Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Artikel » KONAS ASOSIASI FKUB INDONESIA DI NTT DITUNDA BUNTUT GEMPA 7,7 SRMengutamakan Kemanusiaan dan Pemulihan Korban

KONAS ASOSIASI FKUB INDONESIA DI NTT DITUNDA BUNTUT GEMPA 7,7 SRMengutamakan Kemanusiaan dan Pemulihan Korban

  • account_circle fkubklaten
  • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
  • visibility 59
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet mengatakan bahwa kegiatan Konferensi Nasional (KONAS) Asosiasi FKUB Indonesia yang semula dijadwalkan berlangsung pada *22 s.d 24 Oktober 2026 di Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya ditunda dalam waktu yang belum bisa ditentukan.

Hal itu disampaikan Ida Pangelingsir usai Rapat Koordinasi antara pengurus Asosiasi FKUB Indonesia dengan Pengurus FKUB Provinsi NTT secara daring dari Denpasar Bali, Sabtu ( 22/8/2026 ).

Penundaan ini diputuskan menyusul terjadinya gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter yang mengguncang wilayah NTT beberapa waktu lalu. Gempa tersebut menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerugian harta benda yang tidak sedikit, serta memaksa pemerintah dan masyarakat setempat fokus pada penanganan darurat dan pemulihan.

“Kami menyampaikan duka mendalam atas musibah ini. KONAS ditunda sebagai bentuk empati dan solidaritas kami kepada saudara-saudara di NTT yang saat ini lebih membutuhkan perhatian dan bantuan”, ujar Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet.

Disampaikan bahwa saat ini prioritas Asosiasi FKUB Indonesia adalah mengerahkan jajaran FKUB Provinsi NTT dan FKUB Kabupaten/Kota se-NTT untuk membantu korban, menyalurkan bantuan, serta memberikan penguatan psikososial dan kerukunan di tengah masyarakat terdampak.

Asosiasi FKUB Indonesia juga mengimbau seluruh pengurus FKUB di daerah untuk bersama-sama mendoakan dan membantu proses pemulihan di NTT.

Mengenai jadwal baru pelaksanaan KONAS, Pengurus Asosiasi FKUB Indonesia akan mengumumkan kemudian setelah situasi di NTT dinyatakan kondusif dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

“Kerukunan diuji di saat duka. Mari kita jadikan musibah ini sebagai momentum untuk semakin menguatkan persaudaraan dan kepedulian antar umat beragama”, katanya.

Atas kejadian gempa di NTT tersebut ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja kemanusiaan ke Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) pada 30 Agustus – 2 September 2026.

Dalam kunjungan tersebut, beliau akan mengunjungi dan bertemu langsung dengan para korban gempa di sejumlah wilayah di NTT.

Kunjungan ini akan didampingi oleh pengurus FKUB Provinsi NTT serta FKUB Kabupaten/Kota se-NTT.

Tujuan kunjungan adalah untuk memberikan dukungan moril, menyerap aspirasi, serta memperkuat sinergi lintas iman dalam penanganan pasca bencana dan pemulihan masyarakat.

“Kehadiran kami adalah bentuk kepedulian dan empati serta solidaritas kebangsaan. Di tengah ujian bencana, kerukunan adalah kekuatan utama kita untuk bangkit bersama.
Dalam duka kita bersatu, dalam kerukunan kita bangkit” kata Ida Pangelingsir.

Menurutnya gempa boleh mengguncang, tapi tidak dengan semangat persaudaraan, sehingga pihaknya akan hadir
menyapa saudara-saudara korban gempa di NTT.

Sementara itu pemerintah pusat mempercepat pengiriman ratusan ton logistik, makanan, tenda, dan kebutuhan medis untuk korban gempa Magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi sejak 15 Agustus 2026.

Distribusi bantuan dikoordinasikan oleh BNPB melalui pos logistik di Labuan Bajo dan Maumere.
Penyaluran dan Logistik Pusat
Ratusan ton bantuan logistik, termasuk paket sembako dari Presiden Prabowo Subianto, dikirimkan secara bertahap menggunakan pesawat kargo dan armada TNI AU.

Bantuan disebar ke wilayah terdampak seperti Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sikka, Ende, dan Nagekeo.
Kementerian Sosial mendirikan dapur umum, sementara Kementerian PU memulihkan akses air bersih. ( Moch.Isnaeni )

  • Penulis: fkubklaten

Rekomendasi Untuk Anda

  • Syamsuddin Asyrofi :Halal bi Halal Momen Penting Bangun PeradabanWujudkan Harmoni Sosial

    Syamsuddin Asyrofi :Halal bi Halal Momen Penting Bangun PeradabanWujudkan Harmoni Sosial

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 24
    • 0Komentar

    KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa halal bi halal merupakan momentum penting dalam membangun peradaban untuk hidup rukun mewujudkan harmonis sosial, terutama setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan. Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi saat memberikan pembinaan Paguyuban Kerukunan Umat Beragama ( PKUB ) […]

  • Ida Pangelingsir :Kerukunan Tidak Turun Dari Langit Tetapi Harus Diikhtiarkan, Diperjuangkan dan Dirawat

    Ida Pangelingsir :Kerukunan Tidak Turun Dari Langit Tetapi Harus Diikhtiarkan, Diperjuangkan dan Dirawat

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 37
    • 0Komentar

    KLATEN — Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet mengatakan bahwa kerukunan itu tidak serta merta turun dari langit. Tetapi kerukunan itu harus diikhtiarkan, diperjuangkan, dan dirawat. Hal itu disampaikan Ida Pangelingsir saat memberikan sambutan dan pengarahan usai memberikan penghargaan kepada Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo sebagai bupati […]

  • KB Aisyiyah Gunungan Belajar Kerukunan Dengan Adakan Outing Class Di 6 Rumah Ibadah

    KB Aisyiyah Gunungan Belajar Kerukunan Dengan Adakan Outing Class Di 6 Rumah Ibadah

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 20
    • 0Komentar

    KLATEN — Sebanyak 26 anak dan 4 guru pendamping dari KB Aisyiyah Gunungan III Barenglor Klaten Utara Kabupaten Klaten belajar tentang kerukunan dengan melaksanakan kegiatan outing class di 6 rumah ibadah yang berada di Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama komplek Ghra Bung Karno Klaten pada Kamis ( 4/12/2025 ). Kedatangan anak-anak KB Aisyiyah Gunungan III […]

  • Puasa Ramadhan Perkuat Kerukunan Antar Umat Beragama yang menyenangkan dan menenangkan

    Puasa Ramadhan Perkuat Kerukunan Antar Umat Beragama yang menyenangkan dan menenangkan

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 31
    • 0Komentar

    KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa Puasa Ramadhan 1446 H tahun ini merupakan momentum penting untuk perkuat kerukunan antar umat beragama ,” katanya kepada sejumlah awak media usai Rakor di kantor FKUB Klaten,Jumat (28/ 2 /2025 ). “Bulan suci Ramadhan memiliki keistimewaan bukan hanya […]

  • Sosialisasi Silatnas FKUB :FKUB Komitmen Jaga Kondusifitas Merawat Kerukunan dan Toleransi

    Sosialisasi Silatnas FKUB :FKUB Komitmen Jaga Kondusifitas Merawat Kerukunan dan Toleransi

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 32
    • 0Komentar

    KLATEN — Silaturahmi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (Silatnas FKUB) dan Lembaga Keagamaan Tahun 2025 yang lalu telah berlangsung di Jakarta. Salah satu pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tengah Dr. R. Umi Baroroh, M.Ag yang hadir saat Rakor FKUB se Solo Raya menyampaikan hasil Silatnas dimaksud dihadapan Forum Rakor FKUB se Solo […]

  • FKUB Provinsi Papua Bersama BI Sosialisasikan Gerakan Bangga Pakai Uang Rupiah

    FKUB Provinsi Papua Bersama BI Sosialisasikan Gerakan Bangga Pakai Uang Rupiah

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 30
    • 0Komentar

    JAYAPURA – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua bersama Bank Indonesia (BI) menggelar sosialisasi gerakan Bangga Pakai Uang Rupiah kepada masyarakat dan tokoh lintas agama. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya menggunakan, merawat, dan mencintai rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa. FKUB melihat gerakan ini sejalan dengan nilai persatuan dan kebangsaan yang selama […]

expand_less