Artikel

Ida Pangelingsir : Festival Candi Kembar untuk Kerukunan dan Perdamaian Dunia

KLATEN – Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, menegaskan bahwa Festival Candi Kembar digelar sebagai wujud nyata upaya memperkuat kerukunan dan menyebarkan pesan perdamaian ke tingkat global.

Menurutnya, nilai sejarah Candi Plaosan yang menjunjung tinggi hidup berdampingan antarumat beragama menjadi dasar utama penyelenggaraan festival ini.

“Festival Candi Kembar ini adalah untuk kerukunan dan perdamaian dunia. Dari Klaten untuk Indonesia dan dunia,” kata Ida Pangelingsir saat memberikan sambutan puncak acara di Desa Bugisan, Prambanan, Klaten.

Ida Pangelingsir : berharap semangat toleransi yang hidup sejak abad ke-9 di kawasan Prambanan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

Pesan kerukunan tersebut rencananya akan dibawa dalam agenda Pekan Kerukunan Internasional di Manado, Oktober 2026.

“Festival ini menampilkan perpaduan budaya, dialog lintas agama, dan ditutup dengan tradisi rebutan gunungan sebagai simbol berbagi berkah dan kebersamaan.” ujarnya.

Meskipun diguyur hujan deras, kirab budaya warga Desa Bugisan Prambanan Klaten yang membawa gunungan hasil bumi dalam rangka Festival Candi Kembar 2026 berlangsung dengan penuh gegap gempita.

Gunungan hasil bumi tersebut dikirab dari Candi Sewu menuju komplek Candi Kembar atau candi Pelaosan.

Festival Candi Kembar di Desa Bugisan Prambanan Klaten tetap berlangsung meskipun hujan deras.

Festival Candi Kembar tersebut merupakan rangkaian dari agenda Kabupaten Klaten, Klaten International Cycling Festival yang berlangsung dari 17 sampai 24 Mei 2026 dan juga menjadi rangkaian kegiatan Pekan Kerukunan Internasional yang akan digelar di akhir Oktober awal Nopember 2026.

Kirab budaya tersebut diikuti delapan RW yang ada di Desa Bugisan Prambanan Klaten dengan star dari Komplek Candi Sewu dan berakhir di Komplek Candi Kembar atau Candi Pelaosan.

Para peserta saat kirab membawa gunungan hasil bumi. Selain itu juga menampilkan karya seni seperti tari-tarian dari berbagai daerah.

Pj Sekda Klaten Joko Purwanto kepada wartawan mengatakan kegiatan festival Candi Kembar merupakan upaya melestarikan seni dan budaya serta mengakat kepariwisataan agar Klaten mendunia.

Kolaborasi kegiatan Festival Candi Kembar dengan Klaten International Cycling Festival tersebut diikuti 40 negara.

“Wisata Klaten harus mendunia. Salah satu strategi saat ini adalah kita bersama dengan festival sepeda internasional. Hadir saudara -saudara kita penggemar sepeda seluruh Indonesia. Bahkan komunitas sepeda internasional 40 negara juga hadir,” kata Joko Purwanto.

Ia mengatakan kolaborasi kegiatan tersebut menjadi yang menarik dalam upaya mengangkat Klaten agar tingkat kunjungan wisata kedepan semakin meningkat.

FKUB Kabupaten Klaten mendukung sepenuhnya kegiatan Festival Candi Kembar tersebut. Banyak pihak berharap selain untuk melestarikan budaya juga sebagai sarana menjalin silaturahmi antar masyarakat di Desa Bugisan.

“Antusias sekali senang’ sekali untuk melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia khususnyal Festival Candi Kembar Ini rutin setiap setahun sekali,” katanya. ( Moch.Isnaeni )

Related Articles

Back to top button