KH. HARTOYO : *Literasi Media Multiplatform Membekali Para Dai dan Pengurus MUI*
- account_circle fkubklaten
- calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
- visibility 60
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KLATEN — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Klaten, KH. Hartoyo, mengatakan bahwa kegiatan literasi media multiplatform dapat membekali para pegiat dakwah dalam bernedia sosial. Hartoyo menyambut baik dan memberikan apresiasi penuh terhadap penyelenggaraan workshop Literasi Media Multiplatform untuk Kepentingan Dakwah Berbasis Islam Wasathiyah yang diselenggarakan Komisi Komunikasi dan Informasi MUI Kabupaten Klaten.
Menurut KH. Hartoyo, workshop tersebut sangat penting dan sangat relevan karena menjadi kebutuhan mendesak bagi para dai di era digital saat ini.
“Saya menyambut baik dan sangat mengapresiasi inisiatif Komisi Kominfo MUI Klaten yang akan menyelenggarakan workshop literasi media multiplatform ini. Ini adalah ikhtiar yang sangat tepat. Dakwah kita tidak boleh tertinggal oleh zaman. Kalau dulu dakwah cukup dari mimbar ke mimbar, sekarang harus dari mimbar ke medsos,” ujar KH. Hartoyo saat membuka acara dimaksud, Sabtu (24/10/2026).
Kyai Hartoyo menegaskan bahwa tantangan dakwah saat ini bukan hanya soal menyampaikan kebenaran, tetapi juga soal melawan banjirnya informasi hoaks, ujaran kebencian, dan penipuan yang mengatasnamakan agama yang beredar di media sosial.
“Kita prihatin masih ada masyarakat kita yang tertipu modus pengobatan dengan ritual sembelih kambing dengan biaya puluhan juta. Ini terjadi karena literasi media umat kita masih lemah dan literasi keagamaan kita belum menyentuh ruang digital secara maksimal. Kehadiran dai-dai MUI yang melek digital dengan konten Islam Wasathiyah yang menyejukkan adalah solusinya,” tegasnya.
Ia berharap, melalui workshop yang akan menghadirkan Ketua FKUB Klaten KH. Syamsuddin Asyrofi dan pegiat medsos Fredi Pratama di Aula Masjid Agung Al-Aqsha Klaten pada Sabtu, 24 Oktober 2026 akan lahir dai-dai MUI yang cakap digital.
“Islam Wasathiyah itu Islam yang tengah, adil, seimbang, dan toleran. Pesan inilah yang harus kita viralkan di medsos untuk melawan narasi-narasi ekstrem dan adu domba. Saya berpesan kepada seluruh peserta agar nanti ada satu hari satu konten kebaikan untuk umat. Mari kita isi ruang digital Klaten dengan dakwah yang rahmatan lil alamin,” pungkas KH. Hartoyo.
Ketua Komisi Komunikasi dan Informasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Klaten H. Moch.Isnaeni mengatakan bahwa Workshop Literasi Media Multiplatform Dalam Melaksanakan Dakwah Berbasis Islam Wasathiyah dinilai sangat penting bagi para dai dan pengurus MUI.
Workshop ini menghadirkan dua narasumber kompeten di bidangnya yakni
KH. Syamsuddin Asyrofi Ketua FKUB Kabupaten Klaten, yang akan menyampaikan materi tentang “Konten Dakwah Berbasis Islam Wasathiyah” dan
Fredi Pratama, S.Ak seorang Pegiat Media Sosial, yang akan menyampaikan materi tentang *”Literasi Media Multiplatform Untuk Kepentingan Dakwah”
Ketua Komisi Komunikasi dan Informasi MUI Kabupaten Klaten, H. Moch. Isnaeni mengatakan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk menguatkan pemahaman para dai, penyuluh agama, dan pengurus MUI terkait literasi media multiplatform di era disrupsi informasi saat ini.
“Saat ini umat mencari rujukan agama bukan lagi hanya di mimbar masjid, tapi juga di TikTok, Facebook, Instagram, dan YouTube. Jika ruang digital ini tidak diisi oleh dai-dai yang membawa pesan Islam Wasathiyah yang sejuk, moderat, dan toleran, maka akan diisi oleh konten provokatif dan hoaks uberkedok agama. Oleh karena itu, dai MUI harus naik kelas menjadi dai multiplatform,” jelas H. Moch. Isnaeni.
Menurutnya, Islam Wasathiyah dengan prinsip Tawassuth (tengah-tengah), Tawazun (seimbang), Tasamuh (toleran), dan I’tidal (adil) harus menjadi ruh dari setiap konten dakwah di media sosial.
“Kami ingin setelah workshop ini, para peserta mampu membuat satu pesan dakwah yang bisa disebar dalam banyak pintu, baik itu melalui WA Group untuk jamaah sepuh, Facebook, maupun Reels dan TikTok untuk generasi muda. Ini yang kita sebut One Message Multi Platform,” tambahnya.
Kegiatan ini rencananya diikuti oleh 90 peserta yang terdiri dari pengurus MUI Kecamatan, Ketua-ketua Komisi MUI Kabupaten Klaten dan undangan lain.
Panitia berharap workshop ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan “Dai Wasathiyah Klaten Melek Digital” yang mampu membendung hoaks dan penipuan berkedok agama yang meresahkan masyarakat.
( *Moch.Isnaeni* )
- Penulis: fkubklaten