Artikel

45 Lembaga KB dan TK Adakan Kunjungan Belajar ke Pusat Edukasi Kerukunan

KLATEN – Sebanyak 45 lembaga KB dan TK di Kabupaten Klaten melakukan kunjungan belajar atau outing class ke Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama di Komplek Ghra Bung Karno Klaten mulai Senin ( 10/8/2026 ).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemerintah Kabupaten Klaten berkolaborasi dengan BPBD dan FKUB Kabupaten Klaten.

Pada saat kunjungan hari pertama sebanyak 22 anak TK Pertiwi Jotangan Bayat Klaten ini antusias mengikuti kegiatan belajar di luar kelas yang didampingi sejumlah guru dan kepala sekolah.

Kegembiraan dan antusias anak-anak TK ini tampak sejak kedatangan mereka di depan Gedung Grha Bung Karno Klaten untuk melihat lebih jauh tentang Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama yang berlokasi di komplek Ghra Bung Karno Klaten ini.

Guru pendamping TK Pertiwi Jotangan Bayat Umi Yuyun Agusti mengatakan, tujuan kegiatan outing class ini untuk mengetahui tentang apa dan bagaimana Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama yang ada di komplek Ghra Bung Karno ini.

“Kehadiran anak anak TK Pertiwi Jotangan Bayat ini ingin melihat lebih jauh macam dan ragam rumah-rumah ibadah yang ada di tempat ini agar anak-anak sejak dini sudah mengenal rumah ibadahnya dan rumah-rumah ibadah agama yang lainnya,” katanya.

Umi Yuyun Agusti menyatakan, dengan mengenal rumah-rumah ibadah agama lain diharapkan dalam diri anak-anak tertanam nilai-nilai Pancasila, serta pentingnya sikap toleransi dan merawat kerukunan.

“Implementasi nilai-nilai Pancasila memang seharusnya sudah kita tanamkan sejak anak usia dini. Hal ini penting agar nilai-nilai Pancasila menjiwai anak-anak sejak dini, sehingga sikap toleransi, saling pengertian, tenggang rasa, kerjasama dan ikhtiar merawat kerukunan sudah terpatri di sanubari anak-anak,” ujarnya.

Kehadiran anak-anak TK Pertiwi Jotangan Bayat tersebut disambut langsung oleh petugas dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, H. Moch. Isnaeni dan Bu Nana, Bu Arum dan mbak Ayu , Ibu Christin dan Ibu Woro, ibu Purwaningsih dan Kak Fung-Fung yang menjelaskan tentang fungsi rumah ibadah mulai dari Masjid, Gereja Kristen, Gereja Katolik, Vihara, Klenteng, dan Pura yang berada dalam satu komplek di Grha Bung Karno Klaten.

NY. Purwaningsih didampingi Kak Fung Fung berpesan agar anak anak dapat mengenali rumah ibadahnya dan juga rumah-rumah ibadah agama lainnya sejak dini di tempat ini dan juga di tempatnya masing-masing.

“Tadi sudah disampaikan fungsi rumah ibadah sesuai dengan agama masing-masing, pentingnya mengembangkan sikap toleransi, saling pengertian diantara umat beragama yang berbeda, hidup rukun serta mampu menjalin kerja sama dalam menjalani kehidupan,” paparnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemkab Klaten Pramana Agus Wijanarka, S.T, M.Si mengatakan bahwa anak-anak setingkat PAUD ini memang sudah saatnya ditanamkan nilai-nilai Pancasila, tentang pentingnya sikap toleransi, dan menjaga kerukunan di masyarakat.

“Kegiatan outing class ini semoga membuat anak-anak TK mengetahui lebih jauh tentang rumah-rumah ibadah dan fungsinya untuk beribadah bagi pemeluknya masing-masing,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Paguyuban Kerukunan Umat Beragama ( PKUB ) Perempuan Kabupaten Klaten Hj Istikomah, M,Pd di tempat terpisah memberikan apresiasi adanya kegiatan outing class dari 45 lembaga KB dan TK di Kabupaten Klaten beserta anak-anak KB dan TK ini.

“Kegiatan outing class ini untuk mengenalkan kepada anak-anak KB dan TK tentang adanya rumah-rumah ibadah bagi semua agama yang ada di Klaten. Semoga menginspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya di Klaten dan sekitarnya, agar anak-anak sejak dini sudah mengenal rumah ibadahnya dan rumah-rumah ibadah agama yang lainnya,” ucapnya.

Kunjungan belajar anak-anak KB dan TK ke pusat edukasi kerukunan, seperti yang dilakukan TK Pertiwi Jotangan Bayat dan Lemvaga KB dan TK di Kabupaten Klaten ini sangat diapresiasi Istikomah dan pengurus FKUB Kabupaten Klaten karena efektif menanamkan nilai toleransi, kebhinekaan, kerukunan dan persaudaraan sejak dini.

“Kegiatan ini didukung jajaran pengurus FKUB Kabupaten Klaten karena dapat membantu anak mengenal keberagaman melalui metode belajar yang menyenangkan.” katanya.

Dikatakan kegiatan seperti kunjungan ke Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama di komplek Gedung Grha Bung Karno Klaten ini sangat penting untuk menebar benih-benih kerukunan dan toleransi sejak dini.

“Anak-anak mendapatkan pengalaman langsung yang memperkaya wawasan mereka tentang keberagaman yang terjadi di masyarakat. ” kata Istikomah.

Dikatakan mengingat tingginya antusiasme, kunjungan serupa ke berbagai pusat edukasi baik perpustakaan maupun pusat edukasi kerukunan sangat berharga untuk membangun karakter anak yang berani, percaya diri, dan memiliki wawasan luas.

“Melalui kunjungan belajar semacam ini, diharapkan anak-anak tumbuh dengan kesadaran akan indahnya kerukunan dan saling menghormati terhadap sesama.” pungkasnya. ( Moch.Isnaeni )

Related Articles

Back to top button