Prof.Dr.Islah, M,Ag : *Lawan Buzzer Adu Domba dengan Produksi Konten Dakwah Positif
- account_circle fkubklaten
- calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
- visibility 42
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KLATEN — Direktur Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Islah,M.Ag, mengatakan bahwa dakwah di era digital saat ini adalah memperbaiki perilaku negatif para buzzer dengan memproduksi kebaikan melalui konten-konten dakwah yang positif.
Hal itu disampaikan Prof. Islah saat menjadi narasumber pada Workshop Digitalisasi Dakwah Wasathiyah di Gedung Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta, Minggu (25/10/2026).
Menurut Prof. Islah, tantangan dakwah saat ini sangat nyata. Ada kelompok buzzer yang sengaja adu domba, menebar ujaran kebencian, dan memperkeruh suasana dengan narasi intoleran dan provokatif. Jika para dai diam, maka algoritma media sosial akan dikuasai oleh konten-konten negatif tersebut.
“Oleh karena itu, musuh kita bersama adalah intoleran, provokasi, dan ekstremisme. Kita tidak boleh melawan mereka dengan emosi dan ujaran kebencian yang sama. Kita lawan dengan cara yang elegan, yaitu memproduksi konten-konten yang baik, positif, dan mencerahkan secara masif,” ujar Prof. Islah.
Ia menekankan pentingnya strategi kounter narasi. Para dai muda yang kreatif harus aktif memberikan kounter di akun yang berbeda-beda untuk menjawab hal-hal yang bisa memperkeruh suasana.
“Jangan biarkan satu buzzer negatif menguasai satu platform. Kita harus hadir di banyak akun. Satu konten kebaikan dari kita bisa mengalahkan sepuluh konten provokasi, karena kebaikan itu punya algoritma sendiri di hati masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prof. Islah berpesan agar konten dakwah diproduksi oleh kreator yang berakhlak, santun, dan beradab.
“Konten dakwah Wasathiyah itu harus dibuat oleh orang yang santun dan beradab. Bahasanya sejuk, wajahnya bersahaja, dan ilmunya kuat. Kalau pembuat kontennya saja kasar, maka dakwahnya tidak akan diterima,” pungkasnya.
Workshop yang diikuti para pegiat dakwah MUI Kabupaten Klaten ini diharapkan mampu melahirkan dai-dai digital yang mampu menjadi benteng umat dari penyebaran hoaks dan radikalisme di dunia maya.
_(Moch. Isnaeni)_
- Penulis: fkubklaten