Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Artikel » Gladen Ageng Jemparingan Piagam Sismadi Menguatkan Kerukunan

Gladen Ageng Jemparingan Piagam Sismadi Menguatkan Kerukunan

  • account_circle fkubklaten
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 39
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa kegiatan Gladen Ageng Jemparingan Piagam Sismadi yang diselenggarakan keluarga besar Yayasan Ash-Shomad Internasional di Lapangan Desa Pandeyan Kecamatan Jatinom adalah baguan penting untuk menguatkan kerukunan.

Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi disela-sela menghadiri pembukaan kegiatan tersebut bersama Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Lapangan Desa Pandeyan Kecamatan Jatinom, Minggu ( 3/8/2025 ) yang lalu..

Menurut Syamsuddin Asyrofi Gladen ageng jemparingan piagam Sismadi yang ke 23 ini diikuti para peserta dari lintas iman, lintas agama sebuah acara olahraga panahan tradisional yang diadakan secara Nasional di Jatinom, Klaten oleh keluarga Alm dr. Sismadi Partodimulyo owner Yayasan Ash-Shomad Jatinom Klaten.

“Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Klaten sekaligus menyemarakkan acara tradisi budaya sebaran apem Yaqowiyu seperti yang terlihat pada acara tahunan yang diadakan untuk memperingati hari jadi ke-221 Klaten” kata Syamsuddin Asyrofi.

Dikatakan Acara ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Jawa dan Bali, Kalimantan, Sulawesi dengan mengenakan pakaian lurik tradisional dan pakaian adat masing-masing daerah.

“Peserta dari Jawa Tengah memakai pakaian sorjan gaya Yogyakarta atau Solo, sementara peserta dari Jawa Barat, Madura, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Bali memakai pakaian adat khas mereka.” imbuhnya.

Gladhen ageng Jemparingan khas Mataraman ini terlihat memiliki beberapa bandul atau sesi, dan pesertanya mencapai 516 orang.

“Selain sebagai ajang kompetisi, acara ini juga memberikan penghargaan kepada para peserta berupa piagam penghargaan, uang pelatihan, dan hadiah menarik lainnya.” kata Syamsuddin lagi.

Jadi, Gladhen Ageng Jemparingan Piagam Sismadi adalah acara panahan tradisional yang meriah dan sarat dengan nilai budaya, yang diadakan di Jatinom, Klaten, sebagai bagian dari perayaan hari jadi kabupaten dan dalam rangka memperingati adeging Kabupaten Klaten yang ke-221 tahun diikuti sejumlah 516 peserta se tanah air dilaksanakan di Lapangan Desa Pandeyan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Minggu (3/8/2025).

Salah satu panitia penyelenggara Gladhen ageng Jemparingan Mataraman tingkat Nasionalini Jarot mengatakan pesertanya berasal dari 18 kota di Jawa dan luar Jawa dengan 516 orang.

Lebih lanjut Jarot mengungkapkan penyelenggaraan gladhen jemparingan ini untuk memeriahkan hari jadi ke-221 Kabupaten Klaten.
“Moment gladhen ageng jemparingan ini sekaligus memeriahkan acara tradisi budaya sebaran apem Yaqowiyu sebagai upaya untuk melestarikan budaya tradisional yaitu jemparingan” katanya.

Kegiatan gladhen ageng jemparingan khususnya juga untuk mengenalkan jemparingan pada masyarakat di sekitar Kabupaten Klaten, dan umumnya mengenalkan pada masyarakat  Indonesia.

Jarot juga menuturkan kegiatan gladhen ageng jemparingan ini juga untuk memberdayakan UMKM PKK Desa Pandeyan Kecamatan Jatinom sehingga roda perekonomian di Desa Pandeyan Jatinom dapat bergerak.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo hadir untuk membuka dan menjajal jemparingan, menyaksikan dan menyampaikan sambutan.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo memberikan apresiasi dilaksanakannya gladen ageng jemparingan warisan para leluhur ini.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengungkapkan rasa kegembiraannya dan bisa hadir pada di acara gladen ageng jemparingan Nasional di Kabupaten Klaten. 

“Jemparingan merupakan olah raga panahan tradisional Jawa dengan gaya Mataram sangat mengasyikkan, menyenangkan, menyehatkan dan menguatkan kerukunan” katanya.

Jemparingan berasal dari kata jemparing yang berarti anak panah, permainan jemparingan ini memiliki nama sendiri untuk perlengkapan yang menyertainya.

“Tidak seperti aktivitas panahan pada umumnya. Jemparingan memiliki sejarah, filosofi dan teknis dasar sendiri.” kata Bupati.

Dalam sambutannya, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo juga mengatakan menyambut baik diselenggarakannya olah raga jemparingan ini dalam rangka memperingati hari jadi ke-221 Kabupaten Klaten yang puncaknya telah diperingati pada tanggal 28 Juli yang lalu.

Gladhen ageng Jemparingan ini para pesertanya memakai pakaian khas lurik dan tradisional. Peserta dari Jawa Tengah memakai pakaian sorjan gaya Jogya, juga model Solo. Peserta dari Jawa Barat, dari Madura, dan Bali , Kalimantan, Sumatra , Sulawesi juga memakai pakaian khas mereka.

Ia juga menuturkan Gladen ageng Jemparingan khas Mataraman ini tidak kurang 30 bandul. Peserta gladhen ageng jemparingan yang jumlahnya ada 516 peserta diperkirakan selesai pada sore hari.

Terlihat para peserta gladhen Ageng jemparingan piagam Sismadi di Lapangan Desa Pandeyan Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten nampak penuh semangat dan konsentrasi memanah melepaskan anak panahnya.  Jarak dari memanah hingga polo kurang lebih 30 meter secara bergiliran saking banyaknya peserta yang hadir.( Moch.Isnaeni)

  • Penulis: fkubklaten

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH. Syamsuddin Asyrofi :Natal dan Jelang Tahun Baru Masyarakat Hendaknya Jaga Kondusifitas dan Kerukunan

    KH. Syamsuddin Asyrofi :Natal dan Jelang Tahun Baru Masyarakat Hendaknya Jaga Kondusifitas dan Kerukunan

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 32
    • 0Komentar

    KLATEN –  Di saat umat Nasrani merayakan Natal yang diperingati pada 25 Desember 2025, ketua Foum Kerukunan Umat Beragana ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH. Syamsuddin Asyrofi mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi daerah agar tetap aman dan kondusif. Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi saat acara dialog antara tokoh lintas agama dan tokoh […]

  • Syamsuddin Asyrofi :Kerukunan Umat Beragama Sebagai Modal Sosial Pembangunan

    Syamsuddin Asyrofi :Kerukunan Umat Beragama Sebagai Modal Sosial Pembangunan

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 29
    • 0Komentar

    KLATEN –  Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa kerukunan umat beragama merupakan modal sosial yang sangat berharga untuk pembangunan, dan harus dijaga  di tengah berbagai tantangan zaman. Hal tersebut disampaikan Syamsuddin Asyrofi saat memberikan pembinaan Paguyuban Kerukunan Umat Beragama ( PKUB ) Kecamatan dan Desa di Kecamatan Wedi […]

  • H.SUKIYAT, PEMILIK KIAT MOTOR KLATEN AKAN COPOT SEMUA FOTO JOKOWI

    H.SUKIYAT, PEMILIK KIAT MOTOR KLATEN AKAN COPOT SEMUA FOTO JOKOWI

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 39
    • 0Komentar

    KLATEN – H. Sukiyat, pemilik bengkel Kiat Motor Klaten, menyatakan sikap tegas akan mencopot seluruh foto bergambar Joko Widodo yang terpajang di rumah dan bengkel miliknya. Keputusan ini diambil setelah beliau menilai kinerja Jokowi selama 10 tahun memimpin Indonesia. “Selama 10 tahun Jokowi telah berhasil menyempurnakan kehancuran Indonesia. Saya merasa didzolimi oleh janji-janji mobil Esemka […]

  • Syamsuddin Asyrofi :Apresiasi Pura Shantiloka Klaten Resmi Digunakan Untuk Ibadah Umat Hindu

    Syamsuddin Asyrofi :Apresiasi Pura Shantiloka Klaten Resmi Digunakan Untuk Ibadah Umat Hindu

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi memberikan apresiasi atas digunakannya Pura Shantiloka yang berada di Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama di komplek Ghra Bung Karno Klaten mulai digunakan untuk peribadatan bagi umat Hindu di Klaten. “Kami bersyukur akhirnya Pura Shantiloka di pusat edukasi kerukunan umat beragama […]

  • H.Moch.Isnaeni :Ibadah Korban Menjadi Instrumen Untuk Menguatkan Kerukunan

    H.Moch.Isnaeni :Ibadah Korban Menjadi Instrumen Untuk Menguatkan Kerukunan

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 42
    • 0Komentar

    KLATEN — Sekertaris Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten yang juga Sekertaris Dai Kamtibmas Polres Klaten Ustadz H. Moch. Isnaeni mengatakan bahwa ibadah kurban saat Idul Adha adalah instrumen utama untuk menguatkan kerukunan. Hal itu disampaikan Moch.Isnaeni saat menyampaikan khutbah sholat idul adha di halaman SMP Negeri 1 Manisrenggo Klaten Jawa Tengah, […]

  • MUI dan Pemkab Klaten Bersinergi Tingkatkan Kualitas Kehidupan Beragama

    MUI dan Pemkab Klaten Bersinergi Tingkatkan Kualitas Kehidupan Beragama

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 34
    • 0Komentar

    KLATEN — Pemerintah Kabupaten Klaten dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempererat sinergi untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama di daerah. Langkah ini diwujudkan dalam audiensi antara pengurus MUI Kabupaten Klaten dengan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di rumah dinas Bupati, Selasa (13/5/2025). Audiensi tersebut Ketua MUI Kabupaten Klaten KH Hartoyo menyampaikan program kerja MUI dan dukungan […]

expand_less