Pentingnya Kerukunan Umat Beragama di Kalangan Generasi Muda/ Generasi Milineal Gen Z di Kabupaten Klaten

Sejak Bulan September 2023 ditugaskan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten untuk menjadi pengurus FKUB Klaten dan saat ini menjabat sebagai Ketua Angkatan Muda Haji Indonesia (AMHI) Kabupaten Klaten. Banyak sekali sebagai generasi muda saya belajar bersama bapak-bapak pengurus FKUB Klaten terkait kerukunan umat beragama. Sebagai generasi muda dan anggota pengurus FKUB Termuda Kabupaten Klaten saya merasa terpanggil untuk membumikan nilai-nilai kerukunan umat Bergama di kalangan generasi muda, ditengah-tengah degradasi moral dan tawuran dikalangan generasi muda saat ini.
Kerukunan umat beragama merupakan hal yang penting bagi generasi muda, karena mereka adalah penerus bangsa yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Generasi muda harus memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya kerukunan umat beragama, sehingga mereka dapat menghargai perbedaan dan hidup berdampingan secara harmonis dengan sesamanya.
Ada beberapa manfaat kerukunan umat beragama bagi generasi muda, di antaranya:
1. Mewujudkan masyarakat yang damai dan harmonis
Kerukunan umat beragama dapat menciptakan masyarakat yang damai dan harmonis. Dengan adanya kerukunan umat beragama, masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati, terlepas dari perbedaan agama yang mereka anut.
2. Meningkatkan toleransi dan pemahaman antar umat beragama
Kerukunan umat beragama dapat meningkatkan toleransi dan pemahaman antar umat beragama. Dengan adanya kerukunan umat beragama, generasi muda dapat belajar untuk saling memahami dan menghargai perbedaan agama di antara mereka.
3. Membicarakan/diskusi rasa kebersamaan dan kesatuan bangsa
Kerukunan umat beragama dapat mengembangkan rasa kebersamaan dan kesatuan bangsa. Dengan adanya kerukunan umat beragama, generasi muda dapat merasa menjadi bagian dari bangsa Indonesia, terlepas dari perbedaan agama yang mereka anut.
4. Menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan
Kerukunan umat beragama dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan. Dengan adanya kerukunan umat beragama, generasi muda dapat fokus membangun bangsa, tanpa harus terpecah belah karena perbedaan agama.
Oleh karena itu, penting untuk menanamkan nilai-nilai kerukunan dan toleransi kepada generasi muda sejak dini. Nilai-nilai ini dapat ditanamkan melalui berbagai cara, di antaranya:
1. Pendidikan formal
Pendidikan formal dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kerukunan dan toleransi kepada generasi muda. Sekolah dapat mengajarkan materi tentang toleransi dan kerukunan beragama kepada siswa-siswinya. Kedepan terkait hal ini bisa dikolaborasikan dinas Pendidikan maupun pihak terkait dengan FKUB Klaten yang telah mempunyai pusat edukasi kerukunan yang ada di Grha Bung Karno.
2. Pendidikan informal
Pendidikan informal juga dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kerukunan dan toleransi kepada generasi muda. Orang tua, lingkungan sosial, pemangku kepentingan lainnya dan FKUB dapat ikut serta dalam menanamkan nilai-nilai ini kepada generasi muda. Kedepannya bisa diinisiasi terbentuknya paguyuban kerukunan umat beragama dikalangan generasi muda.
3. Pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari
Pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari juga dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kerukunan dan toleransi kepada generasi muda. Orang tua dan lingkungan sosial dapat memberikan contoh perilaku dan keteladanan yang mencerminkan nilai-nilai kerukunan dan toleransi kepada generasi muda.
Dengan menerapkan nilai-nilai kerukunan dan toleransi, generasi muda dapat menjadi agen perubahan (Agent of Change) yang menyebarkan nilai-nilai perdamaian dan persatuan dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Klaten.
Oleh: Azib Triyanto, S.T.,M.H. / FKUB Klaten