Gladen Ageng Jemparingan Piagam Sismadi Menguatkan Kerukunan

KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa kegiatan Gladen Ageng Jemparingan Piagam Sismadi yang diselenggarakan keluarga besar Yayasan Ash-Shomad Internasional di Lapangan Desa Pandeyan Kecamatan Jatinom adalah baguan penting untuk menguatkan kerukunan.

Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi disela-sela menghadiri pembukaan kegiatan tersebut bersama Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Lapangan Desa Pandeyan Kecamatan Jatinom, Minggu ( 3/8/2025 ) yang lalu..

Menurut Syamsuddin Asyrofi Gladen ageng jemparingan piagam Sismadi yang ke 23 ini diikuti para peserta dari lintas iman, lintas agama sebuah acara olahraga panahan tradisional yang diadakan secara Nasional di Jatinom, Klaten oleh keluarga Alm dr. Sismadi Partodimulyo owner Yayasan Ash-Shomad Jatinom Klaten.

“Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Klaten sekaligus menyemarakkan acara tradisi budaya sebaran apem Yaqowiyu seperti yang terlihat pada acara tahunan yang diadakan untuk memperingati hari jadi ke-221 Klaten” kata Syamsuddin Asyrofi.

Dikatakan Acara ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Jawa dan Bali, Kalimantan, Sulawesi dengan mengenakan pakaian lurik tradisional dan pakaian adat masing-masing daerah.

“Peserta dari Jawa Tengah memakai pakaian sorjan gaya Yogyakarta atau Solo, sementara peserta dari Jawa Barat, Madura, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Bali memakai pakaian adat khas mereka.” imbuhnya.

Gladhen ageng Jemparingan khas Mataraman ini terlihat memiliki beberapa bandul atau sesi, dan pesertanya mencapai 516 orang.

“Selain sebagai ajang kompetisi, acara ini juga memberikan penghargaan kepada para peserta berupa piagam penghargaan, uang pelatihan, dan hadiah menarik lainnya.” kata Syamsuddin lagi.

Jadi, Gladhen Ageng Jemparingan Piagam Sismadi adalah acara panahan tradisional yang meriah dan sarat dengan nilai budaya, yang diadakan di Jatinom, Klaten, sebagai bagian dari perayaan hari jadi kabupaten dan dalam rangka memperingati adeging Kabupaten Klaten yang ke-221 tahun diikuti sejumlah 516 peserta se tanah air dilaksanakan di Lapangan Desa Pandeyan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Minggu (3/8/2025).

Salah satu panitia penyelenggara Gladhen ageng Jemparingan Mataraman tingkat Nasionalini Jarot mengatakan pesertanya berasal dari 18 kota di Jawa dan luar Jawa dengan 516 orang.

Lebih lanjut Jarot mengungkapkan penyelenggaraan gladhen jemparingan ini untuk memeriahkan hari jadi ke-221 Kabupaten Klaten.
“Moment gladhen ageng jemparingan ini sekaligus memeriahkan acara tradisi budaya sebaran apem Yaqowiyu sebagai upaya untuk melestarikan budaya tradisional yaitu jemparingan” katanya.

Kegiatan gladhen ageng jemparingan khususnya juga untuk mengenalkan jemparingan pada masyarakat di sekitar Kabupaten Klaten, dan umumnya mengenalkan pada masyarakat  Indonesia.

Jarot juga menuturkan kegiatan gladhen ageng jemparingan ini juga untuk memberdayakan UMKM PKK Desa Pandeyan Kecamatan Jatinom sehingga roda perekonomian di Desa Pandeyan Jatinom dapat bergerak.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo hadir untuk membuka dan menjajal jemparingan, menyaksikan dan menyampaikan sambutan.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo memberikan apresiasi dilaksanakannya gladen ageng jemparingan warisan para leluhur ini.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengungkapkan rasa kegembiraannya dan bisa hadir pada di acara gladen ageng jemparingan Nasional di Kabupaten Klaten. 

“Jemparingan merupakan olah raga panahan tradisional Jawa dengan gaya Mataram sangat mengasyikkan, menyenangkan, menyehatkan dan menguatkan kerukunan” katanya.

Jemparingan berasal dari kata jemparing yang berarti anak panah, permainan jemparingan ini memiliki nama sendiri untuk perlengkapan yang menyertainya.

“Tidak seperti aktivitas panahan pada umumnya. Jemparingan memiliki sejarah, filosofi dan teknis dasar sendiri.” kata Bupati.

Dalam sambutannya, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo juga mengatakan menyambut baik diselenggarakannya olah raga jemparingan ini dalam rangka memperingati hari jadi ke-221 Kabupaten Klaten yang puncaknya telah diperingati pada tanggal 28 Juli yang lalu.

Gladhen ageng Jemparingan ini para pesertanya memakai pakaian khas lurik dan tradisional. Peserta dari Jawa Tengah memakai pakaian sorjan gaya Jogya, juga model Solo. Peserta dari Jawa Barat, dari Madura, dan Bali , Kalimantan, Sumatra , Sulawesi juga memakai pakaian khas mereka.

Ia juga menuturkan Gladen ageng Jemparingan khas Mataraman ini tidak kurang 30 bandul. Peserta gladhen ageng jemparingan yang jumlahnya ada 516 peserta diperkirakan selesai pada sore hari.

Terlihat para peserta gladhen Ageng jemparingan piagam Sismadi di Lapangan Desa Pandeyan Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten nampak penuh semangat dan konsentrasi memanah melepaskan anak panahnya.  Jarak dari memanah hingga polo kurang lebih 30 meter secara bergiliran saking banyaknya peserta yang hadir.( Moch.Isnaeni)


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *