Syamsuddin Asyrofi :Kerukunan Umat Beragama Sebagai Modal Sosial Pembangunan

KLATEN –  Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa kerukunan umat beragama merupakan modal sosial yang sangat berharga untuk pembangunan, dan harus dijaga  di tengah berbagai tantangan zaman.

Hal tersebut disampaikan Syamsuddin Asyrofi saat memberikan pembinaan Paguyuban Kerukunan Umat Beragama ( PKUB ) Kecamatan dan Desa di Kecamatan Wedi Klaten, Kamis ( 30/7/2026 ).

“Kerukunan yang telah terbangun ini merupakan modal sosial yang sangat berharga. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan merawatnya agar tetap kokoh di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi informasi, dan berbagai dinamika sosial,” katanya.

Menurutnya PKUB Kecamatan dan Desa memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter di tengah kehidupan masyarakat yang plural.

“Tidak hanya membina kehidupan spiritual umat, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam pendidikan karakter, memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kepedulian sosial, serta menanamkan nilai-nilai kejujuran, toleransi, disiplin, dan tanggung jawab kepada generasi muda” kata Syamsuddin.

Di tengah berbagai tantangan sosial, seperti penyebaran informasi yang tidak benar, lunturnya nilai moral, meningkatnya individualisme, penyalahgunaan narkoba, serta kekerasan terhadap perempuan dan anak, Syamsuddin berharap PKUB Kecamatan dan Desa semakin memperkuat perannya sebagai pembina moral masyarakat dan rumah pembentukan karakter generasi muda.

“Saya berharap momen silaturahmi seperti ini melahirkan gagasan yang semakin memperkuat kontribusi dalam meningkatkan kualitas kehidupan umat dan mempererat persaudaraan,” harapnya.

Syamsuddin juga menyampaikan, bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan syarat utama dalam mewujudkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. 

“Kerukunan ini syarat dasar untuk terlaksananya pembangunan dan menyejahterakan masyarakat. Kerukunan antarumat beragama menjadi modal penting dalam menyukseskan pembangunan di masyarakat” ujarnya.

Camat Wedi Widaya, SH.M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya yang dimiliki bangsa ini merupakan kekuatan besar di mata dunia. Ada tiga pilar yang memperkokoh hubungan antarumat beragama, yakni toleransi, kerja sama, dan kerukunan.

“Tiga pilar ini telah menjadi jiwa, karakter, dan identitas bangsa kita untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis di masyarakat,” katanya.

Widaya juga mengapresiasi FKUB Kabupaten Klaten telah berhasil memperoleh penghargaan dari Menteri Agama RI Harmony Award 2022 dan 2025 peringkat pertama yang diinisiasi Kemenag melalui PKUB sebagai bentuk penghargaan terhadap peran pemerintah daerah dan FKUB dalam menjaga kerukunan. Ia menekankan bahwa harmoni antarumat beragama perlu diposisikan sebagai syarat mutlak dalam pembangunan. 

“Mari kita sadari bersama bahwa kerukunan umat beragama masih sangat dibutuhkan untuk memberi dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat, sederhananya adalah bagaimana mewujudkan ‘Beragama yang Bermashlahat’ sehingga kerukunan memberi manfaat nyata,” pungkasnya. ( Moch.Isnaeni )