Artikel

Perkuat Toleransi dan Keberagaman Budaya SD N Glodogan 3 Adakan Outing Class ke Pusat Edukasi Kerukunan

KLATEN – Sebanyak 32 anak – anak Sekolah Dasar Negeri 3 Desa Glodogan Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten melakukan kunjungan belajar atau outing class ke Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama (PEKUB) di Komplek Ghra Bung Karno Klaten, Sabtu (18/4/2026).

32 anak didampingi 2 guru pendamping dan 15 pendamping dari orang tua ini antusias mengikuti kegiatan belajar di luar kelas untuk mengetahui lebih lanjut keberadaan rumah-rumah ibadah yang ada di komplek Ghra Bung Karno Klaten.

Kegembiraan dan antusias anak-anak SD ini tampak sejak kedatangan mereka di depan Gedung Grha Bung Karno Klaten untuk melihat lebih jauh tentang Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama yang berlokasi di komplek Ghra Bung Karno Klaten ini.

Kepala SD N 3 Glodogan Klaten Selatan Tanti Purwipuspitasari, S, Pd mengatakan, tujuan kegiatan outing class ini untuk mengetahui tentang apa dan bagaimana Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama yang ada di komplek Ghra Bung Karno ini.

“Kehadiran anak anak SD N 3 Glodogan Klaten Selatan ini ingin melihat lebih jauh macam dan ragam rumah-rumah ibadah yang ada di tempat ini agar anak-anak sejak dini sudah mengenal rumah ibadahnya dan rumah-rumah ibadah agama yang lainnya sehingga dapat memperkuat toleransi dan ,keberagaman budaya” katanya.

Menurutnya dengan mengenal rumah ibadah agama lain diharapkan dalam diri anak-anak tertanam nilai-nilai Pancasila, serta pentingnya sikap toleransi dan merawat kerukunan.

“Implementasi nilai-nilai Pancasila memang seharusnya sudah kita tanamkan sejak anak memasuki pendidikandasar. Hal ini penting agar nilai-nilai Pancasila menjiwai anak-anak sejak dini, sehingga sikap toleransi, saling  pengertian, tenggang rasa, kerjasama dan ikhtiar merawat kerukunan sudah terpatri di sanubari anak-anak,” ujarnya.

Kehadiran anak-anak SD N 3 Glodogan tersebut disambut langsung oleh petugas dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, ada Pendeta Harno Sakino, Ir. Wisnu Hendrata, Ir. Sunarso, Bu Arum, bu Adri, bu Krusti, pak Nyoto dan mbak Nana yang menjelaskan tentang  fungsi rumah ibadah mulai dari Masjid, Gereja Kristen, Gereja Katolik, Vihara, Klenteng, dan Pura yang berada dalam satu komplek di Grha Bung Karno Klaten.

Pendeta Harno Sakino berpesan agar anak anak dapat mengenali rumah ibadahnya dan juga rumah-rumah ibadah agama lainnya sejak dini di tempat ini dan juga di tempatnya masing-masing.

“Tadi sudah disampaikan fungsi rumah ibadah sesuai dengan agama masing-masing, pentingnya mengembangkan sikap toleransi, saling pengertian  diantara umat beragama yang berbeda, serta mampu menjalin kerja sama dalam menjalani kehidupan,” paparnya.

Ir. Wisnu Hendrata mengatakan, anak-anak setingkat SD ini memang sudah saatnya ditanamkan nilai-nilai  Pancasila, tentang pentingnya sikap toleransi, dan menjaga kerukunan serta mengenal keberagaman budaya di masyarakat.

“Kegiatan outing class ini membuat anak-anak SD mengetahui lebih jauh tentang rumah-rumah ibadah dan fungsinya untuk beribadah bagi pemeluknya masing-masing, menguatkan toleransi, dan keberagaman budaya” tandasnya.

Ir. Sunarso dari perwakilan umat Katholik di FKUB Klaten mengatakan kegiatan outing class ini sangat bagus untuk memberikan pengalaman dan pemahaman bagi anak-anak Sekolah Dasar menguatkan toleransi dan keberagaman budaya.

” Kegiatan seperti ini patut diapresiasi agar anak-anak mengenal rumah-rumah ibadah umat lain sehingga tumbuh sikap toleransi dan terus berikhtiar merawat kerukunan ” katanya.

Ditempat terpisah Ketua Paguyuban Kerukunan Umat Beragama ( PKUB ) Perempuan Kabupaten Klaten Hj Istikomah, M,Pd memberikan apresiasi adanya kegiatan outing class dari SD N 3 Glodogan Klaten Selatan ini.

“Kegiatan outing class ini untuk mengenalkan kepada anak-anak Sekolah Dasar tentang adanya rumah-rumah ibadah bagi semua agama yang ada di Klaten. Semoga menginspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya di Klaten dan sekitarnya, agar anak-anak sejak Pendidikan Dasar sudah mengenal rumah ibadahnya dan rumah-rumah ibadah agama yang lainnya,” ucapnya.

Kunjungan belajar anak-anak SD ke pusat edukasi kerukunan, seperti yang dilakukan SD N 3 Glodogan Klaten Selatan ini sangat diapresiasi Istikomah dan FKUB Kabupaten Klaten karena efektif menanamkan nilai toleransi, kebhinekaan, keberagaman budaya dan persaudaraan sejak dini.

“Kegiatan ini kita dukung penuh dari PKUB Perempuan dan jajaran pengurus FKUB Kabupaten Klaten karena dapat membantu anak mengenal keberagaman, toleransi, dan ikhtiar merawat kerukunan melalui proses pembelajaran yang menyenangkan.” katanya.

Dikatakan kegiatan seperti kunjungan ke Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama Klaten sangat penting untuk menabur benih kerukunan dan toleransi sejak dini.

“Anak-anak mendapatkan pengalaman langsung yang memperkaya wawasan mereka tentang keberagaman yang terjadi di masyarakat. ” kata Istikomah.

Mengingat tingginya antusiasme, kunjungan serupa ke berbagai pusat edukasi baik perpustakaan maupun pusat edukasi kerukunan sangat berharga untuk membangun karakter anak yang berani, percaya diri, dan memiliki wawasan luas.

“Melalui kunjungan belajar semacam ini, diharapkan anak-anak tumbuh dengan kesadaran akan indahnya kerukunan dan saling menghormati.” pungkasnya. ( Moch.Isnaeni )

Related Articles

Back to top button