Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Artikel » Syamsuddin Asyrofi :Nilai-nilai Universal Agama Memperkuat Semangat ToleransiKebhinekaan

Syamsuddin Asyrofi :Nilai-nilai Universal Agama Memperkuat Semangat ToleransiKebhinekaan

  • account_circle fkubklaten
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa nilai-nilai universal agama dapat memperkuat semangat toleransi kebhinekaan dalam perspektif tanggap bencana di Klaten.

Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi saat menyampaikan paparannya dalam acara silaturahmi kerukunan umat beragama berbasis Kecamatan Tangguh Bencana ( Kencana ) di Aula kantor Kecamatan Wedi, Selasa ( 14/4/2026 ).

Nilai-nilai universal agama menurut Syamsuddin memainkan peran penting dalam memperkuat semangat toleransi dan kebhinekaan, khususnya dalam perspektif tanggap bencana.

“Dalam situasi krisis, nilai-nilai kemanusiaan melampaui sekat-sekat perbedaan agama, ras, dan suku, menjadikannya landasan solidaritas yang kokoh.” katanya.

Dikatakan nilai-nilai universal agama dan implementasinya dalam tanggap bencana mencakup
solidaritas kemanusiaan (ukhuwah insaniyah)
yang inti nilainya hampir semua agama menekankan kewajiban membantu sesama manusia tanpa diskriminasi.

“Bencana mengajarkan bahwa penderitaan adalah duka bersama, yang memicu gotong royong lintas kelompok.” katanya.

Dalam perspektif bencana Syamsuddin Asyrofi mengajak kepada para tokoh lintas agama untuk fokus pada penyelamatan jiwa dan bantuan logistik berdasarkan kebutuhan korban, bukan latar belakang agama mereka.

“Semangat toleransi beragama dalam situasi darurat diwujudkan dengan menghormati hak ibadah dan keyakinan masing-masing di lokasi pengungsian.” ujarnya.

Dikatakan bahwa dalam perspektif bencana rumah ibadah (masjid, gereja, pura, vihara, klenteng) sering dijadikan tempat perlindungan umum bagi siapapun yang terdampak.

“Oleh karena itu kepedulian sosial dan kedermawanan
melalui agama masing-masing yang mendorong pemeluknya untuk berbagi dan meringankan beban penderitaan orang lain.” katanya.

Dalam perspektif bencana para relawan lintas agama kata Syamsuddin bekerja sama memberikan bantuan material dan dukungan psikososial (trauma healing) untuk memulihkan mental korban.

“Konsep persaudaraan (ukhuwah) dan keadilan memastikan bantuan didistribusikan secara merata kepada semua yang terdampak tanpa memandang status sosial dan agama.” kata Syamsuddin Asyrofi.

Sementara itu Camat Wedi Widaya di tempat yang sama mengatakan bahwa tokoh agama berperan aktif memobilisasi sumber daya dan memastikan tidak ada kelompok yang terpinggirkan dalam penanganan bencana.

“Semua agama mengajarkan pentingnya kekuatan spiritual untuk sabar menghadapi musibah dan optimis untuk bangkit dan senantiasa berdoa bersama lintas agama menjadi simbol persatuan, ketenangan, dan kekuatan untuk memulihkan diri pasca-bencana. ” katanya.

Pemuka agama kata Widaya berperan penting dalam memberikan edukasi mitigasi, meredam isu sensitif, dan membangun koordinasi antarwarga.

“Pendekatan yang menghargai keberagaman budaya dan agama dalam mitigasi bencana dengan melibatkan komunitas agama dalam simulasi bencana dan penggunaan sarana rumah ibadah sebagai pusat informasi.” pungkasnya.

Dengan mengedepankan nilai-nilai universal tersebut, bencana yang berpotensi memecah belah justru berubah menjadi momentum penguat persaudaraan kebangsaan yang toleran. ( Moch.Isnaeni )

  • Penulis: fkubklaten

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panen Kedelai di Desa Tegalrejo: FKUB Klaten Wujudkan Kerukunan Berbasis Pertanian

    Panen Kedelai di Desa Tegalrejo: FKUB Klaten Wujudkan Kerukunan Berbasis Pertanian

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 45
    • 1Komentar

    Klaten, 10 Oktober 2023 – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten melaksanakan program pemberdayaan Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) tingkat desa dengan berbasis pertanian. Bertempat di Desa Tegalrejo, Ceper, kegiatan ini mengusung tema “Kerukunan Berbasis Pertanian Panen Kedelai”. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil […]

  • Prof.Dr.Ir.H.Sardjito, Ph.D :Idul Fitri Bukan Sekedar Perayaan Tetapi Menjadi Titik Balik Meningkatkan Kualitas Diri

    Prof.Dr.Ir.H.Sardjito, Ph.D :Idul Fitri Bukan Sekedar Perayaan Tetapi Menjadi Titik Balik Meningkatkan Kualitas Diri

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 32
    • 0Komentar

    KLATEN — Prof. Dr. Ir. H. Sardjito, Ph.D mengatakan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan titik balik untuk meningkatkan kualitas diri setelah sebulan penuh ditempa di bulan Ramadan. Hal itu disampaikan Sardjito saat menyampaikan khutbah sholat Idul Fitri di Taman Lampion Klaten, Jumat ( 20/3/2026 ) yang dihadiri ribuan umat Islam di Klaten. “Idul […]

  • Doa Bersama dan Sarasehan Tokoh Lintas Agama di Kecamatan Wonosari Dihadiri Bupati dan Wabup Klaten

    Doa Bersama dan Sarasehan Tokoh Lintas Agama di Kecamatan Wonosari Dihadiri Bupati dan Wabup Klaten

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 30
    • 0Komentar

    KLATEN — Dalam suasana bangsa yang tengah menghadapi dinamika sosial di berbagai daerah, Pemerintah Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten mengambil langkah strategis dengan menggelar Sarasehan dan Doa Bersama Tokoh Lintas Agama di Gedung Pertemuan Desa Ngreden Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten, Kamis (23/10/2025). Kegiatan ini dihadiri Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, dan Wakil bupati mas Benny Indra […]

  • Ida Pangelingsir  :Festival Candi Kembar Ikhtiar Merawat Kerukunan yang Konkret dan Berbasis Sejarah

    Ida Pangelingsir :Festival Candi Kembar Ikhtiar Merawat Kerukunan yang Konkret dan Berbasis Sejarah

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DENPASAR – Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama FKUB Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet mengatakan bahwa Festival Candi Kembar di Desa Bugisan Prambanan Klaten merupakan salah satu ikhtiar merawat kerukunan yang kongkrit dan berbasis sejarah. Hal itu disampaikan Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet saat mendapatkan undangan kehormatan adanya penyelenggaraan Festival Candi Kembar 2026 […]

  • Rakor FKUB Solo Raya : Merawat Kerukunan Wujudkan Indonesia Yang Aman dan Damai

    Rakor FKUB Solo Raya : Merawat Kerukunan Wujudkan Indonesia Yang Aman dan Damai

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 40
    • 0Komentar

    KLATEN — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se Solo Raya mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) untuk merawat kerukunan, mewujudkan Indonesia yang aman dan damai. Rakor menghadirkan Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia Uda Pangelingsir Agung Putra Sukahet beserta Sekjen KH. Taslim Syahlan dan Wakil Sekjen Pendeta Samuel, Ketua Umum Mahelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia ( Matakin ) […]

  • Badko LPQ Bayat Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Ijop Emis LPQ, Dorong Legalitas Lembaga Pendidikan Al-Qur’an

    Badko LPQ Bayat Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Ijop Emis LPQ, Dorong Legalitas Lembaga Pendidikan Al-Qur’an

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 38
    • 0Komentar

    ​BAYAT — Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (Badko LPQ) Kecamatan Bayat sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Izin Operasional (Ijop) serta Emis LPQ, Jumat (24/7/2026). Bertempat di Aula Kecamatan Bayat, acara ini dihadiri oleh para pengurus Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Rumah Tahfidz Al-Qur’an (RTQ) se-Kecamatan Bayat. ​Kegiatan penting ini turut dihadiri langsung oleh […]

expand_less