Syamsuddin Asyrofi : *FKUB Klaten Lolos Seleksi Awal King Hamad Award Bahrain 2026* _Disediakan Hadiah US$ 1 Juta atau Rp 16,5 miliar_
- account_circle fkubklaten
- calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
- visibility 61
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KLATEN – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, KH. Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa sejumlah inovasi yang dilakukan FKUB Kabupaten Klaten sebagai ikhtiar merawat kerukunan dan toleransi mendapat apresiasi dan masuk dalam ajang kompetisi internasional _King Hamad Award for Coexistence and Tolerance – Kerajaan Bahrain 2025-2026 yang menyediakan hadiah US$ 1 juta atau sekitar Rp 16,5 miliar.
Hal tersebut disampaikan KH. Syamsuddin Asyrofi usai melakukan audiensi dengan jajaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Klaten, Selasa (13/10/2026).
Audiensi tersebut diterima langsung oleh Kepala Kesbangpol Kabupaten Klaten, Wahyuni Sri Rahayu didampingi Kabid Poldagri & Ormas Lilik, serta jajaran keuangan Mas Beni dan bagian umum Mbak Siska.
“Inovasi yang kami lakukan selama ini, seperti terbentuknya PKUB di 401 Desa/Kelurahan dan PKUB di 26 Kecamatan, adanya pusat edukasi kerukunan di Grha Bung Karno sebagai kompleks 6 rumah ibadah, adalah ikhtiar kami untuk merawat kerukunan, dan pengembangan desa sadar kerukunan berbasis kearifan lokal. Alhamdulillah ikhtiar kecil dari Klaten ini mendapat apresiasi di tingkat dunia dan lolos seleksi awal King Hamad Award Bahrain,” ujar KH. Syamsuddin Asyrofi.
Ia menjelaskan, FKUB Klaten selama ini berkolaborasi erat dengan Kesbangpol sebagai pembina. Menurutnya, sinergi tersebut membuat Klaten sering menjadi rujukan studi tiru kerukunan dari berbagai daerah di Indonesia.
“Bu Wahyuni Sri Rahayu sangat kolaboratif, banyak inovasi, dan komitmen menjaga kerukunan. Dengan FKUB, penyelesaian permasalahan bisa lebih mudah dan ke depan akan lebih baik lagi. Banyak daerah yang studi tiru ke Klaten, ini modal kita,” jelasnya.
Terkait kompetisi internasional tersebut, KH. Syamsuddin Asyrofi memohon doa restu dari semua pihak agar FKUB Klaten bisa berhasil di tingkat dunia.
_” Alhamdulillah Klaten nenjadi satu-satunya Kabupaten yang mengirimkan 2 kategori pada ajang bergengsi ini, yakni FKUB sebagai kategori Institusi dan H. Moch.Isnaeni masuk kategori individu ( perorangan ). Mohon doa restunya dari semua pihak, dari Bapak Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Ibu Wabup Mahanni Yulindha Pratiwi selaku Pembina dan Penasehat FKUB, jajaran Kesbangpol, Kemenag, tokoh agama dan seluruh masyarakat Klaten, agar bisa berhasil. Sehingga FKUB Kabupaten Klaten bisa menjadi contoh dunia hidup berdampingan dan toleransi dalam perbedaan,”_ harapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan semua pihak dan menjadi bukti bahwa Klaten adalah model toleransi. Apalagi saat ini, 401 desa di Klaten tengah bersiap menghadapi tahapan Pilkades serentak April 2027.
“Di tengah situasi dunia yang memanas, seperti serangan Houthi ke bandara di Arab Saudi yang berdampak pada jamaah umroh, kita di Klaten masih bisa hidup rukun dan aman. Ini nikmat yang luar biasa yang harus kita jaga bersama melalui PKUB di setiap desa,” pungkasnya.
Diketahui, FKUB Klaten adalah satu-satunya FKUB di Indonesia yang berhasil membentuk Paguyuban Kerukunan Umat Beragama di seluruh 401 desa/kelurahan. Inovasi tersebut yang mengantarkan FKUB Klaten masuk dalam nominasi kompetisi yang diikuti 70 negara tersebut.
Selain FKUB lolos seleksi ajang bergengsi ini, Sekretaris FKUB Kabupaten Klaten H. Moch. Isnaeni juga lolos seleksi awal di ajang yang sama untuk kategori individu (pribadi).
Moch. Isnaeni mengaku bersyukur karena telah dinyatakan lolos seleksi awal ajang kompetisi internasional King Hamad Award for Coexistence and Tolerance.
“Alhamdulillah, ini amanah besar saya di FKUB, ini adalah buah dari kerja bersama. Mohon doanya agar Klaten bisa membawa nama Indonesia di Bahrain dan kancah dunia,” ujarnya.
( *Moch.Isnaeni* )
- Penulis: fkubklaten