Artikel

Kakan Kemenag Klaten:Kerukunan Adalah Kebutuhan, Bukan Pilihan. Paradigma Baru Rawat Kebhinekaan

KLATEN – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten H. Khumaidin, S.Ag,M.Ag mengatakan kerukunan umat beragama bukan lagi sekadar jargon, melainkan kebutuhan mendasar masyarakat Klaten.

Pernyataan itu disampaikannya saat menjadi nara sumber dalam acara Sarasehan Paguyuban Kerukunan Umat Beragama ( PKUB ) Kecamatan dan Desa/Kelurahan se Kabupaten Klaten yang berlangsung di Pendopo Pemkab Klaten, Selasa ( 9/6/2026 ).

Menurutnya sarasehan ini dimaksudkan untuk melakukan penguatan peran tokoh lintas agama dalam merawat kerukunan di masyarakat.

Kegiatan kolaborasi FKUB Kabupaten Klaten dengan Badan Kesbangpol Pemkab Klaten ini diikuti sebanyak 440 peserta terdiri dari 26 orang dari PKUB Kecamatan, 401 orang dari PKUB Desa/Kelurahan selebihnya dari FKUB dan tokoh lintas agama.

“Kerukunan merupakan suatu kebutuhan: sebuah paradigma baru merawat kebhinekaan di Kabupaten Klaten. Dulu kita bicara toleransi, sekarang kita harus naik level ke ‘kerukunan yang produktif’. Artinya, beda iman tidak jadi penghalang, tapi justru jadi energi untuk membangun Klaten yang lebih maju,” ujar H. Khumaidin.

Menurut beliau, paradigma baru ini menuntut tokoh lintas agama bergerak dari mimbar ke tengah masyarakat. Tokoh agama tidak cukup hanya menyampaikan ceramah toleransi, tetapi harus hadir sebagai mediator, pendengar, dan contoh nyata hidup guyub rukun.

” Aksi nyata para tokoh agama lintas agama, mulai dari siap hadir di acara pertemuan silaturahmi, lapor cepat jika ada potensi konflik SARA di wilayah, saling membantu, giat bergotong royong dan sebagainya” katanya.

Dikatakan jikalau paradigma baru ini dijalankan tokoh agama sampai level RT/RW, insyaAllah Klaten akan jadi contoh nasional bagaimana merawat kebhinekaan tanpa kehilangan jati diri masing-masing agama,” pungkas H. Khumaidin.

Sementara itu Ketua FKUB Kabupaten Klaten KH.Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa merawat kerukunan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

“Alhamdulillah berkat peran-peran tokoh lintas agama yang tergabung di FKUB dan PKUB Kecamatan dan Desa/Kelurahan aman dan kondusif” katanya.
( Moch.Isnaeni )

Related Articles

Back to top button