Merawat kerukunan menjadi tugas bersama seluruh elemen bangsa termasuk para tokoh lintas agama di masing-masing tempat. Mimbar kita adalah garda terdepan,” pungkasnya. ( Moch.Isnaeni )
