Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Artikel » Syamsuddin Asyrofi :Nyepi dan Takbiran Idul Fitri, Momentum Memperkuat Toleransi dan Harmoni Sosial

Syamsuddin Asyrofi :Nyepi dan Takbiran Idul Fitri, Momentum Memperkuat Toleransi dan Harmoni Sosial

  • account_circle fkubklaten
  • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa Hari Suci Nyepi yang bertemu dan bertepatan dengan malam Takbiran Idul Fitri, merupakan momentum memperkuat toleransi dan harmoni sosial di masyarakat yang plural.

Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi di Klaten, Kamis ( 19/3/2026 ) menanggapi adanya 2 hari raya yang bersamaan antara Hari Suci Nyepi dan Malam Idul Fitri di tahun 2026 ini.

Menurut Syamsuddin Asyrofi tahun ini terjadi momentum yang sarat makna ketika Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948/2026 bertepatan dengan malam takbiran menyambut Idulfitri 1447 H.

“Pertemuan dua perayaan suci ini menjadi gambaran nyata bagaimana keberagaman di Indonesia dapat berjalan dalam harmoni, saling menghormati, dan penuh toleransi.” katanya.

Dikatakan bagi umat Hindu Nyepi merupakan hari yang sakral untuk melakukan Catur Brata Penyepian, yaitu tidak menyalakan api atau cahaya (amati geni), tidak bekerja (amati karya), tidak bepergian (amati lelungan), serta tidak menikmati hiburan (amati lelanguan).

“Selama 24 jam, suasana menjadi hening sebagai bentuk refleksi diri, pengendalian diri, serta upaya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.” katanya.

Di saat yang sama kata Syamsuddin Asyrofi umat Muslim merayakan malam takbiran sebagai ungkapan rasa syukur dan kegembiraan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama sebulan penuh.

“Kumandang takbir menjadi simbol kemenangan spiritual, sekaligus pengingat akan kebesaran Tuhan dan pentingnya memperkuat nilai kebersamaan.” ujarnya.

Sementara itu perwakilan umat Hindu di FKUB Kabupaten Klaten Wusnu Hendrata mengatakan bahwa pertemuan dua momentum suci ini tidak hanya menjadi peristiwa kebetulan dalam kalender, tetapi juga mengandung pesan mendalam bagi seluruh masyarakat.

“Nyepi mengajarkan tentang keheningan, introspeksi, dan pengendalian diri, sementara takbiran membawa pesan syukur, kebahagiaan, dan semangat persaudaraan. Kedua nilai tersebut sejatinya saling melengkapi dan menguatkan kehidupan bermasyarakat yang damai.” katanya.

Dalam situasi seperti ini menurut Wisnu Hendrata sikap saling menghormati menjadi kunci utama dalam menjalani kehidupan di masyarakat yang heterogen.

“Setiap umat diharapkan dapat menjalankan ibadahnya dengan penuh kesadaran untuk menjaga ketenangan, menghargai keyakinan orang lain, serta menumbuhkan rasa empati terhadap sesama.” katanya.

Toleransi menurut Wisnu Hendrata bukan hanya sekadar sikap menerima perbedaan, tetapi juga kemauan untuk saling menjaga ruang ibadah masing-masing agar tetap berlangsung dengan khidmat.

“Momen Nyepi yang bertemu dengan malam takbiran ini juga menjadi pengingat bahwa Indonesia dibangun di atas keberagaman.” ujarnya.

Dikatakan bahwa perbedaan agama, budaya, dan tradisi bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan, melainkan kekayaan yang memperkuat persatuan bangsa.

“Ketika masyarakat mampu menjaga saling pengertian, maka harmoni sosial akan dapat terus terpelihara.” katanya.

Pada akhirnya kata Wisnu Hendrata, pertemuan dua hari suci ini mengajak seluruh masyarakat untuk meneguhkan kembali nilai toleransi, persaudaraan, dan saling menghormati.

“Dengan semangat kebersamaan tersebut, Indonesia dapat terus menjadi contoh bagaimana keberagaman dirawat dalam kedamaian, sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.” pungkasnya.( Moch.Isnaeni )

  • Penulis: fkubklaten

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panen Kedelai di Desa Tegalrejo: FKUB Klaten Wujudkan Kerukunan Berbasis Pertanian

    Panen Kedelai di Desa Tegalrejo: FKUB Klaten Wujudkan Kerukunan Berbasis Pertanian

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 45
    • 1Komentar

    Klaten, 10 Oktober 2023 – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten melaksanakan program pemberdayaan Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) tingkat desa dengan berbasis pertanian. Bertempat di Desa Tegalrejo, Ceper, kegiatan ini mengusung tema “Kerukunan Berbasis Pertanian Panen Kedelai”. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil […]

  • Penguatan dan Pembinaan PKUB Kecamatan dan Desa Untuk Jaga Kondusifitas KLATEN

    Penguatan dan Pembinaan PKUB Kecamatan dan Desa Untuk Jaga Kondusifitas KLATEN

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 21
    • 0Komentar

    KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa kegiatan Penguatan dan pembinaan Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) di tingkat Kecamatan dan Desa di Karanganom, Klaten menjadi sangat penting untuk menjaga kondusifitas serta sinergitas antarumat, terutama dalam merawat toleransi dan kerukunan. Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi saat […]

  • Syamsuddin Asyrofi :Peran Tokoh Agama Perkuat Harmoni Sosial di Masyarakat

    Syamsuddin Asyrofi :Peran Tokoh Agama Perkuat Harmoni Sosial di Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KLATEN – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa kerukunan umat beragama di Klaten hingga saat ini dinilai terjaga dengan baik. Kondisi tersebut tidak terlepas dari peran penting tokoh agama yang terus memberikan edukasi kepada masyarakat melalui dakwah/ dialog yang menyejukkan, mengedepankan akhlakul karimah, serta menghindari narasi […]

  • Ketua Umum Matakin Berikan Penghargaan ke Bupati Klaten Adanya Klenteng Pertama dan satu-satunya di Kabupaten Klaten

    Ketua Umum Matakin Berikan Penghargaan ke Bupati Klaten Adanya Klenteng Pertama dan satu-satunya di Kabupaten Klaten

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 38
    • 0Komentar

    KLATEN — Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin), Budi Santosa Tanuwibowo, akan memberikan penghargaan istimewa atas adanya Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Klaten yang di dalamnya ada bangunan 6 rumahn ibadah termasuk Klenteng bagi umat Konghucu. Penghargaan tersebut menurut Budi Santosa Tanuwibowo akan diserahkan pada Rabu 17 Desember 2025 bersamaan Rakor […]

  • Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Klaten Terpilih Akan dilantik 20 Februari 2025 di Jakarta

    Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Klaten Terpilih Akan dilantik 20 Februari 2025 di Jakarta

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 20
    • 0Komentar

    KLATEN — Bupati Klaten Hj.Sri Mulyani memastikan bahwa pasangan Bupati dan wakil Bupati Klaten terpilih Hamenang Wajar Ismoyo dan Beni dipastikan akan dilantik secara serentak di Jakarta tanggal 20 Februari 2025. Hal itu disampaikan Sri Mulyani saat memberikan sambutan usai sidang paripurna terbuka Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) yang menetapjan pasangan Hamenang dan Beni […]

  • Lepas Kenal Jabatan Komandan Kodim 0723 Klaten di Pendopo Pemkab

    Lepas Kenal Jabatan Komandan Kodim 0723 Klaten di Pendopo Pemkab

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 29
    • 0Komentar

    KLATEN — Acara lepas kenal atau kepas sambut Komandan Kodim (Dandim) 0723 Klaten dilaksanakan di Pendopo Pemkab Klaten Sabtu ( 12/4/2025 ) dari Letkol Czi Bambang Setyo Triwibowo Dandim lama dengan Letkol Inf Slamet Hardianto Dandim baru yang sebelumnya menjabat sebagai Danyonif 408 Suhbrastha. Upacara serah terima jabatan ( Sertijab ) sebelumnya telah dilaksanakan di […]

expand_less