Artikel

Desa Jarum Bayat Klaten Disiapkan Jadi Desa Sadar Kerukunan Berbasis Industri Batik

KLATEN – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa Desa Jarum Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten siap jadi Desa sadar kerukunan berbasis industri batik.

Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi saat bertemu dengan Kepala Desa dan perangkat Desa Jarum, Camat Bayat, dan sejumlah pengusaha industri batik di Jarum Bayat Klaten, Rabu ( 3/9/2025 ).

Menurut Syamsuddin di Desa Jarum saat ini terdapat 60 pengusaha industri kecil menengah (IKM) usaha batik dengan berbagai latar belakang agama dan kepercayaan dan 30 diantaranya telah memiliki gerai atau show room sebagai media promosi sekaligus sebagai tempat penjualan produk.

“Desa Jarum selama ini dikenal sebagai salah satu sentra batik tulis terutama penggunaan bahan pewarna alami. Selain berupa kain, produk batik diaplikasikan dalam berbagai barang seperti kerajinan kayu, payung, sepatu, tumbler serta berbagai perabot rumah tangga” katanya.

Sekretaris Desa (Sekdes) Jarum, Suyanto, mengungkapkan ada 60 IKM dengan produk yang didominasi kain batik sesuai potensi unggulan yang ada di desa tersebut.

“Saat ini industri batik di Desa Jarum masih konsisten menghasilkan kain batik berkualitas bagus dengan pewarna alami. Untuk pewarnaan alami sampai saat ini masih konsisten. Tetapi tidak menutup kemungkinan menggunakan pewarnaan sintesis ketika ada pesanan,” katanya.

Dikatakan bahwa saat ini muncul generasi baru dari para pelaku. Rata-rata masih menggeluti usaha di bidang kain. Selain batik, ada yang membuat kain shibori, ecoprint, serta lurik. Tujuannya untuk kelengkapan bahan utama yakni batik.

Hingga kini, para perajin memiliki pangsa pasar sendiri-sendiri. Tak hanya pasar lokal, mereka kerap memasarkan produk hingga ke mancanegara. Ada yang sudah dikirim ke Amerika, Korea, Swiss, Jepang, dan negara-negara lainnya.

Suyanto mengungkapkan hingga kini tak ada kendala untuk bahan baku berupa kain. Termasuk, bahan baku pewarna alami seperti akar mengkudu, daun indigo dan lain-lain masih banyak dijumpai di desa setempat.

“Kalau harapan dari perajin yang jelas pada pengembangan pasar karena walaupun sudah ada pasar, tetap membutuhkan ruang untuk mempromosikan produk-produk kami,” kata Suyanto.

Camat Bayat Rahmad Sya’bani mengapresiasi kehadiran pengurus FKUB Kabupaten Klaten untuk memfasilitasi terbentuknya Desa sadar kerukunan berbasis industri batik di Desa Jarum Bayat.

“Industri batik banyak ditemui di berbagai daerah namun, batik asal Jarum memiliki ciri khas sendiri mulai dari bahan yang digunakan hingga kreativitas perajinnya” katanya.

Sebagaimana diketahui Desa Jarum di Kecamatan Bayat, Klaten, sudah dikenal sebagai sentra industri batik dengan lebih dari 60 pengrajin batik yang tersebar di kecamatan tersebut.

Desa ini memiliki potensi besar dalam mengembangkan industri batik, terutama batik tulis dan batik pewarna alam.

Dengan adanya rencana pembentukan Desa Sadar Kerukunan berbasis industri kecil usaha batik, diharapkan dapat memperkuat kerukunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Beberapa potensi yang dimiliki Desa Jarum antara lain dengan batik tulis dan pewarna alam yang menggunakan bahan-bahan alami seperti secang, talas, dan mahoni.

Sekain itu juga ada kerajinan kayu yang dipulas dengan teknik canting tulis, seperti topeng, nampan, dan gantungan kunci.

Dibidang kesenian tradisi Desa Jarum memiliki berbagai kelompok kesenian tradisi seperti kethoprak, musik gejog lesung, campursari, reog/jathilan, dan wayang kulit serta ketoprak yang menjuarai ditingkat karesidenan Surakarta dan maju ke tingkat Provinsi.

Pembentukan Desa Sadar Kerukunan berbasis industri kecil usaha batik dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kerukunan dan kesejahteraan masyarakat Desa Jarum.

Dengan mengembangkan industri batik dan meningkatkan kualitas produk, Desa Jarum dapat menjadi destinasi wisata yang menarik dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. ( Moch.Isnaeni )

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button