Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Artikel » Puasa Ramadhan Momentum Penting Laksanakan Praktik Toleransi

Puasa Ramadhan Momentum Penting Laksanakan Praktik Toleransi

  • account_circle fkubklaten
  • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
  • visibility 39
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEMARANG — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Provinsi Jawa Tengah Prof. Imam Yahya mengatakan bahwa momentum Puasa Ramadhan melatih diri secara pribadi maupun kelompok untuk berbuat toleransi dan saling menghargai satu dengan lainnya.

Hal itu disampaikan Imam Yahya dalam pesannya sehubungan dengan datangnya bulan suci Ramadhan 1446 H/2025 M di Semarang Sabtu ( 1/3/2025 ).

Menurutnya dalam ibadah puasa, terkandung kewajiban asasi manusia. Bagi yang melakukan puasa, ibadah ini adalah bentuk syukur dan terimakasih kepada Allah SWT yang memberikan kepadanya berupa hak hidup, tumbuh, dan berkembang di dunia.

“Sepatutnya ketika Tuhan Yang Maha Pencipta memerintahkan puasa, maka makhluk yang baik menuruti perintah-Nya. Hak asasi manusia untuk sementara waktu dikalahkan karena ada kewajiban asasi yang harus dijalankan” katanya.” katanya.

Begitu pula kata Imam Yahya manusia pada umumnya, di saat ada saudara, kerabat, tetangga, sahabat dan handai taulannya menjalankan puasa, mereka hendaknya tidak egois menuruti hak asasinya. Kepada mereka dibagikan pengalaman bahwa untuk mewujudkan harmoni kehidupan bermasyarakat dan bersosial dalam ruang waktu tertentu, mereka harus mengesampingkan tuntutan hak asasi manusia dan lebih mengutamakan kewajiban asasi manusia, yakni saling menghormati dan bertoleransi bersama-sama dengan ummat Islam yang sedang menjalankan puasa.

“Puasa digariskan Tuhan bukan untuk memisahkan dan mempolarasi antara mereka yang berpuasa dengan yang tidak berpuasa. Puasa justru dapat dijadikan pembelajaran bagi tiap-tiap umat manusia di muka bumi bahwa antara hak asasi manusia dan kewajiban asasi manusia harus berjalan beriringan untuk wahana latihan menciptakan harmoni kehidupan dan perdamaian.” katanya

Dikatakan manusia pada dasarnya merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain dengan saling menghormati hak asasi masing-masing dan memenuhi kewajiban asasi antar pribadi dan kelompok masing-masing.

“Puasa secara totalitas bertujuan melatih orang untuk menahan hawa nafsu. Seseorang berpuasa pada tahap awal berlatih menahan lapar, dahaga, dan hasrat seksual. Kemudian orang yang puasa diharapkan dapat menjaga dan mengendalikan panca indra dan semua anggota badannya” kata Imam Yahya.

Sebagai puncaknya kata Imam Yahya diharapkan setiap orang mampu mempuasakan hatinya. Sebab, hati memiliki fungsi sentral dapat menggerakkan panca indra dan anggota tubuh manusia untuk melakukan dorongan dan kemauan hatinya.

“Dengan kata lain jika seseorang telah berhasil mempuasakan hatinya diharapkan secara totalitas manusia terhidar dari sikap, pikiran, dan tindakan yang tercela.” katanya.

Dijelaskan Prof Imam Yahya dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah 183 disebutkan bahwa puasa itu juga diwajibkan kepada orang-orang sebelumnya.

“Dalam kitab tafsir Ibnu Katsir dan tafsir At-Tobari disebutkan bahwa puasa dalam agama Nasrani (Kristen) awalnya diwajibkan selama 40 hari, juga umat Yahudi yang berpuasa pada hari ‘Asyura (10 Muharram) sebagai bentuk syukur atas selamatnya Nabi Musa dari Firaun. Jadi puasa bukan barang baru dalam agama agama sebelumnya, maka wajar kalo momentum puasa Ramadlon ini, menjadi tonggak untuk mengembangkan toleransi di antara umat beragama di Indoesia.” pungkasnya. ( Moch.Isnaeni )

  • Penulis: fkubklaten

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH.Syamsuddin Asyrofi :Perayaan Natal Jaga Kerukunan dan Perkuat Toleransi

    KH.Syamsuddin Asyrofi :Perayaan Natal Jaga Kerukunan dan Perkuat Toleransi

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 25
    • 0Komentar

    PAPUA — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa perayaan Natal tahun 2025 yang diperingati bersama umat Katholik yang berlangsung dalam suasana keprihatinan membawa pesan bagi umat Katholik dan masyarakat lainnya untuk ikut berdoa dan mendoakan masyarakat Aceh, Sumut dan Sumbar serta bangsa Indonesia bahu membahu mewujudkan […]

  • H.Basuno :FKUB Klaten Tidak Mengenal Adanya Voting Dalam Mengambil Keputusan

    H.Basuno :FKUB Klaten Tidak Mengenal Adanya Voting Dalam Mengambil Keputusan

    • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 41
    • 0Komentar

    KLATEN — Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten H.Basuno mengatakan bahwa FKUB Klaten tidak mengenal voting adalah benar. FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) merupakan forum yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah daerah untuk membangun dan memelihara kerukunan umat beragama. Hal itu disampaikan Basuno saat memberikan sambutan pada acara […]

  • Syamsuddin Asyrofi :Merawat Kerukunan Menjadi Tugas Bersama, Dimulai dari Mimbar Masing-Masing

    Syamsuddin Asyrofi :Merawat Kerukunan Menjadi Tugas Bersama, Dimulai dari Mimbar Masing-Masing

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 25
    • 0Komentar

    KLATEN – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH. Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa merawat kerukunan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa, khususnya para tokoh lintas agama di setiap wilayah. Pernyataan tersebut disampaikan saat menjadi nara sumber dalam acara Sarasehan Paguyuban Kerukunan Umat Beragama ( PKUB ) Kecamatan dan Desa/Kelurahan se […]

  • Seni Budaya dan Olahraga Sebagai Sarana Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar di Masyarakat

    Seni Budaya dan Olahraga Sebagai Sarana Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar di Masyarakat

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 20
    • 0Komentar

    KLATEN — Wakil Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah ( PDA ) Kabupaten Klaten yang membidangi Lembaga Budaya Seni dan Olahraga ( LBSO ) Hj. Isna Rokhmawati, S.Pd, M.Pd.I mengatakan bahwa keberadaan Seni, Budaya, dan Olahraga sesungguhnya dapat nenjadi sarana dan media dakwah anar ma’ruf nahi munkar di masyarakat. Hal itu disampaikan Isna Rokhmawati saat memberikan sambutan […]

  • Prof. Imam Yahya :Perayaan Nyepi dan Idul Fitri Perkuat Peran Agama dalam Merawat Kerukunan

    Prof. Imam Yahya :Perayaan Nyepi dan Idul Fitri Perkuat Peran Agama dalam Merawat Kerukunan

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 34
    • 0Komentar

    SEMARANG — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Imam Yahya, M.Ag., mengatakan bahwa adanya Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947 yang hampir bersamaan waktunya dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1466 H/2025 M menjadikan peran agama untuk memperkuat kerukunan di masyarakat. Hal itu disampaikan Imam Yahya di Semarang […]

  • FKUB Apresiasi Pemberkahan Vihara Dhamma Paramita di Kompleks Grha Bung Karno Klaten

    FKUB Apresiasi Pemberkahan Vihara Dhamma Paramita di Kompleks Grha Bung Karno Klaten

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 25
    • 0Komentar

    KLATEN — Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, H. Basuno, memberikan apresiasi atas pemberkahan Vihara Dhamma Paramita di kompleks Grha Bung Karno Klaten. Jumat malam ( 15/8/2025 ). Hal itu disampaikan Basuno saat memberikan sambutan di acara tersebut yang menunjukkan keseriusan FKUB dalam mempromosikan kerukunan antar umat beragama di Klaten. Kompleks Grha […]

expand_less