H.Moch.Isnaeni :Ibadah Korban Menjadi Instrumen Untuk Menguatkan Kerukunan

KLATEN — Sekertaris Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten yang juga Sekertaris Dai Kamtibmas Polres Klaten Ustadz H. Moch. Isnaeni mengatakan bahwa ibadah kurban saat Idul Adha adalah instrumen utama untuk menguatkan kerukunan.
Hal itu disampaikan Moch.Isnaeni saat menyampaikan khutbah sholat idul adha di halaman SMP Negeri 1 Manisrenggo Klaten Jawa Tengah, Rabu ( 27/5/2026 ).
Menurutnya pembagian daging kurban yang merata meruntuhkan sekat sosial maupun ekonomi, merekatkan tali persaudaraan antar-tetangga, dan memupuk kepedulian yang inklusif tanpa memandang latar belakang.
“Ibadah ini merajut keharmonisan melalui beberapa dimensi penting diantaranya merajut tali silaturahmi yang dapat meruntuhkan sejat eksklusivisme ” katanya.
Dikatakan proses penyembelihan hingga pembagian daging menggerakkan masyarakat untuk berkumpul, berinteraksi langsung, dan saling menyapa, yang mempererat hubungan antar-tetangga dan masyarakat luas.
“Daging kurban dapat didistribusikan kepada siapa saja yang membutuhkan, termasuk kepada saudara, tetangga, sejawat non-Muslim. Hal ini menjadikan kurban sebagai simbol kemanusiaan universal yang melampaui batas-batas dogmatis dan eksklusivisme” ujarnya.
Pembagian dagibg kurban menurut Moch.Isnaeni dapat menumbuhkan empati dan solidaritas, sehingga praktik berbagi ini membiasakan umat untuk memiliki jiwa filantropi, mengikis sifat individualistis, dan menumbuhkan rasa syukur serta kebahagiaan bersama.
“Pendidikan ketakwaan dan pengorbanan adalah tonggak sejarah kurban yang mengajarkan pentingnya menyembelih ego (sifat serakah) demi mencapai ketaatan kepada Tuhan dan kemaslahatan sesama manusia.” katanya.
Di akhir khutbah Moch. Isnaeni mengatakan bahwa Idul Adha mengingatkan kita pada keteladanan Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dan putranya, Nabi Ismail ‘Alaihissalam dalam menjalankan perintah Allah dengan penuh keikhlasan dan pengorbanan.
“Idul Adha bukan sekadar hari raya. Ia adalah momentum agung untuk menilai kembali kualitas iman, keikhlasan, dan kepedulian sosial kita.” pungkasnya. ( Moch.Isnaeni )



