Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Artikel » JEJAK KERUKUNAN DAN TOLERANSI DI KLATEN SEJAK ABAD VIII-X MASA MATARAM KUNOWarisan Peradaban yang Menjadi Teladan Hidup Berdampingan

JEJAK KERUKUNAN DAN TOLERANSI DI KLATEN SEJAK ABAD VIII-X MASA MATARAM KUNOWarisan Peradaban yang Menjadi Teladan Hidup Berdampingan

  • account_circle fkubklaten
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KLATEN – Di tengah dinamika zaman, Kabupaten Klaten menyimpan jejak panjang tentang kerukunan dan toleransi beragama. Jejak itu sudah ada sejak abad VIII–X Masehi, pada masa kejayaan Kerajaan Mataram Kuno.

Wilayah Klaten- Prambanan yang dikenal sebagai “Siwa Plateau” menjadi saksi bisu bagaimana dua keyakinan besar, Hindu dan Buddha, hidup berdampingan secara harmonis lebih dari 12 abad silam.

Itulah salah satu gal yang diubgksp Ur. Wisnu Hendrata, MMR dakam bukunya Jejak Kerukunan dan Toleransi di Klaten yang dikupas sejumlah oakar sejarah dsn arkeolog di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten, Rabu ( 5/8/3026 ).

Wisnu Hendrata mengatakan bahwa pernikahan daoat melahirkan harmoni dua dinasti.
Kerukunan di Mataram Kuno yang dipelopori dari istana pada tahun 840 M terjadi pernikahan Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu dengan Pramodhawardhani dari Dinasti Sailendra yang beragama Buddha.

“Pernikahan ini melahirkan keselarasan politik dan spiritual. Agama Hindu bersanding dengan agama Buddha. Bukti nyatanya adalah Candi Plaosan di Klaten yang dibangun oleh Rakai Pikatan sebagai hadiah untuk istrinya. Sebaliknya, Pramodhawardhani juga mendukung penuh pembangunan candi-candi bercorak Hindu.” katanya.

Adanya candi Sojiwan merupakan Simbol Penghormatan Lintas Iman yang ada
Di Desa Kebon Dalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Klaten, berdiri Candi Sojiwan yang dibangun sekitar abad ke-9 M.

“Candi bercorak Buddha ini didirikan oleh Raja Balitung dari Dinasti Mataram Kuno sebagai bentuk penghormatan kepada neneknya, Nini Haji Rakryan Sanjiwana, yang beragama Buddha. Prasasti Rukam tahun 907 M mencatat persembahan bangunan suci ini.” ujarnya.

Menariknya kata Wusnu Hendrata , meski bercorak Buddha, pada bagian arupadhatu terdapat stupa-stupa kecil, namun beberapa bagiannya menunjukkan kecenderungan corak Hindu. Ini menjadi simbol perpaduan dan saling menghargai.

“Candi Sojiwan berada di kawasan Siwa Plateau yang banyak terdapat candi baik candi berlatar belakang agama Hindu maupun Buddha. Hal ini menunjukkan bahwa sejak dulu nenek moyang kita telah hidup harmonis dan sangat toleran” katanya

Dikatakan bagwa bukti kehidupan sosial yang damai selain candi, jejak toleransi juga terlihat dari perkampungan di *Dukuh Kropakan, Desa Mranggen, Jatinom, Klaten.

“Ditemukan artefak berupa guci, gerabah, manik-manik, dan keramik Dinasti Tang abad 9-10 M. Diduga ini adalah klaster hunian dan pertanian masa Mataram Kuno yang hidup berdampingan.” kata Wisnu Hendrata.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dakam sambutannya yang dibacajan staf Ahli bupati Slamet dikatakan bahwa warisan Mataram Kuno di Klaten bukan hanya soal batu dan candi.

“Ini adalah pelajaran bahwa perbedaan keyakinan bisa menjadi kekuatan. Semangat Rakai Pikatan dan Pramodhawardhani adalah semangat kita hari ini yakni saling menghormati, saling membangun,” ujarnya.

Dengan usia lebih dari 1.200 tahun kata Hamenang, jejak kerukunan di Klaten menjadi modal penting dalam merawat kebinekaan Indonesia.

“Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, memiliki lebih dari 300 situs cagar budaya. Kawasan Prambanan-Klaten menjadi pusat peradaban Mataram Kuno abad VIII-X dan ditetapkan sebagai salah satu kawasan warisan budaya dunia oleh UNESCO.” ujarnya. ( Moch.Isnaeni )

  • Penulis: fkubklaten

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sosialisasi Silatnas FKUB :FKUB Komitmen Jaga Kondusifitas Merawat Kerukunan dan Toleransi

    Sosialisasi Silatnas FKUB :FKUB Komitmen Jaga Kondusifitas Merawat Kerukunan dan Toleransi

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 32
    • 0Komentar

    KLATEN — Silaturahmi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (Silatnas FKUB) dan Lembaga Keagamaan Tahun 2025 yang lalu telah berlangsung di Jakarta. Salah satu pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tengah Dr. R. Umi Baroroh, M.Ag yang hadir saat Rakor FKUB se Solo Raya menyampaikan hasil Silatnas dimaksud dihadapan Forum Rakor FKUB se Solo […]

  • Ketua Umum Matakin Berikan Apresiasi Adanya Klenteng di Kabupaten Klaten

    Ketua Umum Matakin Berikan Apresiasi Adanya Klenteng di Kabupaten Klaten

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 110
    • 45Komentar

    KLATEN — Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin), Budi Santosa Tanuwibowo, memberikan apresiasi atas adanya Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Klaten yang di dalamnya ada bangunan Klenteng bagi umat Konghucu. Pusat edukasi kerukunan umat beragama ini dilengkapi dengan fasilitas rumah ibadah lintas agama, termasuk gereja Kristen Protestan, gereja Katolik, vihara Budha, […]

  • HAB ke_79 Kemenag Klaten Punya Peran Penting Wujudkan Tatananan Kehidupan Beragama

    HAB ke_79 Kemenag Klaten Punya Peran Penting Wujudkan Tatananan Kehidupan Beragama

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 23
    • 0Komentar

    KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa Kantor Kementerian Agama memiliki peran penting dalam mewujudkan tatanan kehidupan beragama di masyarakat. Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi saat mengikuti upacara Hari Amal Bhakti ke 79 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Mlinjon Gumulan […]

  • PKUB Kecamatan Juwiring Klaten Diskusikan Pentingnya Merawat Kerukunan

    PKUB Kecamatan Juwiring Klaten Diskusikan Pentingnya Merawat Kerukunan

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 38
    • 0Komentar

    KLATEN – Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kecamatan Juwiring, Klaten menggelar diskusi untuk membahas pentingnya merawat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. Pertemuan ini dihadiri pengurus PKUB kecamatan, tokoh agama, dan perwakilan umat beragama se-Juwiring. Diskusi fokus pada strategi menjaga toleransi, memperkuat komunikasi antarumat, serta mencegah potensi konflik di tingkat akar rumput. “Kerukunan itu tidak datang […]

  • KH.Syamsuddin Asyrofi :Peran Penting Tokoh Agama Cegah Dini Konflik Paham Keagamaan Islam

    KH.Syamsuddin Asyrofi :Peran Penting Tokoh Agama Cegah Dini Konflik Paham Keagamaan Islam

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 32
    • 0Komentar

    KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa para tokoh agama memiliki peran penting dalam rangka cegah dini potensi konflik sosial berdimensi agama termasuk agama islam di masyarakat. Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi saat menjadi nara sumber dalam acara dialog cegah dini konflik paham keagamaan islam […]

  • IPHI Kabupaten Klaten Klaten siapkan petugas Penjemputan haji Klaten tahun 2025

    IPHI Kabupaten Klaten Klaten siapkan petugas Penjemputan haji Klaten tahun 2025

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KLATEN — IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Kabupaten Klaten dan Kecamatan, dibantu oleh AMHI (Angkatan Muda Haji Indonesia) Klaten, sedang mempersiapkan petugas penjemputan haji untuk tahun 2025. Petugas ini akan bertugas untuk menjemput dan melayani jemaah haji asal Klaten yang baru saja tiba dari tanah suci. Dengan persiapan ini, diharapkan proses penjemputan dan pelayanan jemaah […]

expand_less