KLATEN – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama/FKUB Kabupaten Klaten, KH Syamsuddin Asyrofi, mengatakan silaturahmi Paguyuban Kerukunan Umat Beragama ( PKUB ) dan lintas sektoral tingkat kecamatan dan desa se-Kecamatan Tulung jadi kunci sinergi mewujudkan kecamatan tangguh bencana.
Hal itu disampaikan Kiai Syamsuddin saat acara Silaturahmi PKUB Kecamatan dan Desa serta Lintas Sektoral di Aula Kecamatan Tulung, Klaten, Kamus ( 18/6/ 2026 ). Hadir Camat Tulung, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa se-Tulung, perwakilan Ormas, tokoh lintas agama, dan pengurus PKUB.
“Kecamatan tangguh itu bukan cuma soal BPBD dan Tagana. Tetapi semua unsur harus nyambung: ulama, camat, kades, PKUB, pemuda. Kalau ada bencana banjir, gempa, atau kebakaran, yang pertama gerak itu warga dan tokoh agama di RT. Nah PKUB ini jembatan emasnya. Maka gendaknya rukun dulu, baru kuat menghadapi bencana,” tegas KH Syamsuddin Asyrofi.
Beliau sampaikan 3 sinergi penting PKUB untuk ketangguhan bencana antara lain sinergi informasi dengan PKUB jadi corong pesan kebencanaan yang adem. Hindari hoaks, panik, atau saling salahkan saat bencana. Yang kedua sinergi aksi yakni rumah ibadah dan warga lintas agama jadi posko kemanusiaan. Dapur umum, pos pengungsian, donasi nggak kenal KTP.
:Sinergi preventif lewat pengajian dan pertemuan RT, PKUB tanamkan budaya siaga. Warga rukun sehingga warga sigap dalam menghadapi situasi apapun.” katanya.
Camat Tulung Hendri Pamukas, S.Sos, MM menyambut baik. Dengan 18 desa di Tulung yang memiliki tingkat kerawanan bencana, maka model silaturahmi “PKUB dan Lintas Sektoral” dinilai tepat.
“PKUB Kecamatan dan Desa memiliki peran penting dalam berikhtiar merawat kerukunan di masyarakat ” katanya.
( Moch.Isnaeni )
