Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Artikel » Pertama di Indonesia :Ketua FKUB Klaten Kukuhkan Pengurus Kecamatan Sadar Kerukunan Berbasis Budaya KecamatanJatinom

Pertama di Indonesia :Ketua FKUB Klaten Kukuhkan Pengurus Kecamatan Sadar Kerukunan Berbasis Budaya KecamatanJatinom

  • account_circle fkubklaten
  • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengukuhkan pengurus Kecamatan Sadar Kerukunan berbasis budaya Kecamatan Jatinom, Klaten, di pendopo Yayasan Ash-Shomad Internasional Jatinom Klaten, Rabu ( 30/7/2025 ) Menurut Syamsuddin pembentukan pengurus Kecamatan Sadar Kerukunan berbasis budaya Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten merupakan langkah penting dalam mempromosikan kerukunan dan harmoni di masyarakat. “Terbentuknya pengurus Kecamatan Sadar Kerukunan berbasis budaya ini bagian dari ikhtiar membangun kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam memelihara kerukunan dan toleransi antarumat beragama.” kata Syamsuddin. Pengukuhan pengurus Kecamatan Sadar Kerukunan berbasis budaya ini melibatkan berbagai pihak unsur komunitas dan pelaku budaya di Kecamatan Jatinom yang jumlahnya mencapai 13 komunitas.”Pengurus Kecamatan sadar kerukunan berbasis budaya ini telah merencanakan sejumlah kegiatan budaya diantaranya pelatihan dan workshop untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas pengurus dalam mempromosikan kerukunan.” jelasnya.Menurutnya kegiatan sosial dan budaya yang mempromosikan toleransi dan harmoni antarumat beragama di masyarakat untuk penguatan pengurus sebelum melakukan aktifitas budaya lebih lanjut.”Kecamatan sadar kerukunan berbasis budaya ini menurut Syamsuddin pertama kali dibentuk di Indonesia kolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil dan pemerintah setempat untuk memperkuat upaya kerukunan” ujarnya lagi..Inisiatif ini menurutnya dapat membantu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memelihara kerukunan, serta mempromosikan toleransi dan harmoni antarumat beragama di Kecamatan Jatinom dan sekitarnya melalui produk-produk budaya.Pengurus Kecamatan Sadar Kerukunan berbasis budaya Kecamatan Jatinom terdiri dari unsur Pembina yakni Forkompincam setempat dan Pengurus FKUB Kabupaten Klaten, sedangkan penasehat adslah ketua PKUB Kecamatan dan sejumlah tokoh lintas budaya di Kecamatan Jatinom, semenara pengurus Kecamatan Sadar Kerukunan berbasis budaya terdiri dari para tokoh, pegiat, dan pelaku budaya dari komunitas budaya di Kecamatan Jatinom Klaten. Camat Jatinom Klaten Agus Sunyoto mengaku gembira dengan dibentuknya pengurus Kecamatan Sadar Kerukunan berbasis budaya yang sudah digagas sejak lama dan saat ini sudah terbentuk.”Yang selama ini kita tahu adalah Desa sadar kerukunan, kali ini kita bentuk Kecamatan sadar kerukunan berbasis budaya di Kecamatan Jatinom Klaten ” katanya.Tujuan dibentuknya pengurus Kecamatan Sadar Kerukunan berbasis budaya menurut Agus Sunyoto adalah untuk mempromosikan dan memelihara kerukunan dan harmoni di masyarakat dengan memanfaatkan nilai-nilai budaya lokal. “Tujuan secara spesifik adalah untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memelihara kerukunan dan toleransi antarumat beragama” katanya.Tujuan lain menurut Agus Sunyoto adalah memanfaatkan nilai-nilai budaya lokal untuk mempromosikan kerukunan dan harmoni di masyarakat.”Membangun jaringan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat sipil, pemerintah, dan komunitas lokal, untuk memperkuat upaya kerukunan.” katanya.Pengurus Kecamatan Sadar Kerukunan berbasis budaya juga ingin mengembangkan program-program kerukunan yang berbasis budaya dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan mempromosikan kerukunan dan harmoni, sehingga masyarakat dapat hidup dengan lebih damai dan sejahtera.Dengan demikian, pengurus Kecamatan Sadar Kerukunan berbasis budaya dapat menjadi salah satu upaya untuk mempromosikan kerukunan dan harmoni di masyarakat, serta memelihara nilai-nilai budaya lokal yang positif. ( *Moch.Isnaeni* )

  • Penulis: fkubklaten

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengembangan Desa Sadar Kerukunan Berbasis Budaya Bagian Ikhtiar Merawat Kerukunan

    Pengembangan Desa Sadar Kerukunan Berbasis Budaya Bagian Ikhtiar Merawat Kerukunan

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 32
    • 0Komentar

    KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa model pengembangan Desa sadar kerukunan berbasis budaya dan kearifan lokal merupakan bagian dari ikhtiar merawat kerukunan di masyarakat. Hal itu disampaikan Syamsuddin saat memberikan sambutan dan penguatan pada acara koordinasi dan silaturahmi Forkompincam dan Paguyuban Kerukunan Umat Beragama […]

  • Pendeta Harno Sakino :Pusat Edukasi Kerukunan Sarana Belajar Membangun Kebersamaan.

    Pendeta Harno Sakino :Pusat Edukasi Kerukunan Sarana Belajar Membangun Kebersamaan.

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 32
    • 0Komentar

    KLATEN — Sekertaris Komisi Rekomendasi Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten Pendeta Harno Sakino mengatakan bahwa keberadaan pusat edukasi kerukunan umat beragama di komplek Ghra Bung Karno Klaten menjadi sarana belajar membangun kebersamaan menguatkan kerukunan dan toleransi bagi anak usia dini.Anak-anak sekolah yang mengikuti kegiatan outing class dapat belajar membentuk karakter dan […]

  • Inovasi Strategis: PKUB RT/RW di Klaten, Pertama di Indonesia Jadi Ikhtiar Merawat Kerukunan dari Akar Rumput

    Inovasi Strategis: PKUB RT/RW di Klaten, Pertama di Indonesia Jadi Ikhtiar Merawat Kerukunan dari Akar Rumput

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 24
    • 0Komentar

    KLATEN – Pembentukan PKUB tingkat RT/RW se-Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten yang baru saja dikukuhkan Ketua FKUB Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi disebut sebagai inovasi baru dan strategis. Langkah ini jadi ikhtiar nyata merawat kerukunan di masyarakat akar rumput karena menyentuh langsung masyarakat paling bawah di tingkat RT/RW. Pengukuhan pengurus PKUB RT/RW desa se Kecamatan Juwiring […]

  • Ida Pangelingsir :Nyepi dan Idul Fitri Momen Penting Wujudkan Harmoni Sosial

    Ida Pangelingsir :Nyepi dan Idul Fitri Momen Penting Wujudkan Harmoni Sosial

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 31
    • 0Komentar

    BALI — Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet mengatakan bahwa Idul Fitri dan Nyepi yang berdekatan merupakan momentum langka untuk memperkuat harmoni sosial dan toleransi di Indonesia. Pertemuan momen keheningan (Catur Brata Nyepi) dan sukacita (takbiran/lebaran) menurut Ida Pangelingsir menuntut sikap saling menghormati, di mana […]

  • Tanamkan Nilai Kerukunan Dan Toleransi SD Aisyiyah Full Day Wedi Adakan Outing Class Di Pusat Edukasi Kerukunan

    Tanamkan Nilai Kerukunan Dan Toleransi SD Aisyiyah Full Day Wedi Adakan Outing Class Di Pusat Edukasi Kerukunan

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 29
    • 0Komentar

    KLATEN — Sebanyak 106 siswa dan 7 guru pendamping dari SD Aisyiyah Full Day Wedi Kabupaten Klaten melaksanakan kegiatan outing class di Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama komplek Ghra Bung Karno Klaten pada Selasa ( 11/11/2025 ). Kedatangan anak-anak siswa SD Aisyiyah Full Day Wedi Klaten ini disambut Pendeta Harno Sakino dari (unsur) Kristen, Sunarso […]

  • Prof.Dr.Ir.H.Sardjito, Ph.D :Idul Fitri Bukan Sekedar Perayaan Tetapi Menjadi Titik Balik Meningkatkan Kualitas Diri

    Prof.Dr.Ir.H.Sardjito, Ph.D :Idul Fitri Bukan Sekedar Perayaan Tetapi Menjadi Titik Balik Meningkatkan Kualitas Diri

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KLATEN — Prof. Dr. Ir. H. Sardjito, Ph.D mengatakan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan titik balik untuk meningkatkan kualitas diri setelah sebulan penuh ditempa di bulan Ramadan. Hal itu disampaikan Sardjito saat menyampaikan khutbah sholat Idul Fitri di Taman Lampion Klaten, Jumat ( 20/3/2026 ) yang dihadiri ribuan umat Islam di Klaten. “Idul […]

expand_less