Artikel

Anak KB dan TK Kristen Cahaya Intan Adakan Kunjungan Belajar ke Pusat Edukasi Kerukunan

KLATEN – Sebanyak 40 anak KB dan TK Kristen Cahaya Intan Desa Ngrundul Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten melakukan kunjungan belajar atau outing class ke Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama (PEKUB) di Komplek Ghra Bung Karno Klaten pada Kamis (9/4/2026).

Sebanyak 40 anak KB dan TK Kristen Cahaya Intan ini antusias mengikuti kegiatan belajar di luar kelas yang didampingi 8 guru dan kepala sekolah.

Kegembiraan dan antusias anak-anak KB dan TK ini tampak sejak kedatangan mereka di depan Gedung Grha Bung Karno Klaten untuk melihat lebih jauh tentang Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama yang berlokasi di komplek Ghra Bung Karno Klaten ini.

Kepala Sekolah TK Kristen Cahaya Intan Desa Ngrundul Dwi Astuti, S.Pd. AUD mengatakan, tujuan kegiatan outing class ini untuk mengetahui tentang apa dan bagaimana Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama yang ada di komplek Ghra Bung Karno ini.

“Kehadiran anak anak TK Kristen Cahaya Intan Desa Ngrundul Kebonarum ini ingin melihat lebih jauh macam dan ragam rumah-rumah ibadah yang ada di tempat ini agar anak-anak sejak dini sudah mengenal rumah ibadahnya dan rumah-rumah ibadah agama yang lainnya,” katanya.

Dwi Astuti menyatakan, dengan mengenal rumah ibadah agama lain diharapkan dalam diri anak-anak tertanam nilai-nilai Pancasila, serta pentingnya sikap toleransi dan merawat kerukunan.

“Implementasi nilai-nilai Pancasila memang seharusnya sudah kita tanamkan sejak anak usia dini. Hal ini penting agar nilai-nilai Pancasila menjiwai anak-anak sejak dini, sehingga sikap toleransi, saling  pengertian, tenggang rasa, kerjasama dan ikhtiar merawat kerukunan sudah terpatri di sanubari anak-anak,” ujarnya.

Kehadiran anak-anak KB dan TK Kristen Cahaya Intan tersebut disambut langsung oleh petugas dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, Pendeta Harno Sakino, Bu Arum, mbak Nana dan mbak Ayu , Ibu Adrihastu dan ibu FR Nur yang menjelaskan tentang  fungsi rumah ibadah mulai dari Masjid, Gereja Kristen, Gereja Katolik, Vihara, Klenteng, dan Pura yang berada dalam satu komplek di Grha Bung Karno Klaten.

Pendeta Harno Sakino berpesan agar anak anak dapat mengenali rumah ibadahnya dan juga rumah-rumah ibadah agama lainnya sejak dini di tempat ini dan juga di tempatnya masing-masing.

“Tadi sudah disampaikan fungsi rumah ibadah sesuai dengan agama masing-masing, pentingnya mengembangkan sikap toleransi, saling pengertian  diantara umat beragama yang berbeda, serta mampu menjalin kerja sama dalam menjalani kehidupan,” paparnya.

Pendeta Harno Sakino mengatakan, anak-anak setingkat PAUD ini memang sudah saatnya ditanamkan nilai-nilai  Pancasila, tentang pentingnya sikap toleransi, dan menjaga kerukunan di masyarakat.

“Kegiatan outing class ini semoga membuat anak-anak KB dan TK mengetahui lebih jauh tentang rumah-rumah ibadah dan fungsinya untuk beribadah bagi pemeluknya masing-masing,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Paguyuban Kerukunan Umat Beragama ( PKUB ) Perempuan Kabupaten Klaten Hj Istikomah, M,Pd memberikan apresiasi adanya kegiatan outing class dari KB dan TK Kristen Cahaya Intan Desa Ngrundul Kebonarum ini.

“Kegiatan outing class ini untuk mengenalkan kepada anak-anak usia dini tentang adanya rumah-rumah ibadah bagi semua agama yang ada di Klaten. Semoga menginspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya di Klaten dan sekitarnya, agar anak-anak sejak dini sudah mengenal rumah ibadahnya dan rumah-rumah ibadah agama yang lainnya,” ucapnya.

Kunjungan belajar anak usia dini ke pusat edukasi kerukunan, seperti yang dilakukan KB dan TK Kristen Cahaya Intan Desa Ngrundul Kebonarum sangat diapresiasi Istikomah dan FKUB Kabupaten Klaten karena efektif menanamkan nilai toleransi, kebhinekaan, dan persaudaraan sejak dini.

“Kegiatan ini didukung jaharan pengurus FKUB Klaten karena dapat membantu anak mengenal keberagaman melalui metode belajar yang menyenangkan.” katanya.

Dikatakan kegiatan seperti kunjungan ke Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama Klaten sangat penting untuk menabur benih kerukunan dan toleransi sejak dini.

“Anak-anak mendapatkan pengalaman langsung yang memperkaya wawasan mereka tentang keberagaman yang terjadi di masyarakat. ” kata Istikomah.

Mengingat tingginya antusiasme, kunjungan serupa ke berbagai pusat edukasi baik perpustakaan maupun pusat edukasi kerukunan sangat berharga untuk membangun karakter anak yang berani, percaya diri, dan memiliki wawasan luas.

“Melalui kunjungan belajar semacam ini, diharapkan anak-anak tumbuh dengan kesadaran akan indahnya kerukunan dan saling menghormati.” pungjasnya. ( Moch.Isnaeni )

Related Articles

Back to top button