Artikel

KH.Syamsuddin Asyrofi :Peran Penting Tokoh Agama Cegah Dini Konflik Paham Keagamaan Islam

KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa para tokoh agama memiliki peran penting dalam rangka cegah dini potensi konflik sosial berdimensi agama termasuk agama islam di masyarakat.

Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi saat menjadi nara sumber dalam acara dialog cegah dini konflik paham keagamaan islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten di aula Al-Ikhlas, Rabu ( 13/8/2025 ).

Menurutnya kegiatan dialog Cegah Dini dan Deteksi Dini Konflik Paham Keagamaan Islam ini penting dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada para tokoh agama karena merekalah sebagai patron-patron yang mampu melakukan cegah dini konflik sosial berdimensi agama di masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan, di antaranya jajaran Kantor Kemenag Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam, media massa, Kepolisian Resor Kabupaten Klaten, Dandim, Kejaksaan, Kesbangpol, Kantor Urusan Agama (KUA), serta Penyuluh Agama Islam

Menurut Syamsuddin forum dialog ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan membangun pemahaman bersama dalam menghadapi potensi konflik yang berkaitan dengan paham keagamaan Islam, khususnya melalui upaya pencegahan dan deteksi dini.

Dikatakan bahwa berdasarkan data dari Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama tahun 2022, tercatat 57 kasus (66%) konflik terjadi di internal agama, dan 29 kasus (34%) merupakan konflik lintas agama.

“Fakta ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika pemahaman keagamaan di tengah masyarakat.” kata Syamsuddin.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Klaten Dr. H.Anif Solikhin, S.Ag, M.Si menekankan bahwa seluruh ASN Kementerian Agama harus memiliki kepekaan terhadap potensi konflik keagamaan secara cepat serta segera mengambil langkah konkret dalam penanganannya karena persentase konflik terbesar justru berasal dari internal agama.

“Menganalisis, menghimpun secara cepat, segera kita deteksi, siapa orangnya yang melakukan, baik melalui lisan maupun media sosial.

“Jika tidak ada tindakan cepat secara sosial, maka bisa terjadi konflik terbuka. ASN Kemenag Klaten harus cepat menginformasikan dan menelusuri, khususnya kesepahaman dalam agama di mana konflik terbesar justru datang dari lingkungan internal misalnya Islam sebagai agama dengan pemeluk terbesar” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa konflik terbuka yang tidak ditangani sejak dini dapat memicu benturan fisik di tengah masyarakat, sehingga diperlukan sinergi lintas sektor dalam mendeteksi gejala awal dan merumuskan solusi.

Anif Solikhin mengatakan melalui forum diskusi ini, diharapkan terbentuk kolaborasi strategis antara tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat dalam merawat kerukunan antarumat beragama, sekaligus memperkuat moderasi beragama sebagai fondasi kehidupan sosial yang harmonis di Kabupaten Klaten. ( Moch.Isnaeni )

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button