Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Artikel » Syamsuddin Asyrofi :Proses Seleksi Tim aubade SMP Negeri 2 Klaten Dipastikan tidak ada unsur diskriminasi

Syamsuddin Asyrofi :Proses Seleksi Tim aubade SMP Negeri 2 Klaten Dipastikan tidak ada unsur diskriminasi

  • account_circle fkubklaten
  • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten, KH Syamsuddin Asyrofi, mengatakan bahwa dalam proses seleksi tim aubade SMP Negeri 2 Klaten dari awal terbentuk tim yang siap untuk maju lomba dipastikan tidak ada unsur diskriminasi dan atau SARA.

Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi saat membersamai Bupati dan Wakil Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Benny Indra Ardhianto di SMP Negeri 2 Klaten Selasa ( 26/8/2025 ).

Menurutnya, ketidakpuasan yang dirasakan oleh salah satu orang tua murid disebabkan oleh miskomunikasi dan mispersepsi terkait proses seleksi tim aubade.

FKUB Kabupaten Klaten kata Syamsuddin telah melakukan komunikasi dan memastikan bahwa proses seleksi tim aubade SMP Negeri 2 Klaten telah dilakukan secara adil, transparan dan tidak ada unsur diskriminasi.

“Dengan demikian, diharapkan bahwa kesalahpahaman dapat diatasi dan kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Klaten dapat tetap terjaga” katanya.

Sementara itu Kepala SMP Negeri 2 Klaten, Jawa Tengah Tonang Juniarta, dalam kesempatan yang sama memberikan klarifikasi terkait beredarnya kabar di media sosial mengenai adanya aturan wajib berjilbab dalam pembentukan tim aubade.

“Kami menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan sangat disayangkan, karena faktanya pembentukan tim aubade di SMP Negeri 2 Klaten bersifat terbuka dan dapat diikuti oleh seluruh siswa tanpa ada diskriminasi, baik terkait fisik, latar belakang, maupun agama. Tidak ada aturan wajib berjilbab seperti yang ramai diberitakan,” katanya.

Dikatakan bahwa proses pembentukan tim koordinator aubade di Espero telah dibekali dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas.

“Ada sepuluh ketentuan yang menjadi pedoman, antara lain: terbuka bagi semua siswa yang berminat, memiliki kesehatan fisik dan mental yang baik, disiplin dan bertanggung jawab, mampu bekerja sama dalam tim, percaya diri, serta memiliki postur dan sikap tubuh yang sesuai dengan kebutuhan tim,
bersedia mengikuti secara sukarela tanpa paksaan serta terbebas dari perundungan maupun diskriminasi berdasarkan gender, agama, atau SARA” kata Tonang Juniarta.

Ditambahkan bahwa kriteria penilaian dalam lomba aubade sesuai edaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten meliputi lima aspek, yaitu: kekompakan gerakan, ketepatan gerakan, penghayatan ekspresi lagu, kerapian dan keseragaman, serta penampilan secara keseluruhan.

“Acuan tersebut dibuat tentu untuk mendukung kualitas penampilan tim, bukan untuk mendiskriminasi anak yang mengikuti seleksi. Buktinya, dengan usaha dan persiapan yang matang, tim aubade SMP Negeri 2 Klaten alhamdulillah berhasil meraih juara pertama,” katanya.

Oleh karenanya pihak sekolah menegaskan bahwa isu siswa tidak lolos karena tidak berjilbab sama sekali tidak benar. SMP Negeri 2 Klaten berkomitmen menjunjung tinggi prinsip tanpa diskriminasi dan non-SARA dalam setiap kegiatan yang dilakukan pihak sekolah.

Bahkan kata Tonang di sekolahnya dalam kegiatan keagamaan menjadi contoh baik moderasi beragama dengan adanya Program Literasi Agama ( Proliga ). ( Moch.Isnaeni )

  • Penulis: fkubklaten

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga Toleransi dan Kerukunan di Monentum Puasa dan Mendoakan Umat Muslim

    Jaga Toleransi dan Kerukunan di Monentum Puasa dan Mendoakan Umat Muslim

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 32
    • 0Komentar

    SULUT — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Provinsi Sulawesi Utara ( Sulut ) Pendeta Lucky Rumopa, M.Th setelah Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1446 Hijriah/2025 Masehi jatuh pada hari Sabtu (1/03/2025) mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1446 H kepada seluruh umat muslim di Sulut dan tanah air serta mengajak seluruh komponen bangsa jaga […]

  • Pengembangan Desa Sadar Kerukunan Berbasis Budaya Bagian Ikhtiar Merawat Kerukunan

    Pengembangan Desa Sadar Kerukunan Berbasis Budaya Bagian Ikhtiar Merawat Kerukunan

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 32
    • 0Komentar

    KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa model pengembangan Desa sadar kerukunan berbasis budaya dan kearifan lokal merupakan bagian dari ikhtiar merawat kerukunan di masyarakat. Hal itu disampaikan Syamsuddin saat memberikan sambutan dan penguatan pada acara koordinasi dan silaturahmi Forkompincam dan Paguyuban Kerukunan Umat Beragama […]

  • Ida Pangelingsir :Kerukunan Tidak Turun Dari Langit Tetapi Harus Diikhtiarkan, Diperjuangkan dan Dirawat

    Ida Pangelingsir :Kerukunan Tidak Turun Dari Langit Tetapi Harus Diikhtiarkan, Diperjuangkan dan Dirawat

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 37
    • 0Komentar

    KLATEN — Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet mengatakan bahwa kerukunan itu tidak serta merta turun dari langit. Tetapi kerukunan itu harus diikhtiarkan, diperjuangkan, dan dirawat. Hal itu disampaikan Ida Pangelingsir saat memberikan sambutan dan pengarahan usai memberikan penghargaan kepada Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo sebagai bupati […]

  • Desa Jarum Bayat Klaten Disiapkan Jadi Desa Sadar Kerukunan Berbasis Industri Batik

    Desa Jarum Bayat Klaten Disiapkan Jadi Desa Sadar Kerukunan Berbasis Industri Batik

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 64
    • 2Komentar

    KLATEN – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa Desa Jarum Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten siap jadi Desa sadar kerukunan berbasis industri batik. Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi saat bertemu dengan Kepala Desa dan perangkat Desa Jarum, Camat Bayat, dan sejumlah pengusaha industri batik di Jarum Bayat […]

  • JEJAK KERUKUNAN DAN TOLERANSI DI KLATEN SEJAK ABAD VIII-X MASA MATARAM KUNOWarisan Peradaban yang Menjadi Teladan Hidup Berdampingan

    JEJAK KERUKUNAN DAN TOLERANSI DI KLATEN SEJAK ABAD VIII-X MASA MATARAM KUNOWarisan Peradaban yang Menjadi Teladan Hidup Berdampingan

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 27
    • 0Komentar

    KLATEN – Di tengah dinamika zaman, Kabupaten Klaten menyimpan jejak panjang tentang kerukunan dan toleransi beragama. Jejak itu sudah ada sejak abad VIII–X Masehi, pada masa kejayaan Kerajaan Mataram Kuno. Wilayah Klaten- Prambanan yang dikenal sebagai “Siwa Plateau” menjadi saksi bisu bagaimana dua keyakinan besar, Hindu dan Buddha, hidup berdampingan secara harmonis lebih dari 12 […]

  • KH.Syamsuddin Asyrofi: Ibadah Kurban Momen Penting untuk Menguatkan Kerukunan Masyarakat

    KH.Syamsuddin Asyrofi: Ibadah Kurban Momen Penting untuk Menguatkan Kerukunan Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle fkubklaten
    • visibility 39
    • 0Komentar

    KLATEN – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, KH. Syamsuddin Asyrofi, mengatakan bahwa ibadah kurban menjadi momen penting untuk menguatkan kerukunan di masyarakat. Menurut beliau, proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban secara alami mempertemukan berbagai elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang. Hal ini menjadi ruang nyata untuk merawat kebersamaan dan saling peduli. “Ibadah […]

expand_less