KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa memperingati haul Kiai Ageng Gribig dimaksudkan untuk meneladani perjuangan menyebarkan Islam di tanah air.Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi saat memberikan tausiyah pada acara haul Ki Ageng Gribig ke 406 di oro-oro Tarwiyah Jatinom Kamis ( 7/8/2025 ).Menurut agamanya menghadiri kegiatan Haul Ki Ageng Gribig, yang merupakan bentuk kecintaan, karena Ki Ageng Gribig telah menyebarkan agama Islam, berjuang melawan penjajahan dan berjuang untuk Indonesia. Haul Ki Ageng Gribig, di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah dilakukan bersama setiap tahun, sebagai upaya melestarikan tradisi yang diwariskan Ki Ageng Gribig. “Sebagai dzurriyah, anak cucu, cicit dan masyarakat selalu mengadakan haul Ki Ageng Gribig dengan harapan tidak lain dan bukan takdzim kepada leluhur. dan membantu perekonomian masyarakat.

“Meski sudah ratusan tahun lalu wafat sampai saat ini dengan budaya sebaran apem Yaqowiyu bermanfaat membangun ekonomi masyarakat sekitar” katanya..Diceritakan bahwa Ki Ageng Gribig memiliki kebiasaan membagikan apem dengan melantunkan wirid Ya Qowiyyu.Selama ratusan tahun sejak 1600-an, Ki Ageng Gribig telah mewariskan tradisi yang disebut Saparan (bulan kedua penanggalan Jawa). Masyarakat setempat juga mengenal dengan tradisi Ya Qowiyyu. Ya Qowiyyu sendiri diyakini berasal dari lantunan doa Yaa Qowiyyu, yaa aziz Qowwina wal muslimin, yaa qowiyyu warzuqna wal muslimin. Bacaan umum tersebut diamalkan sebagai doa memohon kekuatan.Haul yang diselanggarakan oleh Majelis Dzikir dan Sholawat Ahlul Hidayah itu digelar di area Makam Ki Ageng Gribig pada Kamis (7/8/2025 ). Prabu Brawijaya dari Kerajaan Majapahit, putra dari RM Guntur atau Prabu Wasi Jolodoro. ( *Moch.Isnaeni* )

Leave a Reply