Artikel

PKUB Kecamatan Juwiring Klaten Diskusikan Pentingnya Merawat Kerukunan

KLATEN – Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kecamatan Juwiring, Klaten menggelar diskusi untuk membahas pentingnya merawat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Pertemuan ini dihadiri pengurus PKUB kecamatan, tokoh agama, dan perwakilan umat beragama se-Juwiring. Diskusi fokus pada strategi menjaga toleransi, memperkuat komunikasi antarumat, serta mencegah potensi konflik di tingkat akar rumput.

“Kerukunan itu tidak datang sendiri. Ia harus dirawat setiap hari lewat sikap saling menghargai, gotong royong, dan dialog yang sehat,” ujar ketua PKUB Juwiring Samsul Hadi, S, Ag, M, Pd.

Para pengurus PKUB Juwiring sepakat bahwa kerukunan adalah modal utama untuk mewujudkan kehidupan sosial yang aman, damai, dan produktif.

“PKUB Juwiring berkomitmen menjadikan forum ini sebagai ruang rutin untuk edukasi dan penguatan moderasi beragama di wilayah kecamatan.” katanya.

Menurutnya dengan semangat kebersamaan, PKUB Juwiring optimis Juwiring tetap menjadi contoh kecamatan yang rukun meski berbeda keyakinan.

“Merawat kerukunan menjadi tugas bersama. Nggak bisa hanya pemerintah, nggak bisa hanya satu agama. Tokoh lintas agama punya peran penting karena suaranya didengar umat.” kata Samsul Hadi.

Lewat diskusi PKUB Juwiring ini yang mengemuka diantaranya para
okoh agama hendaknya nenjadi teladan sikap toleransi, meluruskan pemahaman yang dapat memecah belah umat.
Sedangkan pemerintah kecamatan/desa memfasilitasi ruang dialog & kegiatan bersama, senentara
masyarakat membiasakan gotong royong lintas iman, dari bersih desa sampai ronda, dan kegiatan lainnya.

“Jika semua pihak berjalan bersama-sama kerukunan tidak hanya menjadi jargon, tetapi menjadi kebiasaan dan kebutuhan keseharian.” pungkasnya. ( Moch.Isnaeni )

Related Articles

Back to top button