Artikel

Ida Pangelingsir : Festival Candi Kembar Untuk Penguatan Kerukunan dan Perdamaian

KLATEN – Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, menegaskan bahwa Festival Candi Kembar di Desa Bugisan, Prambanan, Klaten, merupakan wujud nyata dari nilai sejarah Candi Plaosan yang menjunjung tinggi kerukunan dan perdamaian.

Hal itu disampaikan Ida Pangelingsir di Hotel Sahid Raya Yogyakarta kepada sejumlah awak media , Jumat malam ( 22/5/2026 ).

Menurutnya, keberadaan Candi Plaosan yang dibangun berdampingan oleh umat Buddha dan Hindu pada abad ke-9 menjadi bukti bahwa toleransi sudah hidup sejak lama di tanah Prambanan Klaten.

Nilai tersebut, kata Ida Pangelingsir, perlu terus dihidupkan melalui kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat luas, pegiat seni budaya dan para tokoh lintas agama setempat untuk menguatkan kerukunan dan perdamaian dunia.

“Festival Candi Kembar ini wujud dari ungkapan sejarah Candi Plaosan adanya kerukunan dan perdamaian untuk dunia,” ujarnya.

Ia berharap festival ini dapat menginspirasi penguatan kerukunan umat beragama tidak hanya di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten, tetapi juga menjadi pesan perdamaian bagi dunia.

Di tempat yang sama ketua Panitia Harian pelaksana Pekan Kerukunan Internasional di Manado yang juga hadir di puncak acara Festival Candi Kembar Evans Steven Liow, S.Sos, MM beserta Dewan Pembina Panitia pelaksana DR. Cornelius Ronowijoyo, Phd memberikan apresiasi yang tinggi adanya Festival Candi Kembar di Desa Bugisan Prambanan Klaten yang membawa pesan untuk kerukunan dan perdamaian.

“Festival Candi Kembar ini membawa pesan penting tentang kerukunan dan perdamaian ( Harmony and Piece ) dari Klaten untuk Indonesia dan dunia” kata Cornelius Ronowijoyo.( Moch.Isnaeni )

Related Articles

Back to top button