Bandesa Agung MDA Bali : *Ibu-Ibu PAKIS Adalah Penjaga Budaya dan Perawat Kerukunan*
- account_circle fkubklaten
- calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
- visibility 76
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bandesa Agung MDA Bali :
*Ibu-Ibu PAKIS Adalah Penjaga Budaya dan Perawat Kerukunan*DENPASAR, – Bandesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, *Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet*, mengatakan bahwa peran Paiketan Krama Istri (PAKIS) Desa Adat sangat penting dan strategis dalam menjaga nilai-nilai budaya Bali.
Hal tersebut disampaikan Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet saat memberikan sambutan pada *Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 PAKIS Bali*, yang digelar di *Aula MDA Provinsi Bali, Jumat (2/10/2026)*.
Dalam sambutannya, Ida Pangelingsir yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia itu mengatakan, PAKIS bukanlah organisasi pelengkap. PAKIS adalah benteng utama pelestarian adat dan budaya di tingkat keluarga dan Desa Adat.
“Jika Bapak-bapak menjaga _Parahyangan_ dan _Pawongan_ dalam skala Desa Adat, maka Ibu-ibu PAKIS inilah yang menjaga budaya itu hidup sehari-hari di dalam rumah, di dapur, di sanggah, dan di tengah masyarakat. Tanpa Ibu-ibu PAKIS, budaya Bali tidak akan lestari,” ujar Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet.
Lebih lanjut, ia menambahkan, di tengah tantangan globalisasi dan derasnya arus teknologi, ibu-ibu PAKIS juga memiliki peran sebagai *perawat kerukunan* di masyarakat. Sifat keibuan yang welas asih, penyabar, dan pengayom menjadi modal sosial untuk meredam konflik dan memperkuat persaudaraan, baik di internal krama adat maupun dengan krama tamiu.
“Kerukunan itu dirawat dengan kasih sayang, bukan hanya dengan aturan. Dan kasih sayang itu ada di tangan Ibu-ibu PAKIS. Inilah yang sejalan dengan semangat Asosiasi FKUB Indonesia untuk merawat Indonesia yang rukun dari Bali,” tegasnya.
Perayaan HUT ke-6 PAKIS MDA Provinsi Bali ini berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, dihadiri oleh jajaran pengurus MDA Provinsi Bali, dan seluruh pengurus PAKIS Desa Adat Provinsi Bali.
Acara diisi dengan pemotongan tumpeng, doa bersama, dan penampilan dharma gita dari ibu-ibu PAKIS.
Pakis yang merupakan organisasi kemasyarakatan perempuan adat ini dibentuk berdasarkan Keputusan Gubernur Bali dan diresmikan pada 17 September 2020 dengan ketua umum ( Manggala Utama ) Jro Putu Gustini didampingi I Gusti Ayu Putu Mahadewi sebagai Manggala ( Ketua Harian ).
“PAKIS Bali berperan aktif dalam membina dan memberdayakan krama istri (perempuan adat) di berbagai desa adat seluruh Bali guna melestarikan adat, agama, tradisi, dan budaya Bali.” katanya.
Fungsi Utama Pakis adalah wadah koordinasi dan pengabdian bagi para perempuan/istri prajuru desa adat dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Bali, seperti penguatan adat istiadat dan tradisi lokal.
Pada momentum kegiatan perayaan HUT Pakis juga dihadiri Pengurus Asosiasi FKUB Indonesia diantaranya Wasekjen Pendeta Samuel D Luas, Wakil Ketua Dr. Wiyono Adi, M.Ph, M,SE, M.PPM dan Gede Nurjaya, SH, MH serta Ketua Komisi Kelembagaan dan Kominfo Asosiasi FKUB Indonesia H. Moch.Isnaeni.
Kegiatan memperingati HUT Pakis ini biasanya diisi dengan aksi sosial, donor darah, pameran kerajinan lokal, hingga pementasan seni dan senam bersama. ( *Moch. Isnaeni* )
- Penulis: fkubklaten