Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Artikel » Bupati Hamenang : MASJID BUKAN HANYA TEMPAT IBADAH, TAPI JUGA SEBAGAI PUSAT PENCERAHAN DAN PENGUATAN IMAN

Bupati Hamenang : MASJID BUKAN HANYA TEMPAT IBADAH, TAPI JUGA SEBAGAI PUSAT PENCERAHAN DAN PENGUATAN IMAN

  • account_circle fkubklaten
  • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KLATEN – Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengatakan bahwa keberadaan masjid memiliki peran yang lebih luas dari sekadar tempat ibadah umat Islam.

Hal tersebut disampaikan Hamenang saat meresmikan masjid Al Ikhlas komplek Rumah Sakit Umum ( RSU ) Islam Klaten, Sabtu ( 25/7/2026 ).

“Masjid dibangun bukan saja untuk beribadah bagi umat Islam tetapi juga untuk pencerahan dan penguatan keimanan dan ketaqwaan umat,” ujar Bupati Hamenang Wajar Ismoyo.

Menurutnya, masjid harus difungsikan sebagai pusat peradaban. Di dalamnya tidak hanya ada sholat berjamaah, tetapi juga ada kajian, pendidikan, kegiatan sosial, dan penguatan nilai-nilai kerukunan dan kebangsaan.

“Dengan begitu masjid bisa menjadi solusi atas permasalahan umat, sekaligus menjaga kerukunan dan stabilitas di tengah masyarakat Klaten,” lanjutnya.

Pemerintah Kabupaten Klaten memberikan apresiasi dan berkomitmen untuk terus mendukung program-program takmir masjid agar dapat menjadi motor penggerak pembangunan mental spiritual masyarakat.

Sebagaimana diketahui bahwa dimasa Nabi saw ataupun di masa sesudahnya, masjid menjadi pusat atau sentral kegiatan kaum muslimin. Kegiatan di bidang pemerintahanpun mencakup: ideologi, politik, ekonomi, sosial, peradilan, dan kemiliteran dibahas dan dipecahkan di masjid. Oleh karena itu masjid berfungsi pula sebagai pusat pengembangan kebudayaan Islam, terutama saat gedung-gedung fasilitasi pemerintahan itu belum didirikan. Masjid juga sebagai ajang halaqah atau diskusi, tempat mengaji, dan memperdalam ilmu-ilmu agama ataupun umum.

Bahkan pertumbuhan remaja masjid, dewasa ini juga termasuk upaya memaksimalkan fungsi kebudayaan yang diemban masjid.

Dalam ceramahnya saat peresmian masjid Al Ikhlas ini Prof. Dr. H. Suparman Marzuki, M.A mengatakan bahwa di masyarakat saat ini, masjid pada umumnya masih dipahami sebagai tempat ibadah, seperti tempat shalat. Selain itu masjid paling-paling hanya digunakan untuk kegiatan pengajian. Sedangkan fungsi-fungsi lain dari masjid sudah dilembagakan sendiri.

“Sudah ada lembaga-lembaga pendidikan, lembaga permusyawaratan, lembaga peradilan dan lembaga-lembaga layanan lainnya.

“Padahal misi masjid lebih dari itu. Masjid digunakan sebagai simbol persatuan manusia dan masjid sebagai pusat ibadah dan peradaban.” katanya.

Dikatakan bahwa sekolah dan universitas lahir dari masjid. Optimalisasi peran dan fungsi masjid yaitu menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga tempat mengasuh umat sebagai bagian dari pendidikan Islam informal.

“Pendidikan sangat penting bagi umat Islam. Dengan pendidikan, umat Islam tidak hanya memiliki kepribadian yang baik, tetapi juga pengetahuan dan pemahaman yang luas serta untuk menguasai ajaran Islam dengan baik sehingga dapat membedakan antara kebenaran dan kebatilan.” katanya.

Ketua Yayasan Jamaah Haji ( YJH ) Klaten Ir. H. Rofiq Muttaqien dalam sambutannya mengatakan jika melihat sejarah peradaban Islam, baik pada zaman Nabi maupun pada zaman keemasan Islam di Andalusia (Spanyol), peran masjid begitu besar. Masjid tidak hanya berfungsi untuk menyelenggarakan shalat, tetapi juga sebagai sarana sosial yang berperan dalam perkembangan pendidikan, ekonomi, dan politik kerakyatan.

“Peran masjid sebagai pusat pembelajaran juga sangat mempengaruhi kemajuan Islam di manapun berada. Pada saat itu, masjid dilengkapi dengan perpustakaan yang dapat diakses oleh orang-orang.” katanya.

Bahkan kata Rofiq Muttaqien , masjid menjadi basis para intelektual untuk mengembangkan keahliannya. Serambi masjid melahirkan cendekiawan muslim seperti Ibnu Rusy dan Ibnu Sina.

“Menurut biografinya, kedua ulama tersebut banyak menghabiskan waktu dengan membaca di perpustakaan masjid yang ada pada masanya.” ujarnya.

Ketua Panitia peresmian masjid Al Ikhlas RSU Islam Klaten KH. Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa masjid adalah tempat ibadah kepada Allah SWT. Selain itu, masjid berfungsi sebagai juga pusat peradaban ummat.

“Dari masjid kemajuan ummat dimulai dan ditata sehingga masjid merupakan hal yang sangat penting bagi umat Islam karena masjid memiliki sejarah yang tidak terpisahkan dan sangat erat kaitannya dengan umat Islam dimanapun berada.” kata Syamsuddin Asyrofi. ( Moch.Isnaeni )

  • Penulis: fkubklaten

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakor FKUB Solo Raya : Merawat Kerukunan Wujudkan Indonesia Yang Aman dan Damai

    Rakor FKUB Solo Raya : Merawat Kerukunan Wujudkan Indonesia Yang Aman dan Damai

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 40
    • 0Komentar

    KLATEN — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se Solo Raya mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) untuk merawat kerukunan, mewujudkan Indonesia yang aman dan damai. Rakor menghadirkan Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia Uda Pangelingsir Agung Putra Sukahet beserta Sekjen KH. Taslim Syahlan dan Wakil Sekjen Pendeta Samuel, Ketua Umum Mahelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia ( Matakin ) […]

  • Syamsuddin Asyrofi:Sinergi Pemerintah dan FKUB Pemperkuat Persatuan Bangsa dan Harmoni Sosial.

    Syamsuddin Asyrofi:Sinergi Pemerintah dan FKUB Pemperkuat Persatuan Bangsa dan Harmoni Sosial.

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 35
    • 0Komentar

    KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dengan tema “Sinergi Pemerintah dan FKUB Guna Memperkuat Persatuan Bangsa dan Harmoni Sosial”. Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi saat mengikuti Rakornas FKUB dan pemerintah di […]

  • Ketua FKUB Klaten : Bedah Buku “Jejak Kerukunan” Untuk Menguatkan Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa

    Ketua FKUB Klaten : Bedah Buku “Jejak Kerukunan” Untuk Menguatkan Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 40
    • 0Komentar

    KLATEN – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, KH. Syamsuddin Asyrofi menyatakan bahwa kegiatan Bedah Buku “Jejak Kerukunan dan Toleransi di Klaten Sejak Zaman Mataram Kuno” bertujuan menguatkan komitmen bersama dalam menjaga keutuhan bangsa. Hal tersebut disampaikan Syamsuddin Asyrofi menyampaikan sambutan ucapan selamat datang dalam acara bedah buku Jejak Kerukunan dan Toleransi di […]

  • Ida Pangelingsir :Ikut Kehilangan Atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Umat Katholik Dunia Paus Fransiskus

    Ida Pangelingsir :Ikut Kehilangan Atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Umat Katholik Dunia Paus Fransiskus

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DENPASAR — Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet menyatakan ikut berduka cita dan kehilangan atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Umat Katholik Dunia Paus Fransiskus. Hal itu disampaikan dihadapan sejumlah awak media di Denpasar, Senin ( 21/4/2025 ) begitu mendapatkan kabarPemimpin umat Katolik sekaligus kepala negara Vatikan, […]

  • Ketua FKUB Klaten :PKUB Desa dan PKUB Kecamatan serta FKUB Tugasnya Membantu Pemerintah

    Ketua FKUB Klaten :PKUB Desa dan PKUB Kecamatan serta FKUB Tugasnya Membantu Pemerintah

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 28
    • 0Komentar

    KLATEN – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH. Syamsuddin Asyrofi menegaskan bahwa tugas utama FKUB dan PKUB Desa maupun PKUB Kecamatan dan jajarannya adalah menjadi mitra pemerintah dalam merawat kerukunan umat beragama. Pernyataan itu disampaikan beliau dalam acara pembinaan dan penguatan serta pendampingan PKUB di aula Kecamatan Pedan Klaten, Kamis […]

  • Prof. Imam Yahya :Perayaan Nyepi dan Idul Fitri Perkuat Peran Agama dalam Merawat Kerukunan

    Prof. Imam Yahya :Perayaan Nyepi dan Idul Fitri Perkuat Peran Agama dalam Merawat Kerukunan

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 35
    • 0Komentar

    SEMARANG — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Imam Yahya, M.Ag., mengatakan bahwa adanya Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947 yang hampir bersamaan waktunya dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1466 H/2025 M menjadikan peran agama untuk memperkuat kerukunan di masyarakat. Hal itu disampaikan Imam Yahya di Semarang […]

expand_less