Artikel

Haji Basuno :Prambanan Akan Menjadi Pusat Perhatian Terkait Kerukunan

KLATEN — Wakil ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten zHaji Basuno mengatakan bahwa Prambanan sangat layak menjadi pusat perhatian global terkait kerukunan antarumat beragama.

Hal itu disampaikan Haji Basuno saat memberikan pembinaan Paguyuban Kerukunan Umat Beragama ( PKUB ) Kecamatan dan Desa di PrambananKlaten, Kamis ( 25/6/2026 ).

Menurutnya lokasi bersejarah yang terletak tidak jauh dari Klaten ini membuktikan toleransi tingkat tinggi, karena dibangun berdampingan dengan situs agama Buddha seperti Candi Sewu, dan kini menjadi Pusat Ibadah Umat Hindu Indonesia dan Dunia.

“Fakta-fakta ini memperkuat posisi Prambanan sebagai simbol harmoni dengan
telah adanya bukti toleransi masa lalu” katanya.

Candi Prambanan sebagai candi Hindu terbesar di Jawa ini menurut Haji Basuno berdampingan erat dengan candi-candi Buddha yakni candi Sewu.

“Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara telah mempraktikkan hidup rukun sejak abad ke-9” katanya.

Selain itu Candi Prambanan dan candi Sewu serta candi -candi lainnya telah menjadi tempat ibadah global.

“Berdasarkan kesepakatan resmi pemerintah, kompleks Candi Prambanan difungsikan sebagai rumah ibadah bagi umat Hindu nasional dan internasional.” katanya.

Dikatakan adanya banyak peninggalan candi di Prambanan sebagai pusat spiritual dan perdamaian.

“Adanya agenda besar Festival candi kembar dan Prambanan Shiva Festival menegaskan kembali fungsi candi sebagai ruang spiritualitas yang menebarkan pesan perdamaian dan harmoni universal.” kata Haji Basuno.

Sementara itu Camat Prambanan Rasidi, S, Ip, M, Si mengatakan bahwa sejumlah candi di Prambanan telah menjadi warisan budaya UNESCO.

“UNESCO mengakui kawasan di Prambanan ini sebagai situs warisan dunia yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur toleransi.” katanya.

Oleh karena itu Rasudi menyampaikan apresiasi adanya pembinaan PKUB Kecamatan dan Desa di Prambanan ini untuk menguatkan kerukunan di masyarakat.

“Pembinaan dari FKUB ini menjadi momentum untuk memperkuat toleransi dan kerukunan diantara tokoh lintas agama yang menjadi panutan dan contoh bagi masing-masing umat, sehingga dapat menguatkan kerukunan dan toleransi ” katanya. ( Moch.Isnaeni )

Related Articles

Back to top button