Artikel

Syamsuddin Asyrofi :Halal bi Halal Momen Penting Bangun PeradabanWujudkan Harmoni Sosial

KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa halal bi halal merupakan momentum penting dalam membangun peradaban untuk hidup rukun mewujudkan harmonis sosial, terutama setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi saat memberikan pembinaan Paguyuban Kerukunan Umat Beragama ( PKUB ) Kecamatan dan Desa di Kecamatan Kebonarum Kabupaten Klaten di aula Kantor Camat setempat, Selasa ( 7/4/2026 ).

Menurutnya tradisi khas Indonesia ini bukan sekedar pertemuan formal, melainkan refleksi ajaran Islam untuk memperkuat persaudaraan (ukhuwah) dan memelihara kerukunan diantara umat beragama di masyarakat.  

“Bahwa sesungguhnya penting sekali membangun peradaban dengan hidup rukun melalui halal bihalal untuk menyambung silaturahmi dan penguat ukhuwah.” katanya.

Halal bi halal kata Syamsuddin menjadi sarana efektif untuk mempererat tali silaturahmi yang mungkin renggang, serta meneguhkan ukhuwah (persaudaraan) di tengah keberagaman sosial.

“Membangun budaya memaafkan merupakan esensi halal bi halal yakni saling memaafkan (halal-menghalalkan), yang merupakan nilai inti dalam Islam untuk menyucikan jiwa dan hati setelah berpuasa, sehingga menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.” ungkapnya.

Halal bi halal juga menjadi sarana untuk refleksi adanya kesetaraan dan keharmonisan.

Tradisi ini menekankan sikap persatuan, saling berbagi kasih sayang, dan menghormati sesama manusia tanpa memandang perbedaan, yang menjadi fondasi kerukunan umat beragama.” katanya.

Sementara itu Camat Kebonarum Kabupaten Klaten, I Nyoman Gunadika, SE dalam sambutannya mengatakan bahwa membangun peradaban berbasis persaudaraan melalui acara halal bihalal ini sangat positif.

“Halal bi halal adalah ajang penanaman nilai-nilai luhur seperti empati, kesabaran, dan kemurahan hati, yang jika diaktualisasikan, akan membangun peradaban baru yang lebih kondusif dan bermartabat.” katanya.

Lebih lanjut I Nyoman juga menyampaikan bahwa halal bi halal ini juga sebagai sarana pemersatu bangsa untuk harmoni sosial.

“Melalui halal bi halal, berbagai komunitas, keluarga, hingga instansi dapat membuka lembaran baru, memperkuat kebersamaan, dan menyatukan elemen masyarakat untuk mencapai kesuksesan bersama.” katanya.

Dengan demikian, halal bihalal adalah langkah nyata dalam merawat tradisi sekaligus menjaga silaturahmi untuk menciptakan suasana kehidupan yang damai, harmonis, dan aman. ( Moch.Isnaeni )

Related Articles

Back to top button