Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Artikel » Syamsuddin Asyrofi :Apresiasi Pura Shantiloka Klaten Resmi Digunakan Untuk Ibadah Umat Hindu

Syamsuddin Asyrofi :Apresiasi Pura Shantiloka Klaten Resmi Digunakan Untuk Ibadah Umat Hindu

  • account_circle fkubklaten
  • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi memberikan apresiasi atas digunakannya Pura Shantiloka yang berada di Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama di komplek Ghra Bung Karno Klaten mulai digunakan untuk peribadatan bagi umat Hindu di Klaten.

“Kami bersyukur akhirnya Pura Shantiloka di pusat edukasi kerukunan umat beragama di komplek Ghra Bung Karno Klaten resmi digunakan bagi umat Hindu di Klaten untuk beribadah” katanya saat upacara Ngenteg Linggih dalam tradisi Hindu sebelum Pura digunakan untuk beribadah Minggu ( 7/9/2025 ).

Keberadaan 6 rumah ibadah di pusat edukasi kerukunan umat beragama komplek Ghra Bung Karno Klaten kata Syamsuddin dimaksudkan sebagai sarana untuk ibadah masing-masing umat agama sekaligus sebagai sarana merawat kerukunan.

Romo Wiku Satya Dharma Telaga Ketua Pandita ( Dharma Upapatti ) Provinsi Jawa Tengah yang memimpin upacara ini mengatakan bahwa upacara Ngenteg Linggih dalam tradisi Hindu adalah upacara yadnya yang bertujuan mengukuhkan dan mensthanakan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) beserta manifestasinya pada sebuah bangunan suci (seperti pura atau padmasana) agar menjadi tempat yang suci dan kudus untuk pemujaan.

Hal itu disampaikan Romo Wiku saat meresmikan Pura Shantiloka di komplek Ghra Bung Karno Klaten yang merupakan pura bagian dari pusat edukasi kerukunan umat beragama Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten Minggu ( 7/9/2025 ).

Menurutnya upacara ini merupakan bagian dari ibadah yang dilakukan setelah bangunan suci selesai dibangun, dan berfungsi untuk menyucikan serta memberikan kekuatan spiritual pada tempat tersebut, sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama.

“Makna dan Tujuan Upacara Ngenteg Linggih
adalah menobatkan atau mensthanakan Ida Sang Hyang Widhi dalam wujud-Nya pada pelinggih atau bangunan suci yang baru, sehingga Beliau berkenan hadir dan bersemayam di sana” katanya..

Dikatakan upacara ini sekaligus sebagsi penyucian dan Penyaktian yakni menyucikan dan menyakralkan bangunan suci agar layak sebagai tempat konsentrasi pemujaan umat Hindu.

Upacara ini adalah pengukuhan Kedudukan yaitu mengukuhkan kembali kedudukan tempat suci sebagai sarana pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi. katanya.

Selain itu upacara ini juga dimaksudkan untuk memperkuat Sradha dan Bhakti yakni memberikan kesempatan bagi umat Hindu untuk meningkatkan dan memperdalam sradha (keyakinan) dan bakti (pengabdian) kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Tentunya kita pubya harapan untuk menciptakan Keharmonisan, yaitu
memperkuat hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama, sesuai dengan filosofi Hindu” katanya.

Sementara itu ketua panitia upacara Ngeteg Linggi dan melapas pura Shantiloka I Gusti Gde Hendrata Wisnu mengatakan bahwa kegiatan upacara ini bagian dari Ibadah dan Rangkaian Upacara Yadnya dengan
Upacara Ngenteg Linggih adalah salah satu bentuk yadnya (korban suci) yang dilakukan untuk memuliakan Tuhan.

Setelah selesai Pembangunan sebelum digunakan untuk ibadah maka disuatu Pura
dilaksanakan upacara ini setelah bangunan suci seperti padmasana, sanggah pemerajan, atau pura selesai dibangun.

“Prosesi Ritual ini tentu
melibatkan berbagai rangkaian ritual yang diawali dengan menyampaikan niat kepada Ida Bhatara (upacara nuwasen), lalu melaksanakan upacara bhuta yadnya dengan pecaruan, mendem pedagingan, mendak Ida Bhatara, serta diakhiri dengan upacara nyenuk atau nyegara gunung” katanya.

Menurut Hendrata Wisnu puncak Spiritual dari upacara ini merupakan rangkaian upacara paling akhir dari upacara pamungkah, yang mengukuhkan fungsi dan keberadaan bangunan suci sebagai pusat aktivitas keagamaan bagi umat hindu” katanya.

Inti dari upacara ini menurut Hendrata Wisnu adalah memohon kepada Hyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha Esa agar Pura dapat berdiri abadi sepanjang masa. ( Moch.Isnaeni )

  • Penulis: fkubklaten

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Camat Gantiwarno :Peran Strategis Tokoh Agama Dalam Merawat Kerukunan

    Camat Gantiwarno :Peran Strategis Tokoh Agama Dalam Merawat Kerukunan

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KLATEN – Camat Gantiwarno V.Retno Setyaningsih mengatakan bahwa para tokoh lintas agama yang tergabung di Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) dan Paguyuban Kerukunan Umat Beragama ( PKUB ) Kecamatan dan Desa memiliki peran strategis bagi umat dalam menggerakkan moderasi beragama untuk mewujudkan kerukunan antarumat beragama di masyarakat. Hal itu disampaikan Retno Setyaningsih saat memberikan […]

  • Momentum HUT Kemerdekaan RI Wujudkan Kehidupan Yang Harmonis, Rukun dan Damai

    Momentum HUT Kemerdekaan RI Wujudkan Kehidupan Yang Harmonis, Rukun dan Damai

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 45
    • 0Komentar

    KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa memperingati HUT RI ke-80 adalah momentum yang tepat untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis, rukun, dan damai dalam keberagaman masyarakat Indonesia. Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi usai mengikuti upacara detik-detik proklamasi dalam HUT RI ke 80 di aloon-aloon Klaten […]

  • 30 Anak TK Kristen Tunas Kasih Adakan Outing Class di Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama Klaten

    30 Anak TK Kristen Tunas Kasih Adakan Outing Class di Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama Klaten

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 24
    • 0Komentar

    KLATEN — Untuk yang pertama kali sejak diresmikan bupati Klaten sebanyak 30 anak Siswa Taman Kanak-Kanak (TK) Kristen Tunas Kasih Desa Taji Prambanan Klaten melakukan kunjungan belajar atau outing class ke Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama di Komplek Ghra Bung Karno Klaten , Kamis (20/3/2025). Sebanyak 30 anak TK Kristen Tunas Kasih ini antusias mengikuti […]

  • Peserta KKT Pertama Kunjungi Sejumlah Rumah Ibadah di Singkawang

    Peserta KKT Pertama Kunjungi Sejumlah Rumah Ibadah di Singkawang

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 38
    • 0Komentar

    SINGKAWANG — Peserta Konferensi Kota Toleran (KKT) di Singkawang, Kalimantan Barat, melakukan kunjungan ke sejumlah rumah ibadah sebagai upaya merawat kerukunan dan toleransi. Kota Singkawang merupakan kota yang dikenal dengan tingkat toleransi yang tinggi dan telah beberapa kali meraih predikat sebagai kota paling toleran di Indonesia. Ketua FKUB Kabupaten Klaten KH.Syamsuddin Asyrofi menyampaikan bahwa kunjungan […]

  • Ida Pangelingsir : Festival Candi Kembar untuk Kerukunan dan Perdamaian Dunia

    Ida Pangelingsir : Festival Candi Kembar untuk Kerukunan dan Perdamaian Dunia

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 27
    • 0Komentar

    KLATEN – Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, menegaskan bahwa Festival Candi Kembar digelar sebagai wujud nyata upaya memperkuat kerukunan dan menyebarkan pesan perdamaian ke tingkat global. Menurutnya, nilai sejarah Candi Plaosan yang menjunjung tinggi hidup berdampingan antarumat beragama menjadi dasar utama penyelenggaraan festival ini. “Festival Candi Kembar ini adalah untuk […]

  • dr.Fuad Al Hamidi :FKUB Demak Berkunjung Ke Klaten Untuk Mengetahui Inovasi Merawat Kerukunan*

    dr.Fuad Al Hamidi :FKUB Demak Berkunjung Ke Klaten Untuk Mengetahui Inovasi Merawat Kerukunan*

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 32
    • 0Komentar

    KLATEN – Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, bersama Kesbangpol Kabupaten Demak bersilaturahmi dengan kunjung kerja ke FKUB dan Kesbangpol Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Rabu, (10/06/2026) untuk mengetahui lebih jauh sejumlah inovasi FKUB Klaten dalam berikhtiar merawat kerukunan. Dalam kunjungannya rombongan diterima oleh FKUB Kabupaten Klaten bersama Perwakilan Kesbangpol […]

expand_less