Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Artikel » KH.Syamsuddin Asyrofi: Ibadah Kurban Momen Penting untuk Menguatkan Kerukunan Masyarakat

KH.Syamsuddin Asyrofi: Ibadah Kurban Momen Penting untuk Menguatkan Kerukunan Masyarakat

  • account_circle fkubklaten
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KLATEN – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, KH. Syamsuddin Asyrofi, mengatakan bahwa ibadah kurban menjadi momen penting untuk menguatkan kerukunan di masyarakat.

Menurut beliau, proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban secara alami mempertemukan berbagai elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang. Hal ini menjadi ruang nyata untuk merawat kebersamaan dan saling peduli.

“Ibadah kurban bukan hanya ritual, tetapi juga sarana sosial. Ketika kita berbagi, kita mempererat tali persaudaraan. Di sinilah nilai kerukunan diuji dan dikuatkan,” ujarnya saat khutbah idul Adha di masjid Al-Mahfudz Ceper Klaten, Rabu ( 27/5/2026 ).

KH. Syamsuddin berharap semangat kurban dapat menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga toleransi dan gotong royong terus hidup di tengah masyarakat Klaten.

Syamsuddin Asyrofi mengajak jemaah untuk memaknai Idul adha sebagai momentum mempererat kerukunan sosial dan membuktikan ketakwaan melalui ibadah kurban.

Ia menegaskan bahwa Idul Adha memiliki keagungan lebih besar dibandingkan Idul Fitri, meskipun di Indonesia euforia Idul Fitri sering kali lebih terasa karena tradisi mudik dan libur hari raya.

“Idul Adha adalah hari raya yang penuh dengan zikir, tahlil, tahmid, dan takbir yang dikumandangkan lebih lama. Bahkan, puasa dilarang pada hari ini dan hari-hari tasyriQ (11, 12, 13 Zulhijah) untuk menunjukkan betapa istimewanya momen ini,” katanya.

Syamsuddin menjelaskan bahwa kurban berasal dari kata yang berarti mendekatkan diri kepada Allah. Ibadah kurban, sebagaimana perintah dalam Surah Al-Kautsar ayat 2, “Dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah), merupakan wujud ketaatan setelah menjalankan salat.

Hukum kurban sendiri adalah sunnah muakkad, sangat dianjurkan bagi yang mampu, bahkan boleh dilakukan dengan cara berhutang atau arisan kurban selama ada kepastian pembayaran.

Syamsuddin Asyrofi juga menyinggung kisah Nabi Ibrahim AS yang diuji dengan perintah mengorbankan anaknya, Ismail, sebagai bukti ketakwaan.

Dalam Surah Al-Haj ayat 37, Allah menegaskan bahwa bukan daging atau darah kurban yang sampai kepada-Nya, melainkan ketakwaan pelakunya.

“Kurban adalah ujian nyata, seperti yang dialami Nabi Ibrahim. Uang yang kita keluarkan untuk kurban, meskipun terasa berat, adalah bukti ketakwaan kita kepada Allah,” tambahnya.

Selain aspek spiritual, kurban juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Syamsuddin Asyrofi menyoroti tiga manfaat utama kurban dalam kehidupan bermasyarakat:

pertama, menciptakan empati dan solidaritas melalui pembagian daging kepada fakir miskin, tetangga, dan keluarga.

Kedua, mengurangi kesenjangan sosial dengan memberikan kesempatan bagi semua kalangan untuk menikmati daging, sekaligus meningkatkan ekonomi peternak dan petani pakan ternak.

Ketiga, mempererat silaturahmi melalui gotong-royong saat penyembelihan dan pembagian daging, yang memungkinkan interaksi antarwarga.

Dalam konteks modern, Syamsuddin mengajak jemaah untuk menjalankan ibadah kurban dengan memperhatikan kebersihan, ketertiban, dan manajemen sosial yang baik. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam pembagian daging kurban untuk menghindari fitnah terhadap panitia, menjaga kebersihan lingkungan pasca-penyembelihan, serta menyalurkan daging ke daerah-daerah yang lebih membutuhkan.

Program seperti pengalengan daging kurban oleh Lazismu juga dianjurkan untuk memperluas manfaat, termasuk membantu daerah bencana dan mengatasi kekurangan gizi.

“Ibadah kurban bukan hanya soal ketakwaan, tetapi juga kerukunan sosial. Mari kita aktif berpartisipasi, berkontribusi, dan menjaga niat agar ibadah ini diterima Allah. Kurban hanya datang setahun sekali, jadi jangan tunda jika kita mampu,” tutup Budi, disambut antusiasme jemaah.”

Momentum Idul Adha menjadi penanda dua peristiwa atau selebrasi rutinan (annual celebration) umat Islam yang menjadi ciri khas dan unik, yakni pertama ibadah Qurban dan yang kedua adalah penyelenggaraan ibadah haji. Hal tersebutlah yang membuat mengapa Idul Adha juga banyak dikenal dengan istilah lebaran haji karena memang dalam pelaksanaannya bertepatan dengan momen ibadah haji di tanah suci.
Di balik makna dan ritual Idul Adha tersebut, tersimpan sebuah kisah agung yang menjadi dasar dan inspirasi pelaksanaan ibadah kurban. ( Moch.Isnaeni )

  • Penulis: fkubklaten

Rekomendasi Untuk Anda

  • KETUA ASOSIASI FKUB INDONESIA DAMPINGI PRESIDEN PRABOWOLuncurkan Proyek PLTS di Bali, Wujudkan Energi Bersih Berbasis Kerukunan

    KETUA ASOSIASI FKUB INDONESIA DAMPINGI PRESIDEN PRABOWOLuncurkan Proyek PLTS di Bali, Wujudkan Energi Bersih Berbasis Kerukunan

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 85
    • 0Komentar

    BALI – Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, membersamai Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam peluncuran proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bali pada Selasa, 25 Agustus 2026. Peluncuran PLTS ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah untuk mewujudkan transisi energi bersih dan kemandirian energi nasional, […]

  • Bandesa Agung MDA Bali : *Ibu-Ibu PAKIS Adalah Penjaga Budaya dan Perawat Kerukunan*

    Bandesa Agung MDA Bali : *Ibu-Ibu PAKIS Adalah Penjaga Budaya dan Perawat Kerukunan*

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Bandesa Agung MDA Bali : *Ibu-Ibu PAKIS Adalah Penjaga Budaya dan Perawat Kerukunan*DENPASAR, – Bandesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, *Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet*, mengatakan bahwa peran Paiketan Krama Istri (PAKIS) Desa Adat sangat penting dan strategis dalam menjaga nilai-nilai budaya Bali. Hal tersebut disampaikan Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet saat memberikan […]

  • KH. Syamsuddin Asyrofi :Natal dan Jelang Tahun Baru Masyarakat Hendaknya Jaga Kondusifitas dan Kerukunan

    KH. Syamsuddin Asyrofi :Natal dan Jelang Tahun Baru Masyarakat Hendaknya Jaga Kondusifitas dan Kerukunan

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 32
    • 0Komentar

    KLATEN –  Di saat umat Nasrani merayakan Natal yang diperingati pada 25 Desember 2025, ketua Foum Kerukunan Umat Beragana ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH. Syamsuddin Asyrofi mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi daerah agar tetap aman dan kondusif. Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi saat acara dialog antara tokoh lintas agama dan tokoh […]

  • Camat Gantiwarno :Peran Strategis Tokoh Agama Dalam Merawat Kerukunan

    Camat Gantiwarno :Peran Strategis Tokoh Agama Dalam Merawat Kerukunan

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KLATEN – Camat Gantiwarno V.Retno Setyaningsih mengatakan bahwa para tokoh lintas agama yang tergabung di Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) dan Paguyuban Kerukunan Umat Beragama ( PKUB ) Kecamatan dan Desa memiliki peran strategis bagi umat dalam menggerakkan moderasi beragama untuk mewujudkan kerukunan antarumat beragama di masyarakat. Hal itu disampaikan Retno Setyaningsih saat memberikan […]

  • 67 Siswa SD Belajar Mengenal 6 Rumah Ibadah di Pusat Edukasi Kerukunan

    67 Siswa SD Belajar Mengenal 6 Rumah Ibadah di Pusat Edukasi Kerukunan

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 25
    • 0Komentar

    KLATEN — Sebanyak 67 anak dan 10 guru pendamping dari Sekolah Dasar ( SD ) Negeri 2 Barukan Manisrenggo Klaten Kabupaten Klaten belajar mengenal 6 rumah ibadah dan tentang kerukunan dengan melaksanakan kegiatan outing class di Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama komplek Ghra Bung Karno Klaten pada Selasa ( 16/12/2025 ). Kedatangan anak-anak SD Barukan […]

  • FKUB Provinsi Papua Bersama BI Sosialisasikan Gerakan Bangga Pakai Uang Rupiah

    FKUB Provinsi Papua Bersama BI Sosialisasikan Gerakan Bangga Pakai Uang Rupiah

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 29
    • 0Komentar

    JAYAPURA – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua bersama Bank Indonesia (BI) menggelar sosialisasi gerakan Bangga Pakai Uang Rupiah kepada masyarakat dan tokoh lintas agama. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya menggunakan, merawat, dan mencintai rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa. FKUB melihat gerakan ini sejalan dengan nilai persatuan dan kebangsaan yang selama […]

expand_less