Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Artikel » Pendeta Lipiyus Biniluk :Jaga Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama di Bulan Ramadhan

Pendeta Lipiyus Biniluk :Jaga Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama di Bulan Ramadhan

  • account_circle fkubklaten
  • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAPUA — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Provinsi Papua Pendeta Lipiyus Biniluk mengatakan bagwa diantara pesan penting dalam ibadah di bulan Ramadan adalah sikap menjunjung toleransi di antara umat beragama dan kerukunan menjadi sebuah hal yang utama.

Hal itu disampaikan Lipiyus Biniluk di Papua Sabtu ( 1/3/2025 ) dalam pesannya kepada semua umat beragama yang ada di Papua sehubungan dengan datangnya bulan suci Ramadhan 1446 H/ 2025 M.

Menurut Lipiyus Biniluk pengabaian terhadap toleransi dan kerukunan dapat mengakibatkan perpecahan di kalangan umat beragama.

Dalam ajaran Islam kata toleransi disebut dengan istilah tasamuh, meskipun pada dasarnya istilah tersebut tidak selalu selaras dengan makna dari kata toleransi tersebut. Istilah tasamuh berarti tindakan tuntutan dan penerimaan dalam batas-batas tertentu.

“Orang yang melakukan tasamuh dalam pandangan Islam disebut sebagai mutasamihin,yang bermakna “penerima dan pemaaf sebagai tuan rumah kepada tamunya”.katanya.

Secara realitas kata Lipiyus Biniluk mereka yang melakukan tindakan tasamuh ini tidaklah menerima batasan hak serta kewajibannya sendiri. Dengan kata lain, tindakan maupun perilaku tasamuh dalam kehidupan beragama memiliki makna untuk tidak saling melanggar atau melampaui batasan.

Dari tahun ke tahun, isu-isu yang diangkat di bulan Ramadan tidak pernah jauh berbeda. Seperti adanya penyebaran isu kebencian yang disebabkan adanya perbedaan penetapan awal melaksanakan puasa, penutupan warung-warung makan di siang hari secara paksa dengan dalih tidak menghormati yang sedang berpuasa dan lain-lain.

“Tindakan seperti itu dapat dikategorikan sebagai truth claim dalam beragama. Truth claim adalah adanya suatu keyakinan dari pemeluk agama tertentu yang menyatakan bahwa agamanya adalah satu-satunya agama yang benar” kata Lipiyus.

Menurutnya sikap ini akan memunculkan tindakan menyalahkan pihak lain yang berbeda dengan keyakinannya.Namun sebaliknya, jika isu-isu tersebut tidak muncul, maka ungkapan Philip Quinn tepat digunakan, bahwa adanya tingkat keterlibatan yang tinggi pada keragaman agama, akan mengarah pada peningkatan kerendahan hati serta intelektual dalam beragama.

Dikatakan bahwa bangsa Indonesia memiliki dua ciri utama, Pertama adalah keragaman, kemajemukan, tidak hanya perbedaan etnis namun juga perbedaan bahasa, suku, budaya, dan kepercayaan.

“Hal ini merupakan sunnatullah, yang karenanya tidak perlu lagi ada obsesi untuk menyeragamkan.” ujarnya.

Yang kedua menurut Lipiyus adalah ciri keberagamaannya, yakni religiusitas bangsa Indonesia.

“Adanya keragaman religiusitas ini patut disyukuri, karena di mana pun bertempat tinggal di Indonesia, kita akan selalu menemukan komunitas agama, di mana nilai-nilai agama tidak pernah bisa dilepaskan dari kehidupan keseharian masyarakat.”katanya.

Dijelaskan adanya sebuah keberagaman tersebut sudah seharusnya bangsa Indonesia menilainya bahwa itu semua sebagai sebuah berkah.

“Hidup bukan tentang keseragaman saja, namun bagaimana kita bisa menjadi individu yang menghargai sebuah perbedaan.” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa bulan Ramadan merupakan medium untuk menjaga spirit toleransi dan kerukunan. Hal ini karena beberapa alasan: Pertama, Tujuan utama dalam ibadah puasa adalah untuk meraih ketaqwaan.

“Ada pesan penting untuk menjadikan setiap diri mampu menciptakan nilai taqwa.Taqwa di dalam Islam menjadi sebuah pesan dasar, yang dengan sikap kesadaran akan kehadiran-Nya akan membawa diri untuk berusaha melakukan hal-hal yang terbaik termasuk menjaga toleransi” ujarnya.

Toleransi kata Pendeta Lipiyus dimaknai sebagai sikap untuk saling menghormati dan menghargai atas perbedaan yang ada di antara umat manusia. Pelaksanaannya dilakukan oleh kedua belah pihak secara bersama-sama, umat yang berpuasa maupun umat yang tidak menjalankan ibadah puasa.

“Oleh karenanya menciptakan keharmonisan dengan menjunjung tinggi sikap toleransi dengan menghormati keyakinan lain tanpa berpretensi menyalahkan dan bekerjasama dalam bidang tertentu untuk kebaikan bersama itu menjadi sangat penting dan berarti. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi saudara-saudaraku umat muslim di manapun berada. Tuhan memberkati” pungkasnya. ( Moch.Isnaeni ).

  • Penulis: fkubklaten

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPD LDII KLATENIkuti Bedah Buku Sistem, Model dan Corak Pendidikan LDIISecara Daring.

    DPD LDII KLATENIkuti Bedah Buku Sistem, Model dan Corak Pendidikan LDIISecara Daring.

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 26
    • 0Komentar

    KLATEN — DPD LDII Kabupaten Klaten mengikuti gelaran bedah buku “Sistem, Model dan Corak Pendidikan LDII dalam Platform Profesional Religius dari Sabang sampai Merauke” secara daring di kantor LDII setempat, Sabtu ( 18/7/2026 ). Kegiatan ini selain diikuti pengurus LDII setempat juga mengundang ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Kabupaten Klaten, Kabag Kesra Pemkab […]

  • Perkuat Toleransi dan Keberagaman Budaya SD N Glodogan 3 Adakan Outing Class ke Pusat Edukasi Kerukunan

    Perkuat Toleransi dan Keberagaman Budaya SD N Glodogan 3 Adakan Outing Class ke Pusat Edukasi Kerukunan

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 22
    • 0Komentar

    KLATEN – Sebanyak 32 anak – anak Sekolah Dasar Negeri 3 Desa Glodogan Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten melakukan kunjungan belajar atau outing class ke Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama (PEKUB) di Komplek Ghra Bung Karno Klaten, Sabtu (18/4/2026). 32 anak didampingi 2 guru pendamping dan 15 pendamping dari orang tua ini antusias mengikuti kegiatan […]

  • KH.Syamsuddin Asyrofi :Peran Penting Tokoh Agama Cegah Dini Konflik Paham Keagamaan Islam

    KH.Syamsuddin Asyrofi :Peran Penting Tokoh Agama Cegah Dini Konflik Paham Keagamaan Islam

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 32
    • 0Komentar

    KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa para tokoh agama memiliki peran penting dalam rangka cegah dini potensi konflik sosial berdimensi agama termasuk agama islam di masyarakat. Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi saat menjadi nara sumber dalam acara dialog cegah dini konflik paham keagamaan islam […]

  • KH. Syamsuddin Asyrofi :Memberikan Rekomendasi Rumah Ibadah Menjadi Tugas FKUB dan Kakan Kemenag

    KH. Syamsuddin Asyrofi :Memberikan Rekomendasi Rumah Ibadah Menjadi Tugas FKUB dan Kakan Kemenag

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 23
    • 0Komentar

    KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa pemberian rekomendasi sebelum pendirian rumah ibadah menjadi tugas FKUB dan Kepala Kantor Kementerian Agama ( Kakan Kemenag ) Kabupaten. Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi usai melakukan kegiatan visitasi di lokasi tempat dibangunnya masjid Arofah di Jln. Karangwuni Desa Jambukulon Dlimas […]

  • KETUA UMUM ASOSIASI FKUB INDONESIA DIJADWALKAN KUNJUNGI KORBAN GEMPA DI NTT

    KETUA UMUM ASOSIASI FKUB INDONESIA DIJADWALKAN KUNJUNGI KORBAN GEMPA DI NTT

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 53
    • 0Komentar

    DENPASAR – Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja kemanusiaan ke Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) pada 1- 3 September 2026. Dalam kunjungan tersebut Ida Pangelingsir akan mengunjungi dan bertemu langsung dengan para korban gempa di sejumlah wilayah di NTT. Dalam […]

  • Ketua Asosiasi FKUB Indonesia Apresiasi Indonesia Tipitaka Chanting ( ITC ) 2026.

    Ketua Asosiasi FKUB Indonesia Apresiasi Indonesia Tipitaka Chanting ( ITC ) 2026.

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 21
    • 0Komentar

    MAGELANG – Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet memberikan apresiasi berlangsubgnya puncak acara kegiatan Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) 2026 yang berlangsung di komplek Cabdi Borobudur Magelang, Minggu ( 26/7/2026 ). Para peserta yang jumlahnya mencapai 2.045 tersebut dengan penuh khidmat mengikukuti setiap prosesi kegiatan di […]

expand_less