Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Artikel » Ida Pangelingsir :KERUKUNAN SEBAGAI ELEMEN UTAMA KETAHANAN NASIONAL

Ida Pangelingsir :KERUKUNAN SEBAGAI ELEMEN UTAMA KETAHANAN NASIONAL

  • account_circle fkubklaten
  • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YOGYAKARTA — Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet mengatakan bahwa letahanan Nasional memang patut dan mestinya menjadi diskusi yang paling penting di era sekarang ini. Karena disamping sangat penting dan sangat strategis, juga elemennya sangat luas, bahkan mencakup semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Hal itu disampaikan Ida Pangelingsir saat menjadi nara sumber pada acara Seminar Nasional TRANSFORMASI KURIKULUM di Sekolah Pasca Sarjana UGM Yogyakarta, Senin ( 27/7/2026 ).

Menurutnya soal ketahanan nasional mulai dengan Ketahanan Ideologi, Nilai Nilai Agama, kemudian diikuti oleh Ketahanan Kerukunan Bangsa, kemudian diikuti oleh Ekonomi, Militer, Hukum, Politik, Kebudayaan, Tehnologi, Pendidikan( Kecerdasan), Keamanan, Pangan, Kesejahteraan, dstnya.

“Ketahanan Nasional ini sangat ditentukan oleh Nilai dan Kwalitas Sistem Sistem yang telah dibangun untuk menjadikan ketahanan di setiap Elemen Ketahanan tersebut. Yang sangat diharapkan baik , mestinya baik.” katanya.

Menurutnya sistem Ketahanan Kerukunan sangat diharapkan baik, Sistem Politik , Sistem Hukum, Sistem Ekonomi, Sistem Pembangunan Tehnologi, dst nya sangat diharapkan baik, atau mestinya menjadi baik dan tepat, mengikuti Sistem Nilai yang sudah baik dan tepat yaitu Nilai Agama, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika , dan NKRI yang sudah tepat dan sangat baik.

“Diantara semua elemen Ketahanan Nasional yang semuanya sangat penting dan sangat strategis itu, rasanya KETAHANAN KERUKUNAN BANGSA adalah elemen yang paling penting dan paling strategis untuk terus dibangun, dijaga, dan dirawat.
Karena Kerukunan adalah PONDASI dan PRASYARAT PEMBANGUNAN, berarti adalah Infrastruktur, Pondasi dan Prasyarat pembangunan unsur unsur Ketahanan yang lainnya.” kata Ida Pangelingsir.

Dijekaskan bagwa tanpa membangun, tanpa menjaga, tanpa merawat KERUKUNAN maka cepat atau agak lambat akan terjadi kekacauan. Kekacauan yang agak berlarut larut akan berpotensi terjadinya KEHANCURAN BANGSA, KEHANCURAN NEGARA.

“Tanpa kerukunan, pasti terjadi suasana kacau, maka dalam suasana kacau, Negara, Pemerintah dan Kita semua mustahil bisa membangun. Semua akan terkonsentrasi untuk memulihkan kekacauan, atau keluar, melarikan diri dari kekacauan.” ujarnya.

Ida Pangelingsir mengingatkan bahwa Indonesia dari Sabang sampai Merauke, Miangas sampai Rote, adalah negara besar dan kaya dalam arti luas wilayahnya, kekayaan alamnya, jumlah penduduknya. Namun juga adalah Negara yang paling majemuk didunia.

“Kemajemukan adalah keindahan, sekaligus menjadi kekayaan baik dari sudut agama/ keyakinan, Suku Bangsa, Adat, dan Budaya.
Menjadi keindahan dan tetap sebagai kekayaan yang dibanggakan apabila bisa dibangun, dijaga, dirawat dengan baik. Namun apabila salah MENGELOLANYA maka akan menjelma menjadi MALAPETAKA.”terangnya.

Oleh karenanya menurut Ida Pangelingsir Indonesia yang sangat luas, alamnya paling kaya, Iklimnya paling bagus, jumlah penduduk yang besar dan paling mejemuk didunia, tidak saja menganggap KERUKUNAN ADALAH YANG PALING PENTING dan PALING STRATEGIS, namun Indonesia SANGAT BERGANTUNG KEPADA KERUKUNAN.

“Kalau NKRI adalah HARGA MATI, maka KERUKUNAN PUN MESTINYA HARGA MATI.

11.Kerukunan antar Agama, Kerukunan antar suku, kerukunan antar golongan, ras, kerukunan politik ( antar partai politik), kerukunan antar Lembaga Negara, Kerukunan antara Pemerintah dan Masyarakat, Kerukunan antar Para Tokoh/ Pemimpin Bangsa mutlak dibutuhkan untuk mampu membangun bangsa dengan jauh lebih baik lagi.” katanya.

Ida Pangelingsir mengatakan bahwa diantara Unsur Kerukunan yang ada maka yang sangat sensitif adalah Kerukunan Antar SARA. Diantara Issue Kerukunan Antar Sara , Issue Kerukunan Antar Agama adalah yang paling sensitif.

“Indonesia yang besar, luas, alamnya kaya raya, penduduknya besar, KALAU BISA TETAP RUKUN, TETAP BERSATU, SEMUA SISTEM MENJADI BAIK , MAKA INDONONESIA AKAN DENGAN MUDAH MENJADI NEGARA TIDAK SEKEDAR NEGARA MAJU, TETAPI AKAN CEPAT MENJELMA MENJADI MACANNYA ASIA BAHKAN SINGANYA DUNIA.”kata Ida Pangelingsir.

Berikut ini beberapa poin penting dusampaikan Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet diantaranya :
POTENSI KERUKUNAN YANG SANGAT BAIK DAN KUAT diantaranya
Potensi Ideologi Bangsa yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika.
Potensi Agama/ Keyakinan/ Kepercayaan Kepada Tuhan YME.
Potensi Adat Istiadat.
Potensi Kearifan Lokal, dan Khusus untuk Bali ada Potensi oenting yakni Titah Leluhur.

Bahwa POTENSI SANGAT PENTING DAN SANGAT STRATEGIS diantaranya
Kualitas Wawasan Kebangsaan. Kualitas Nasionalisme. Kualitas Kenegarawanan Para Pelaku Pemerintahan dan atau negara. Dan Kualitas Patriotisme/ Cinta Tanah Air.

POTENSI KERUKUNAN LAINNYA diantaranya
Potensi Ekonomi.
Potensi Sistem Hukum. Potensi Sistem Politik (Partai Politik). Sistem Anggaran. Sistem Pembangunan infrastruktur phisik.
Sistem Pertanian dalam arti luas , peternakan dan perikanan. Sistem pendidikan. Sistem Kesehatan. Sistem Kesejahteraan. Sistem Pertahanan. Dan sistem sistem lainnya.

Ida Pangelingsir menyebutkan Unsur Unsur yang sangat penting dalam membangun,menjaga dan merawat kerukunan diantaranya
Saling menerima perbedaan. Semangat Kebersamaan. Semangat Persaudaraan. Semangat saling peduli.Semangat cinta kasih. Semangat saling bertoleransi. Dan Semangat saling menghormati.

“KERUKUNAN ADALAH TITAH NEGARA, TITAH AGAMA, TITAH KEARIFAN BUDAYA LOKAL IND9NESIA, DAN KHUSUS DI BALI ADALAH JUGA TITAH LELUHUR.” katanya.

Pada akhir presentasinya Ida Pangelingsir menjelaskan soal TANTANGAN kini dan ke depan untuk pertahanan nasional, diantaranya Kemajemukan yang harus dirawat , dijaga dengan sangat baik.

“Masih ada kelompok kelompok yang belum mau menerima Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945. Masih sering terjadi benturan benturan yang mengatas namakan agama, terutama dengan pembangunan Rumah Ibadah, juga tempat beribadah.”katanya.

Masih banyak umat yang tidak begitu paham ajaran agamanya yang sesungguhnya sangat mulia. Persaingan Global yang sekarang sudah disana sini menjadi konflik global, bahkan perang,
Perkembangan Medsos, AI yang tidak mampu dikendalikan.
Sistem Hukum yang sangat tertinggal oleh perkembangan pesat Medsos dan AI.

Sedangkan ancaman diantaranya adanya potensi yang hebat dimiliki Indonesia itu, maka Indonesia sejak merdeka telah DIKERJAIN” oleh Kekuatan Besar Asing.

“Persaingan global, sering berubah menjadi Perseteruan Global bahkan Perang.
Ideologi Asing yang tidak pas dengan kepribadian ke Indonesiaan.

“Hal seperti itu akan bisa menghancurkan nilai nilai kerukunan bangsa. Masih ada penyebaran penyebaran keyakinan Asing di Indonesia ditengah tengah kelompok umat beragama dan atau yang sudah mempunyai kepercayaan” katanya.
Diakhir penyampaian materi Ida Pangelingsir merekomendasikan perlunya segera dibuat Undang Undang Kerukunan Antar umat Beragama di Indonesia. ( Moch.Isnaeni )

  • Penulis: fkubklaten

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua FKUB Kabupaten Brebes Drs.H.M. Supriyono dan FKUB Kabupaten Tegal Hadiri Festival Candi Kembar di Desa Bugisan Prambanan Klaten

    Ketua FKUB Kabupaten Brebes Drs.H.M. Supriyono dan FKUB Kabupaten Tegal Hadiri Festival Candi Kembar di Desa Bugisan Prambanan Klaten

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 42
    • 0Komentar

    KLATEN – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Brebes, Drs. Supriyono, bersama perwakilan FKUB Kabupaten Tegal hadir dalam penyelenggaraan Festival Candi Kembar ke-7 di Desa Bugisan, Prambanan, Klaten. Kehadiran kedua FKUB tersebut menjadi bentuk dukungan antar-daerah dalam memperkuat nilai kerukunan dan toleransi lintas umat beragama. Mereka mengikuti rangkaian acara yang meliputi dialog kebangsaan, pertunjukan […]

  • SMPN 1 Karangdowo Klaten Resmikan Masjid Al-Jalil di Sekolah.

    SMPN 1 Karangdowo Klaten Resmikan Masjid Al-Jalil di Sekolah.

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 34
    • 0Komentar

    KLATEN — Masjid Al -Jalil yang berada di lingkungan Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) Negeri 1 Karangdowo Klaten diresmikan penggunaannya, Senin ( 19/1/ 2026 ) oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Titin Windiyarsih. Tema yang diusung dalam acara ini adalah “Merayakan Keragaman Memupuk Persatuan Menuju Estukar Bercahaya” Momen ini menjadi tonggak penting dalam sejarah […]

  • FKUB Klaten Silaturahmi Natal dan Tahun Baru 2025 Dengan Tokoh Kristiani

    FKUB Klaten Silaturahmi Natal dan Tahun Baru 2025 Dengan Tokoh Kristiani

    • calendar_month Senin, 30 Des 2024
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 37
    • 0Komentar

    KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi dan rombongan melakukan silaturahmi Natal dan Tahun Baru 2025 dengan mengunjungi ke rumah pimpinan umat Katholik dan Kristiyani yang tergabung di FKUB Kabupaten Klaten, Minggu dan Senin (29 dan 30/12/2024). Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus FKUB Kabupaten Klaten untuk […]

  • Inovasi Strategis: PKUB RT/RW di Klaten, Pertama di Indonesia Jadi Ikhtiar Merawat Kerukunan dari Akar Rumput

    Inovasi Strategis: PKUB RT/RW di Klaten, Pertama di Indonesia Jadi Ikhtiar Merawat Kerukunan dari Akar Rumput

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 24
    • 0Komentar

    KLATEN – Pembentukan PKUB tingkat RT/RW se-Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten yang baru saja dikukuhkan Ketua FKUB Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi disebut sebagai inovasi baru dan strategis. Langkah ini jadi ikhtiar nyata merawat kerukunan di masyarakat akar rumput karena menyentuh langsung masyarakat paling bawah di tingkat RT/RW. Pengukuhan pengurus PKUB RT/RW desa se Kecamatan Juwiring […]

  • Menggali Jejak Kerukunan dan Toleransi di Klaten Abad VIII – X Masa Mataram Kuno

    Menggali Jejak Kerukunan dan Toleransi di Klaten Abad VIII – X Masa Mataram Kuno

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Menggali Jejak Kerukunan dan Toleransi di Klaten Abad VIII – X Masa Mataram Kuno* KLATEN — Kabupaten Klaten menjadi salah satu “jantung” peradaban Mataram Kuno sejak dulu kala. Di sinilah jejak toleransi Hindu- Buddha sudah terlihat jelas dengan jejak-jejak peninggalannya. Ir.Wisnu Hendrata, MMR salah satu pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten […]

  • Kapolres Klaten Lakukan Silaturahmi ke MUI Perkuat Sinergi untuk Kamtibmas.

    Kapolres Klaten Lakukan Silaturahmi ke MUI Perkuat Sinergi untuk Kamtibmas.

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KLATEN — Kapolres Klaten yang baru Sebagai langkah awal dalam menjalin komunikasi dan sinergi dengan masyarakat, Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi melakukan silaturahmi dengan tokoh agama di Kabupaten Klaten. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan tokoh agama guna menciptakan situasi yang lebih aman dan kondusif di wilayah Klaten. Dalam kesempatan tersebut, […]

expand_less