Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Artikel » KH. Syamsuddin Asyrofi :Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1446 H Untuk Penguatan Kerukunan Antarumat Beragama

KH. Syamsuddin Asyrofi :Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1446 H Untuk Penguatan Kerukunan Antarumat Beragama

  • account_circle fkubklaten
  • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
  • visibility 34
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa adanya Perayaan Hari Raya Nyepi tahun Çaka 1947 yang hampir bersamaan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 M merupakan momen penting untuk penguatan kerukunan antar umat beragama di tanah air.

Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi di Klaten berkenaan dengan akan datangnya hari raya Nyepi dan hari Raya Idul Fitri yang waktunya hampir bersamaan di tahun 2025 ini.

“Saya atas nama pribadi, keluarga, dan mewakili FKUB Kabupaten Klaten menyampaikan selamat memperingati Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu dan Selamat Merayakan hari Raya Idul Fitri bagi Umat Islam di Klaten dan seluruh masyarakat di tanah air” katanya.

Hampir satu bulan kata Syamsuddin umat islam sedang menjalankan Ibadah Puasa. Sementara Umat Hindu akan merayakan Hari Raya Nyepi tanggal 29 Maret 2025, dan umat Islam tanggal 31 Maret 2025 merayakan Hari Raya Idul Fitri.

“Sejak memasuki bulan suci ramadhan kami mengajak dan meminta kerjasama seluruh umat beragama menjaga persaudaraan dan toleransi untuk mendukung kaum muslim yang sedang menjalankan ibadah puasanya agar lancar dan sukses hingga akhir.” katanya.

Di bulan Maret ini merupakan bulan penuh dengan peristiwa rohani, yakni dimana saudara-saudara kaum muslim menjalankan ibadah puasa, umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi dan teman-teman umat Kristen juga memperingati hari Minggu Sengsara yakni hari-hari kehidupan terakhir Yesus Kristus menjelang peristiwa penyalipan menurut keyakinan umat Kristen.

” Oleh karena itu kami berharap peristiwa ini tidak saja menjadi peristiwa sejarah yang dirayakan setiap tahun, tetapi sungguh mewarnai setiap perilaku, cara berpikir, bertindak, berkata, dan bersikap.” katanya.

Syamsuddin berharap semua umat beragama dapat memanfaatkan masa-masa ini untuk lebih memacu dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan lebih baik, menjaga kerukunan, persaudaraan dan toleransi.

“Menjaga toleransi dimaknai sebagai sikap untuk saling menghormati dan menghargai atas perbedaan yang ada di antara umat manusia. Pelaksanaannya dilakukan oleh kedua belah pihak secara bersama-sama, umat yang berpuasa maupun umat yang tidak menjalankan ibadah puasa” katanya.

Toleransi menurutnya juga dimaknai sebagai memberi kebebasan atau membiarkan orang lain mengungkapkan pendapatnya dan berlaku sabar dalam menghadapi orang lain. Perwujudan nilai toleransi dilakukan melalui dua sikap yaitu menghormati keyakinan lain tanpa berpretensi menyalahkan dan bekerjasama dalam bidang tertentu.

“Oleh karena itu jika keharmonisan tidak ditanamkan demi kesatuan bangsa, maka prinsip membangun persaudaraan dengan baik tidak akan tercapai , karena agama memiliki peranan yang dominan dalam menciptakan masyarakat berbudaya” katanya.

Agama menurutnya dapat dikatakan memainkan sebuah peran yang baik apabila mampu memberikan kepada pemeluknya suatu gambaran nilai-nilai luhur. Sebaliknya, jika agama memegang peran ke arah negatif, maka hal ini akan menyebabkan pemeluknya terkurung ke dalam pikiran yang sempit dan menimbulkan konflik keagamaan.

“Itulah sebabnya tidak sefaham bukan alasan untuk saling bermusuhan. Keragaman dalam suatu komunitas bisa memberikan energi positif apabila digunakan sebagai modal untuk bisa bersama membangun bangsa dalam hubungan yang saling memberi dan menerima” ujarnya.

Namun terhadap sesuatu yang universal, seperti membangun kemaslahatan bersama, maka hal ini menjadi inti pokok ajaran Islam. Kehadiran agama Islam adalah untuk menebarkan kemaslahatan.

“Oleh sebab itu, kedatangan bulan Ramadan itu sarat dengan etika kesalehan sosial yang sangat tinggi. Setiap orang dituntut untuk melakukan pengendalian diri, disiplin, kesabaran, kejujuran serta menjunjung tinggi kerukunan umat. Selain itu, bulan Ramadan merupakan bulan yang erat dengan potret yang mengarah kepada eratnya keshalihan pribadi dengan keshalihan sosial antar umat beragama” pungkasnya. . ( Moch.Isnaeni )

  • Penulis: fkubklaten

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FKUB Jateng Dukung Festival Candi Kembar 2026: “Membangun Kebersamaan, Menguatkan Kerukunan dengan Budaya”

    FKUB Jateng Dukung Festival Candi Kembar 2026: “Membangun Kebersamaan, Menguatkan Kerukunan dengan Budaya”

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 30
    • 0Komentar

    SEMARANG – Festival Candi Kembar 2026 yang akan digelar di Desa Bugisan, Prambanan, Klaten pada 22-23 Mei 2026 mendapat dukungan penuh dari FKUB Provinsi Jawa Tengah. Ketua FKUB Provinsi Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Imam Yahya, menyatakan bahwa festival ini merupakan ruang nyata untuk merajut kebersamaan masyarakat melalui pendekatan budaya dan sejarah. “Festival Candi Kembar […]

  • Musyawarah MUI Kecamatan Bayat Tetapkan Kepengurusan Baru Masa Khidmat 2025–2030

    Musyawarah MUI Kecamatan Bayat Tetapkan Kepengurusan Baru Masa Khidmat 2025–2030

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Bayat, Klaten – Sabtu, 11 Juli 2026 Bertempat di Aula Kecamatan Bayat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Bayat menyelenggarakan Musyawarah Kecamatan (Musykec) Masa Khidmat 2025–2030 dengan mengusung tema “Memantapkan Peran MUI, Sinergitas dengan Pemerintah Mewujudkan Islam Wasatiyah.” Musyawarah yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat ukhuwah Islamiyah ini dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris MUI […]

  • Ketua FKUB Kabupaten Brebes Drs.H.M. Supriyono dan FKUB Kabupaten Tegal Hadiri Festival Candi Kembar di Desa Bugisan Prambanan Klaten

    Ketua FKUB Kabupaten Brebes Drs.H.M. Supriyono dan FKUB Kabupaten Tegal Hadiri Festival Candi Kembar di Desa Bugisan Prambanan Klaten

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 41
    • 0Komentar

    KLATEN – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Brebes, Drs. Supriyono, bersama perwakilan FKUB Kabupaten Tegal hadir dalam penyelenggaraan Festival Candi Kembar ke-7 di Desa Bugisan, Prambanan, Klaten. Kehadiran kedua FKUB tersebut menjadi bentuk dukungan antar-daerah dalam memperkuat nilai kerukunan dan toleransi lintas umat beragama. Mereka mengikuti rangkaian acara yang meliputi dialog kebangsaan, pertunjukan […]

  • PEMBENTUKAN KOPDES MERAH PUTIH DESA TALANG BAYAT KLATEN

    PEMBENTUKAN KOPDES MERAH PUTIH DESA TALANG BAYAT KLATEN

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Klaten, Selasa 6 Mei 2025 Pemerintah Desa Talang Kecamatan Bayat Melaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) dalam rangka pembentukan koperasi merah putih di Desa Talang Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten yang bertempat di Aula Balai Desa Talang. Pada tahapan musyawarah desa khusus ini adalah langkah awal dari pembentukan koperasi merah putih ini, yang di laksanakan Oleh BPD […]

  • Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Klaten Gelar Rapat Kerja Tahun 2025

    Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Klaten Gelar Rapat Kerja Tahun 2025

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 9.504
    • 5121Komentar

    Klaten, Jawa Tengah – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten mengadakan rapat kerja (raker) di RM Sumego, Wunut, Kecamatan Tulung, Klaten, pada Selasa (29/10/2024). Agenda ini bertujuan untuk mengevaluasi program kerja sebelumnya sekaligus menyusun rencana kegiatan tahun 2025. Acara tersebut mengusung tema, “Sinergitas Merawat Kerukunan Antar Umat Beragama untuk Mewujudkan Pilkada Aman, Damai, dan […]

  • Bandesa Agung MDA Bali : *Ibu-Ibu PAKIS Adalah Penjaga Budaya dan Perawat Kerukunan*

    Bandesa Agung MDA Bali : *Ibu-Ibu PAKIS Adalah Penjaga Budaya dan Perawat Kerukunan*

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Bandesa Agung MDA Bali : *Ibu-Ibu PAKIS Adalah Penjaga Budaya dan Perawat Kerukunan*DENPASAR, – Bandesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, *Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet*, mengatakan bahwa peran Paiketan Krama Istri (PAKIS) Desa Adat sangat penting dan strategis dalam menjaga nilai-nilai budaya Bali. Hal tersebut disampaikan Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet saat memberikan […]

expand_less