FKUB Apresiasi Pemberkahan Vihara Dhamma Paramita di Kompleks Grha Bung Karno Klaten

KLATEN — Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, H. Basuno, memberikan apresiasi atas pemberkahan Vihara Dhamma Paramita di kompleks Grha Bung Karno Klaten. Jumat malam ( 15/8/2025 ).
Hal itu disampaikan Basuno saat memberikan sambutan di acara tersebut yang menunjukkan keseriusan FKUB dalam mempromosikan kerukunan antar umat beragama di Klaten.
Kompleks Grha Bung Karno Klaten sendiri merupakan contoh nyata kerukunan umat beragama, dengan enam tempat ibadah dari berbagai agama, yaitu:
Vihara Buddha Sebagai tempat ibadah bagi umat Buddha, Gereja Kristen Protestan Sebagai tempat ibadah bagi umat Kristen Protestan, Gereja Katolik Sebagai tempat ibadah bagi umat Katolik, Pura Hindu Sebagai tempat ibadah bagi umat Hindu,
Klenteng Konghucu Sebagai tempat ibadah bagi umat Konghucu, dan
Masjid Nurul Istiqlal Sebagai tempat ibadah bagi umat Islam
Pemberkahan Vihara Dhamma Paramita ini menurut Basuno diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan antar umat beragama dan memupuk toleransi di masyarakat.
“FKUB Kabupaten Klaten sendiri telah menunjukkan perannya dalam menjaga kerukunan umat beragama melalui berbagai kegiatan, seperti dialog dengan tokoh agama dan masyarakat, serta memberikan rekomendasi pendirian rumah ibadah” katanya.
Sementara itu Pendeta Harno Sakino dalam kesempatan yang sama menyampaikan pentingnya membangun dan merawat kerukunan untuk mewujudkan masyarakat Klaten yang maju sejahtera dan berkelanjutan .
Dalam berbagai kesempatan, ia telah menyampaikan pesan serupa, seperti saat launching Rumah Ibadah Kristen di pusat edukasi kerukunan umat beragama kompleks Grha Bung Karno Klaten. Ia menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerukunan umat beragama di Kabupaten Klaten.
Sebagai anggota Komisi Rekomendasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, Harno Sakino juga menyoroti pentingnya kelengkapan persyaratan dalam pengajuan izin rumah ibadah. Ia berharap agar proses tersebut dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Dalam kesempatan ith Harno Sakino mengajak umat Budha untuk menebarkan nilai-nilai kebaikan dan mengokohkan kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan dan menghargai perbedaan untuk mewujudkan masyarakat yang kuat dan sejahtera.
Bante Sujano Mahatera usai pemberkahan vihara dimaksud menjelaskan pengertian nama vihara Dhamma Paramita yang memiliki makna kebajikan yang disempurnakan tentu berproses dari waktu ke waktu.
Vihara Dhamma Paramita memiliki nama yang sarat makna. “Dhamma” berasal dari bahasa Pali yang berarti “kebenaran” atau “kebaikan”, sedangkan “Paramita” berarti “kesempurnaan” atau “kebajikan yang disempurnakan”. Jadi, nama Vihara Dhamma Paramita dapat diartikan sebagai “Vihara Kebajikan yang Sempurna” atau “Vihara Kebaikan yang Disempurnakan”.
“Nama ini mencerminkan tujuan dan nilai-nilai yang ingin diwujudkan oleh vihara ini, yaitu membantu umat Buddha mencapai kesempurnaan spiritual dan menjalani hidup yang penuh kebaikan dan kebajikan” katanya.
Bante Sujano Nahatera berharap semoga Vihara Dhamma Paramita dapat menjadi tempat yang suci dan inspiratif bagi umat Buddha dan masyarakat sekitar. ( Moch.Isnaeni )



