Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Artikel » Menggali Jejak Kerukunan dan Toleransi di Klaten Abad VIII – X Masa Mataram Kuno

Menggali Jejak Kerukunan dan Toleransi di Klaten Abad VIII – X Masa Mataram Kuno

  • account_circle fkubklaten
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menggali Jejak Kerukunan dan Toleransi di Klaten Abad VIII – X Masa Mataram Kuno*

KLATEN — Kabupaten Klaten menjadi salah satu “jantung” peradaban Mataram Kuno sejak dulu kala. Di sinilah jejak toleransi Hindu- Buddha sudah terlihat jelas dengan jejak-jejak peninggalannya.

Ir.Wisnu Hendrata, MMR salah satu pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten menulis dalam bujunya Jejak Kerukunsn dan Toleransi di Klaten dari Jaman Mataram Kuno Avad VIII – X yang dibedah pada Rabu ( 5/8/2026 ) di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten.

Acara tersebut dibuka bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo yang diwakili Staf Ahli Bupati Klaten Slamet , SH, M, Si.

Nara sumber lain yang membahas buku tersebut adalah Dr.Daud Aris Tanudirja, Dr.Ir. Cornelius D.Ronowidjojo, Ph.D. M.A dan Prof. Dr. Timbul Haryono, M,Sc

Menurut Daud Aris Tanudirja wilayah Klaten-Prambanan disebut “Siwa Plateau” karena di satu kawasan ada candi Hindu dan Buddha yang berdiri berdampingan.

“Candi Plaosan di Desa Bugisan Prambanan Klaten yang dibangun oleh Rakai Pikatan raja Hindu dari Dinasti Sanjaya sebagai hadiah untuk istrinya yakni Pramodhawardhani yang beragama Buddha” katanya.

Jadi antara suami dan istri berbeda agama, tapi saling mendukung membangun tempat ibadah untuk pasangannya terjadi pada saat itu.

Sedangkan Candi Sojiwan Kebon Dalem Kidul, Prambanan, Klaten yang merupakan Candi Buddha abad ke-9 M dibangun Raja Balitung dari Dinasti Mataram Kuno untuk menghormati neneknya Nini Haji Rakryan Sanjiwana yang beragama Buddha.

“Meski coraknya Buddha, di beberapa bagian ada kecenderungan nercorak Hindu. Ini jadi simbol “harmonisasi”.” katanya.

Dijelaskan bahwa keberadaan candi Hindu dan Buddha di satu kawasan menunjukkan nenek moyang sejak dulu telah hidup rukun, harmonis dan sangat toleran.

“Tahun 840 M terjadi pernikahan Pramodhawardhani dari Dinasti Sailendra beragama Buddha dengan Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu. Sekalipun berbeda agama ternyata bisa hidup rukun, damai dan harmonis.” kata Daud Aris Tanudirja.

Dampaknya besar dari peristiwa tersebut adalah kerukunan antar umat beragama menjadi kebijakan negara, Rakai Pikatan tidak menyingkirkan agama Buddha. Justru mendukung pembangunan candi Buddha, sedang
Pramodhawardhani juga mendukung pembangunan candi Hindu, sehingga masa pemerintahan mereka 840-856 M melahirkan banyak candi megah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY ).

“Ini bukti kalau di Mataram Kuno “raja dengan rakyat tidak harus beragama sama” dan sudah menjadi hal yang biasa.” pungkasnya.

Dukuh Kropakan, Desa Mranggen, Jatinom, Klaten diperkirakan perkampungan sejak abad 8-10 M. Ditemukan guci, gerabah, manik-manik, batu bata, dan keramik peninggalan Dinasti Tang abad 9-10.

Peneliti BRIN memperkirakan ini klaster hunian, pertanian, dan tempat ibadah. Artinya masyarakat hidup berdampingan antar profesi dan keyakinan.

Candi Candisari Kalasan, dekat Klaten, abad ke-8 M diperkirakan adanya asrama biara Buddha. Para pendeta Buddha mengajar berdampingan dengan penganut Hindu/Siwa di Candi Prambanan yang tidak jauh sehingga semangat toleran sengaja dipilih untuk mewujudkan keluarga yang harmonis.

Dijelaskan bahwa ciri khas janan Mataram Kuno diantaranya adalah adanya 2 Dinasti berkuasa bersama yakni Sanjaya Hindu dan Sailendra Buddha

Candi dibangun berdampingan Hindu dan Buddha saling menghormati, dan Raja membiarkan rakyat memilih agamanya masing-masing.

Karena itu Klaten sampai sekarang masih dijuluki sebagai daerah dengan warisan toleransi. Candi Sojiwan dan Plaosan masih “menyuarakan harmonisasi”

Sejak abad 8-10, Klaten sudah menjadi laboratorium kerukunan, yakni lewat pernikahan lintas agama, pembangunan candi bersama, dan hidup berdampingan di perkampungan, masyarakat Mataram Kuno yang membuktikan beda keyakinan bukan penghalang untuk hidup rukun saling menolong sesama. ( Moch.Isnaeni)

  • Penulis: fkubklaten

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Ajak Buka Puasa Bersama Tokoh Pemuda Lintas Iman Untuk Merawat Kerukunan

    Bupati Ajak Buka Puasa Bersama Tokoh Pemuda Lintas Iman Untuk Merawat Kerukunan

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 32
    • 0Komentar

    KLATEN — Sekertaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten  H. Moch.Isnaeni mewakili Ketua FKUB Kabupaten Klaten KH.Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa kegiatan buka puasa bersama pengurus FKUB Kabupaten Klaten bersama ribuan tokoh pemuda dan generasi muda lintas iman dan Bupati Klaten serta Forkopimda Klaten dimaksudkan sebagai ikhtiar merawat kerukunan. Hal itu disampaikan Moch.Isnaeni didampingi sejumlah […]

  • Kapolres Klaten Lakukan Silaturahmi ke MUI Perkuat Sinergi untuk Kamtibmas.

    Kapolres Klaten Lakukan Silaturahmi ke MUI Perkuat Sinergi untuk Kamtibmas.

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KLATEN — Kapolres Klaten yang baru Sebagai langkah awal dalam menjalin komunikasi dan sinergi dengan masyarakat, Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi melakukan silaturahmi dengan tokoh agama di Kabupaten Klaten. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan tokoh agama guna menciptakan situasi yang lebih aman dan kondusif di wilayah Klaten. Dalam kesempatan tersebut, […]

  • Hj. Faizatul Umma,M,Si:1.115 Jemaah Calon Haji Klaten Ikuti Bimbingan Manasik di GBK

    Hj. Faizatul Umma,M,Si:1.115 Jemaah Calon Haji Klaten Ikuti Bimbingan Manasik di GBK

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 34
    • 0Komentar

    KLATEN — Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umroh Kabupaten Klaten Hj. Faizatul Umma, S,Ag,M,Si mengatakan bahwa pihaknya bersama Yayasan Jamaah Haji Klaten, Pemkab Klaten,IPHI, dan FK KBIHU Klaten melaksanakan bimbingan manasik haji reguler tahun 2026 pada Selasa-Kamis ( 10-12 Februari 2026 ). Kegiatan tersebut berlangsung di Graha Bung Karno yang dibuka oleh Bupati Klaten Hamenang […]

  • FKUB Klaten Mendapat Penghargaan dari Kapolres di Hari Bhayangkara ke 79

    FKUB Klaten Mendapat Penghargaan dari Kapolres di Hari Bhayangkara ke 79

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 26
    • 0Komentar

    KLATEN – Pada momentum upacara hari Bhayangkara ke 79 Kapolres Klaten AKBP Nur Cahyo Ari Prasetyo memberikan penghargaan kepada Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH. Syamsuddin Asyrofi dan sejumlah tokoh agama di Klaten serta jajaran di lingkungan Polres Klaten Selasa ( 1/7/2025 ) di halaman Mapolres setempat. Berdasarkan data yang […]

  • The Peak of the Twin Temple Festival Carries a Message of Harmony and World Peace for the International Harmony Week Agenda in Manado, October 2026

    The Peak of the Twin Temple Festival Carries a Message of Harmony and World Peace for the International Harmony Week Agenda in Manado, October 2026

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 32
    • 0Komentar

    KLATEN – The peak of the Twin Temple Festival in Bugisan Village, Prambanan, Klaten, on Saturday [23/5/2026], served as a moment to strengthen interfaith harmony that will be brought to the international level. The message of peace from Plaosan Temple is planned to become part of the agenda for International Harmony Week in Manado, October […]

  • Kasat Binmas Polres Klaten Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas Pasca Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati

    Kasat Binmas Polres Klaten Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas Pasca Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KLATEN — Dalam rangka menjaga keamanan pasca Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Klaten, Kasat Binmas Kepolisian Resort (Polres) Klaten AKP Damin mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk menjaga kondusifitas masyarakat. Hal itu disampaikan Damin usai bersilaturahmi ke rumah sekertaris Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten H.Moch. Isnaeni di rumahnya Tegalmulyo Gergunung Klaten […]

expand_less