Artikel

Ketua FKUB Klaten : Kerukunan Merupakan Investasi Paling Menguntungkan

KLATEN – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten, KH. Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa kerukunan merupakan investasi sosial paling murah dengan mengntungkan paling besar bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi beliau saat memberikan pembinaan dan penguatan bersama pengurus Paguyuban Kerukunan Umat Beragama ( PKUB ) Kecamatan dan Desa se Kecamatan Trucuk Klaten, Rabu ( 3/6/2026 ).

“Jika di suatu tempat terjadi konflik maka akan timbul high cost atau biaya tinggi. Tetapi jika rukun maka biayanya rendah. Rukun itu investasi paling murah tapi untungnya paling besar,” tegas KH. Syamsuddin Asyrofi.

Menurut Kiai Syamsuddin, biaya tinggi dari konflik tidak hanya dihitung dari uang. Konflik memutus rantai ekonomi, merusak silaturahmi, menghabiskan energi pemerintah untuk pemulihan, dan melukai generasi muda. Sebaliknya kata Syamsuddin, masyarakat yang rukun akan fokus membangun. Pasar ramai, UMKM tumbuh, gotong royong berjalan, dan APBD bisa dipakai untuk kemajuan, bukan untuk menyelesaikan konflik.

“Klaten itu miniatur Indonesia. Ada masjid, gereja, pura, vihara berdekatan. Kalau 1 RT konflik, dampaknya ke 1 kecamatan. Maka rukun bukan pilihan, tapi rukun itu kebutuhan. Seperti bayar listrik, tidak bayar maka gelap semua,” jelasnya.

Beliau mengajak seluruh elemen masyarakat Klaten, khususnya umat beragama, untuk menjadikan 4 Pilar MPR RI – Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai ruang dialog bersama.

“Dialog didahulukan sebelum vonis, dan aksi gotong royong lintas iman diperbanyak agar kecurigaan berubah jadi kepercayaan. FKUB Kabupaten Klaten berkomitmen terus mengawal kerukunan melalui dialog, edukasi di sekolah, dan kegiatan sosial bersama lintas agama.” pungkasnya.

Plt Camat Trucuk Rabiman, M, Si memberikan apresiasi kepada Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Klaten yang telah memberikan pembinaan dan penguatan kepada PKUB Kecamatan dan Desa di Trucuk.

“PKUB Kecamatan dan Desa sebagai wadah dialog antar tokoh lintas agama untuk menjaga harmoni dan mencegah konflik di wilayah kecamatan Trucuk Klaten.” katanya. ( Moch.Isnaeni )

Related Articles

Back to top button